Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Perdebatan Papah dan Gita


__ADS_3

Gita udah pulih dan kandungannya juga sehat dan udah boleh pulang. Vian mengurus administrasi dan mamah Liana dan ibu Nilam memebereskan pakaian dan alat-alat serta bantal yang dibawa kerumah sakit. Setalah membayar, Vian masuk dalam ruangan Gita dan mengakat Gita duduj dikursi roda karna Fia belim boleh banyaj freak mwski udah sehag karna kandungannya yang masih sangay muda.


"Yaang udah diam nurut aja, nanti aq yang dorong.. "Vian pada istrinya


"Tapi aq bisa jalan sendiri yaang, gak perlu pake kursi roda ini..? "Gita merengek


"Gak pa2 cuma bentar aja.. "Vian kekeh


"Nyebelin.. "Gita cemberut


"Gak usah moyong gitu, mau aq makan bibirnya..? "canda Vian


"Ogah.. "Gita memalingkan mukanya buat Vian terkekeh


"Mah udah pa belum ayo kita pulang, aq jenuh disini.."Gita udah gak betah


"Iya ayo sayaang.. "Mamahnya dengan membawa banyak barang.


"Sini aq bu Liana.. "Ibu Vian.


Vian medorong kursi rodanya dan mengangkat istrinya masuk dalam mobil yang sebenarnya dia sediri juga bisa tapi rasa sayang dan kecemasan Vian pada kandunagn Gita buat dia lebih protektif.


"Mah sini biar aq masukin barang-barangnya dibelakang.. "Vian mengambil dari tangan mamah dan ibunya


"Udah beres ayo masuk.. "Mamah Liana pada Ibu Nilam.


Vian mengendarai mobilnya dengan perlahan dan karna gak ingin ada guncangan dan Mamah mertua dan ibunya berbincang sedangkan Gita tertidur karna Ac mobilnya dan kehamilannya buat dia ngantuk.Vian sekilas menatap istrinya yang tertidur pulas dan tersenyum.


"Gita tidur Vi..? "mamahnya karna udah sampai


"Yah mah biar nanti aq yang angkat, jangan dibangunin..? "Vian memakirkan mobilnya dan mamah serta ibunya turun


"Sayaang kamu gemesin sekali.. "Vian menganggkat istrinya dan membawanya naik kekamarnya.


Ibu dijemput ayah setelah mengecek bengkel yang belum siap seluruhnya dan mereka pulang kerumahnya. Vian merebahkan dirinya disamping istrinya dan ikut tertidur memeluk istrinya karna dirumah sakit tak bisa tertidur pulas.Sedang mamah Liana masih sibuk membantu Bibi memasak bubur untuk Gita dan masak untuk suami dan menantunya.


"Hallo mah, apa Gita udah pulang kerumah kita..? "Tanya suaminya


"Ya iya kerumah kita masa kerumah orang lain, papah ini aneh.."Istrinya yang mengangkat telfon sambil masak


"Gak gitu mah, aq kira mereka akan ikut Ibunya Vian..?"Suaminya khawatir ditingal anak mantunya


"Papah ini jadi khawatirkan mereka tinggal dimana?Mereka kan juga ayah ibu Gita juga pah kalo Gita ikut suaminya ya gak pa2 toh hanya beberapa malam saja.. "Istrinya tidaj keberatan

__ADS_1


"Mamah itu gimana sih, orangtua Vian sangat sayang sama Gita dan kalo mereka tinggal disana apa lagi ramai ada sodara-sodara Vian pasti Gita dan Vian gak mau balik lagi kerumah kita mah..? "Suaminya khawatir


"Pah bilang aja papah juga sayang sama Vian karna dia bisa bantu kerjaan papah dan nurut sama papah jadi papah khawatir gak jelas gini,mamah lagi masak "Istrinya mematikan telfonnya bikin kesal suaminya.


Pak Gilbran jadi gelisah dan tak tenang dia putuskan pulang kerumah untuk memastikkan anak mantunya dirumahnya karna istrinya yang sibuk masak tidak mau mengangkat telfonnya. Sedangkan dia gak mau mengganggu Vian dan Gita yang baru saja pulang dari rumah sakit.


"Mamah.. mamah.. "Suaminya pulang dan berteriak-teriak


"Papah kenapa teriak-teriak anak-anak sedang tidur kasian mereka gak bisa tidur pulas dirumah sakit.. "Istrinya memukul pantat suaminya


"Mamah main matiin Telfon papah, ditefon lagi gak diangkat.."Suaminya cemberut


"Lagian papah ngapain jam segini pulang biasanya juga sore..? "tanya istrinya yang kembali masak untuk makan siang


"Mau makan siang sama mamah mah.."Suaminya cengingisan karna berbohong


"Bohong,papah kira mamah gak tau kalau papah mau mengecek Gita dan Vian bersama kita apa gak gitu kan..? "Istrinya tau kebohongan suaminya


"Mamah paling bisa dan ngertiin papah."Suaminya tertawa


"Kaya gitu masih gak ngaku kalo papah sebenarnya sekarang sangat sayang dan bahagia dengan pernikahan Gita dan Vian.?"istri sambil menyajikan makanana


"Mah Vian udah jadi anak mantu kita pastilah papah udah anggap seperti anak sendiri dan sayanh sama dia.. "Suaminya tersenyum


"Sama-sama mah, Vian juga gak bisa tanpa anak kita.. "Suaminya membela Gita.


Gita mendengar keributan dan terbangun,dia perlahan menyingkirkan tangan suaminya yang suka sekali tidur dan memeluk Gita seperti bantal.Gita turun dari ranjang perlahan dan mencuci muka dan dia turun kebawah menghampiri orang tuanya yang bedebat.


"Ada apa sih mah ribut-ribut ganggu Gita tidur aja..? "Gita duduk disamping papahnya


"Ngomongnya jangan keras-keras,suamiku masih tidur.. "Gita cemberut


"Papahmu itu takut kamu dan Vian nginap dirumah Mertuamu..?"mamahnya memberitahu Gita


"Kenapa takut pah kan ada mamah, bibi satpam dan supir lagian papah tuh harus siap karna aq dan suamiku nantinya juga buat rumah sendiri.."Gita memimpikan punya rumah bersama Vian


"Uhukk.. uhuukk... "papah Gilbran tersedak teh hangatnya yang dibuatkan istrinya


"Gak boleh ! ngapain kamu dan Vian buat rumah, memang rumah ini gak cukuo bagus dan gak cukup besar buat kalian..? "Papah Gilbran gak setuju


"Bagus dan besar tapi tiap rumah tangga kan harus punya rumah sendir pah masa numpang dirumah papah terus.. "Gita gak mau


"Numpang apanya, ini rumah kamu suamimu dan cucu papah, buat apa papah dan mamah sendiri disini kalo bukan untuk kamu..? 'papahnya masih ngotot

__ADS_1


"Papah ini gimana sih gak seneng liat anak sendiri hidup mandiri punya rumah sendiri, orangtua lainya ingin anaknya punya rumah sendiri gak kaya papah.. "Gita kesal


"Tentu saja papah gak ingin kamu punya rumah sendiri,ini aja buat kamu suamimu dan cucuku buat apa buat rumah lagi, mereka punya banyak anak dan papah sama mamah cuma punya kamu, kamu tega mau ninggalin kita? mau mamah papah mati tanpa anak dan cucu ?"Pak Gilbran gak mau kalah buat istrinya menggelengkan kepalanya


"Itu salah papah sendiri kenapa gak punya anak banyak, dan jangan paksa Gita dan menurung Gita dirumah ini..? "Gita juga gak mau kalah


"Sayaang ribut apa sih..?"Vian yang terbangun dan duduk dibelakang istrinya dan memeluk istrinya mencium bahu istrinya sambil mengusap perut Gita.


"Yaang ini papah egois banget masa kita gak boleh punya rumah sendiri dan dikurung dirumah ini gak boleh tinggal dimanapun.."Gita menceritakan


"Tinggal dimanapun yang penting kita bersama yaang gak usah diributin ah bikin pusing.. "Vian yang merasa kepalannya sakit


"Ini minum teh anget dulu dan nakab siang dulu biar gak pusing mendengar perdebatan dan drama papah dan anaknya.. "Istrinya duduk dan mengambilkan makan untuk suaminya


"Papah dan mamah gak mau sendiri kemanapun kalian tinggal papah dan mamah akan ikur kalian kalo kalian gak mau tinggal disini.. "Papah Gilbran yang ingin selalu bersama


"Itu sama aja bohong,itu namanya gak mandiri karna papah selalu ngekor"Gita masih tak mau kalah


"Yaang udah makan dulu, aq suapin buburnya. "Vian berdiri dan duduk disamping istrinya


"Kenapa bubur lagi, Gita gak mau bosen.. lagian gak ada Ayam goreng dan telurnya"Gita mukanya ditekuk


"Ini ayamnya yaang,aq potong kecil-kecil yah..? "Vian siap memakai masker karna dia tau istrinya suka sekali daging


"Ayo makan udah pake ayam.. "Gita membuka mulutnya


"Yang banyak ayamnya yaang.. "Gita merasa ayamnya sedikit


"Sini mamah bantu motong kecil-kecil biar suamimu gak mual.. "Mamahnya bantu memotong ayamnya


"Kamu gak ada mamah mana bisa apa-apa sendiri, masak aja ancur asin gak bisa dimakan seringnya gosong, belum lagi kalo kamu melahirkan dan punya anak lagi kalo gak ada mamah dan papah mau gimana kamu..?"Suaminya masih mengungkitnya


"Pah anak lagi makan,mulai lagi...udah makan aja nanti keburu dingin.. "istrinya melotot.


"Kan ada suamiku.."Gita menjawabnya buat papahnya menghela nafasnya


"Kita gak kemana-mana pah, nanti yang bantu kita siapa kalo kita sendiri masih belum bisa mengurus diri kami apalagi anak kami nanti pasti masih butuh mamah dan papah."Vian menghentikan pertengkaran mereka


"Bagus Vi,papah setuju kamu memang putra papah yang pengertian.."Papah senang


"Sayaang kok gitu kan kita harus punya rumah sendiri.."Gita cemberut


"Gak ada uangnya sayang lagian kalo aq tinggal kerja aq takut kamu sendirian,kalo disini kan ramai ada mamah bibi yang jagain kamu dan bantu kamu nanti ngurus anak kita?"Vian menasehati Gita dan mengangguk dan senyum kemenangan pada Papah Gilbran.

__ADS_1


__ADS_2