
Vian dan Gita habiskan malam dengan bercinta yang dipikirnya lebih cepat dan lebih sering akan lebih cepat hamil. Gita wanita yang pintar tapi terkadang keinginannya dan kegilaannya membuat Vian dan keluarga tak bisa melawan apa lagi dengan keluguannya.
"Sayaang apa udah puas bikin anaknya?apa masih mau lagi ?" Canda Vian
"Gak yaang udah cukup untuk malam ini, aq lelah dan udah perih.. "Gita menutupi dirinya dengan selimut
"Yaang apa dalam perutku udah ada bayi yah? kan kita udah buat berkali-kali ?"Gita menatap suaminya
"Sayaang kamu ini pintar tapi sangat bodoh dan lugu.. "Vian menepuk jidat istrinya
"Kita memang udah melakukannya dan cairanku udah masuk dirahimmu dan semoga saja jadi tapi kalo belum kamu jangan sedih kita bisa mengulangnya setelah kamu haid, ini jadi dan tidaknya nunggu satu bulan kamu kena haid apa ga, kalo ga berarti kamu hamil sayaang"
"Dan kita membuatnya sampai kamu hamil, bersabarlah sayaang aq akan mendukung tidak akan melarangmu lagi karna kamu udah siap jadi ibu dan kita udah menikah jadi tidak ada yang salah.. "Vian mencium kening istrinya
"Yah yaang aq mengerti aq akan bersabar memanti anak kita tumbuh dirahimku.. "Gita memeluk suaminya
"Yaang kamu juga ingin anak kan? "Gita
"Tentu saja sayaang yang sama cantiknya denganmu"Vian memeluk istrinya
"Cewe yah yaang kalo cowo gimana? "Gita menatapanya
"Ya apapun yang diberikan kita terima yang penting anak kita nanti sehat dan tidak kurang apapun.. "Vian memejamkan matanya
"Tidur yaang cape, besok kita sekolah "Vian mengusap lembut kepala istrinya.
Mereka tertidur dengan sangat pulas karna sama-sama lelah dan menguras keringgat hingga bangun kesiangan.
"Gita... Vian bangun udah siang sekolah nanti kalian terlamat...! "teriak mamah Liana
"Gita.. bangun..!"teriaknya lagi
"Yah mah.. "Vian mengerjapkan matanya
"Sayaang.. yaang bangun ayo mandi ini udah siang nanti kita terlambat.. "Vian membangunkan tidur istrinya
"Libur aja yaang, kita kan baru bikin anak.."Gita masih dengan mata tertutup
"Sayaang bikin anaknya kan udah semalam dan kita sekarang bangun mandi sekolah"Vian mengangkat istrinya yang masih telanjang dan masih memejamkan mata.
"Sayang kamu makin berat.. atau aq yang kehabisan tenaga karna semalam"Vian masuk dengan mengangkat istrinya kekamar mandi
"Haah dingin yaang.., "Vian menguyur istrinya
"Mandi udah siang.. "Vian bantu istrinya mandi
"Kita libur aja yaang, besok kan masih bisa sekolah lagi..aq cape"Gita malas
"Kamu yang minta kita bikin anak sekarang ngeluh cape gak mau sekolah "Vian mengososk badan istrinya
"Malas yaang masih ingin tidur.. "Gita cemberut
__ADS_1
"Sini dibasuh lagi mukanya biar gak ngantuk"Vian mencuci muka istrinya
"Kamu bilang mau ngasih pelajaran Dina dan temannya kalo kamu gak berangkat gimana kamu bisa balas dendam "Vian buat Gita terbelalak
"Iya juga yaang, cepet mandiinnya yaang nanti kita telat.. "Gita semangat dan Vian tersenyum
"Iya udah sana kamu pake baju dulu, aq mandi dulu"Vian melilitkan handuk pada Gita.
Gita berjalan keluar kamar mandi meninggalkan Vian yang sedang mandi. Dia memakai seragam sekolah dan menyiap baju suaminya.
"Cepet yaang sini aq bantu.. "Gita mengering badan suaminya
"Hemm giliran balas dendam semangat kamu yaang"Vian memakai baju seragamnya
"Iya dong ini akan jadi hari peringatan buat mereka lihat saja aq akan buat mereka menyesal telah mengurungku "Gita menyisir rambut suaminya
"Tapi ingat yaang jangan sampai kamu terluka aq gak bisa lihat kamu terluka "Vian memegang dagu istrinya
"Berhati-hati perhatikan gerakan lawan dan gunakan titik kelemahan lawan, biarkan mereka melawan kamu hanya perlu menghindar sampai mereka kehabisan tenaga baru kamu hajar mereka.. "Vian mengecup bibir istrinya
"Ini akan jadi penyemangat buatmu, aq akan mengawasimu, bantu kamu karna aq gak mau mereka menyetuh kulit istriku meski sedikit saja"Vian ******* bibir istrinya
"Iya yaang aq akan mengingat yang kamu ajarkan, makasih penyemangatnya "Gita balas mencium suaminya.
"Ayo turun kamu harus makan banyak untuk tenaga.. "Vian menggandeng istrinya
"Yaang nyeri..gimana aq bisa menghajat mereka, aq lupa harusnya bikin anaknya gak tadi malam.. "Gita buat Vian tertawa
"Ha.. ha.. sayaang kan kamu yang minta aq sentuh"Vian dan Gita perlahan turun tangga.
"Lama sekali kalian turun papah udah lapar.."Papahnya cemberut
"Maaf pah kesiangan "Vian tersenyum
"Hampir tiap hari juga bangun kesiangan"papah Gilran sambil makan
"Habis bikin cucu papah jadi maklun kesiangan "Gita buat papahnya menggelengkan kepalanya
"Gita jangan mulai lagi.. "mamah Liana gaj ingin mereka berdebat
"Yaang nanti kita pake mobil aja, masih perih"Gita buat Vian terbatuk
"Uhuk.. uhuk.. "Vian tersedak
"Sayaang pelan-pelan dong makannya,kita telat gak pa2 kita libur dari pada gini kamu buru-buru gini jadi tersedakkan? "Gita mengambilkan minum
"Siapa yang gak akan tersedak dengar kamu bicara memalukan Git ?"papah Gilbran masih makan
"Sayang udah makan aja jangan bicara apapun, aq udah gak pa2.."Vian makan kembali
"Mamah apa gak ada makanan atau obat kuat? "Gita
__ADS_1
"Uhuk.. uhuk."mamah Liana tersedak
"Gita kalo kamu ngomong lagi dimeja ini akan berulang kali tersedak karna kamu? "papah Gilbran bantu istrinya minum
"Sayang obat kuat buat apa kamu saja udah sampai nyeri kan disentuh suamimu"mamah Liana heran
"Obat kuat buat netagaku mah, karna aq mau hajar yang ngurung aq mah bukan obat kuat buat Vian tanpa obat kuat dia udah bikin aq sakit..?" Gita menjelaskan
"Gak usaha macam-macam gak usah balas dendam sekolah saja yang benar.."Papah Gilbran selesai makan
"Gak bisa gitu dong pah, kalo mereka gak diberi pelajaran mereka akan mengejar suamiku.."Gita cemburu
"Tapi suaminu hanya mencintai kamu kan?"mamah Liana
"Mah jaman sekarang pelakor canggih dan kita gak boleh tinggal diam"Gita buat Vian tersenyum
"Vian lihat istrimu sangat cemburu hati-hati kamu jangan sampai selingku atau istrimu akan bunuh kamu dan selingkuhanmu"Pak Gilbran mengusap dadanya
"Aq gak akan bunuh suamiku tapi aq akan sunat habis suamiku biar tau rasa berani selingkuh"Gita buat merinding Vian
"Siapa juga yang selingkuh yang ada juga kamu yang selingkuh, ingat itu siapa Bian?"Vian mengingatkan
"Apa sih yaang itu kan masa lalu, lagian aq gak ngapa-ngapain sama dia, dia yang maksa jadi pacarku dan papah tuh yang setuju.. "Gita melempar pada papahnya
"Kenapa papah yang disalahkan, Vian aja yang terlalu lemah digertak aja udah gak berani.."papahnya gak mau salah
"Udah cukup kalian gak usah berdebat yang gak penting.."mamah Liana gak mau ada keributan
"Vian kamu udah selesai makan ajak istrimu berangkat mamah udah gak kuat liat dan dengar perdebatan ayah dan anak ketambahan kamu ikut berdebat dengan istrimu bisa-bisa mamah struk nanti"Mamah Liana membereskan sisa makanan
"Yah mah maaf.. "Vian tersenyum dan berdiri
"Ayo sayaang kita berangkat.. "Vian mengajak istrinya berangkat
"Yaang gendong masih sakit."Gita minta digendong
"Iya sini cepat aq gendong.. "Vian menggedong istrinya
"YanTuhan Gita.. "mamah Liana
"Sabar mah.. anakmu memang gitu aneh"papah Gilbran menggelengkan kepalanya
"Vian kamu terlalu nurut sama istrimu jadi makin manja dia.. "Mamah Liana
"Gak pa2 mah dari pada ngambek.."Vian berjalan menggedong istrinya
"Yaang punggungmu hangat.. "Gita tertawa.
"Kamu menyukai ini.. ?"Vian sambil jalan.
"Tentu saja sayaang tali kalo aq udah hamil perut besar gak bis lagi digendong yah yaang?"Gita tertawa
__ADS_1
"Masih angkat kamu didepan.. "Vian ingin selalu memanjakan istrinya.
"Suamiku yang terhebat.."teriak Gita sambil tertawa.