CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
part 10


__ADS_3

Seorang laki laki muda berumur 28 tahun ia bertubuh tinggi 185,kulit putih,berbadan kekar dan berwajah tampan bagaikan pangeran Yunani ia adalah Arya Saputra pemilik perusahaan raksasa AS COMPANY


Arya membangun perusahaan itu dengan usahanya sendiri dari nol hingga sukses sampai sekarang,oleh karna itu iya selalu disebut pengusaha muda,tanpa bantuan dari keluarganya


Ia keluar dari mobil lamborgini kesayangannya


Lalu melangkahkan kaki jenjangnya memasuki kantor yang menjulang tinggi.


dengan memakai stelan jas berwarna hitam,dengan tuxedo dan dasi yang senada pula yang membuat penampilannya bertambah sempurna,tak lupa kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.


Saat memasuki pintu perusahaan para karyawan sudah berbaris rapih,dan serentak membungkukkan badannya memberi hormat pada sang bos mereka


Iya hanya mengangguk pertanda memberi balasan sambil berlalu menuju ruangannya tak lupa ia di ikuti oleh asisten pribadinya ia adalah Bram berusia 27 tahun ia yang selalu mengekor kemana pun bosnya berada.


Setelah itu para karyawan langsung bubar untuk menyelesaikan pekerjaan masing masing.


"Aduh ya ampun itu si pak bos cakep banget dah Bikin neng jadi meleleh"ucap salah satu karyawan wanita sambil membayangkan tuan mereka.


"Iya aku juga sampe sampe pengen karung in bawa pulang,tapi sayang si bos terlalu judes jawab teman satunya lagi mereka pun cekikikan membayangkan tuan mereka.


\*\*\*\*\*


di ruangan Presdir


ruangan itu sangat luas, bernuansa serba putih dengan kesan elegan dan di hiasi barang barang yang begitu mewah dan mahal


Arya sedang berkutat dengan laptopnya tak lupa di sebelahnya bertumpuk berkas berkas yang harus ia kerjakan.


selang beberapa menit pintu di ketuk dan masuk lah Bram sang asisten.


"Arya sekilas menoleh ke arah pintu lalu kembali pokus pada laptopnya.


"maaf tuan ini sudah waktunya meating"ucap Bram


"ah benarkah"jawab Arya dengan melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


iya tuan mereka sudah menunggu kedatangan anda di ruang meating"


"baik lah mari"ucap Arya sambil memakai jasnya


karna tadi ia hanya memakai kemeja putih dalamnya saja mereka pun pergi ke ruang meating.

__ADS_1


\*\*\*\*\*


keesokan harinya,pukul 09:00 pagi


saat di lampu merah seorang nenek menyebrang dengan lamban dan ia berhenti di tengah jalan karna kakinya tiba tiba sakit.


Nadira dan sang supir sedang mengantri di lampu merah ia melihat si nenek yang kesulitan langsung keluar ingin membantu si nenek ia yang mempunyai sifat baik hati dan suka menolong orang tidak tega melihatnya.


"mari nek saya bantu nenek ke sebrang sana"ucap nadira sambil memapah si nenek,


Nadira membantu sang nenek menepi ia mendudukkannya di tepi jalan lalu ia memijit pelan kaki sang nenek


"baik sekali kamu cu"ucap sang nenek sambil mengelus kepala Nadira


ditempat yang tak jauh dari mereka Arya melihat semuanya lewat kaca mobilnya ia juga sedang mengantri di lampu merah iya terpesona akan kecantikan Nadira,dan kebaikannya,Arya tersenyum melihat Nadira yang tersenyum manis,Bram yang berada di balik kemudi melihat kearah Arya lewat kaca spionnya,dan melihat sang bos tersenyum Bram pun terkejut karna jarang bagi bosnya untuk tersenyum itu adalah hal yang sangat langka.


"si bos kenapa ko senyum senyum sendiri,kan itu adalah hal yang sangat langka bagi si tuan dingin ini"ucap Bram dalam hati,lalu ia melihat kemana arah bosnya melihat ia melihat di sebelah sana seorang nenek dan wanita cantik sedang berbincang sambil sesekali tertawa.


"ekhemm"Bram berdehem


arya yang mendengar itu langsung tersadar dan kembali memasang wajah dinginnya.


"maaf bos kita akan melajukan lagi mobilnya"


mobil Arya pun melesat dengan kecepatan sedang.


sedangkan Nadira sehabis memijat sang nenek dan sedikit berbincang,langsung pamit untuk pergi


karna orang orang pun sudah mulai melajukan mobilnya dan mang Ujang pun menunggu tuannya dengan sabar ia akan menuju butiknya.


\*\*\*\*\*


butik.


Nadira yang baru sampai di butik langsung dihadang Cika


"eh nad kok tumben jam segini baru datang biasanya kan sering paling pagi"tanya cika


"gak papah kan ini butik aku suka suka aku lah mau datang kapan saja juga"jawab Nadira


"ish nyebelin deh"ucap Cika sambil mendelik sebal

__ADS_1


"ha..ha.ha..ha"Nadira pun tertawa tak kuat melihat tingkah Cika


"hmmm jadi gini"lalu Nadira menjelaskan kejadian tadi kepada Cika


"oh gitu yah"


iya my bestie"ucap Nadira sambil mencubit pipi Cika dengan gemas


lalu mereka pun beranjak ke ruangannya masing masing untuk menyelesaikan pekerjaan.


Nadira sering terhibur semenjak kehadiran cika


ia perlahan kembali ceria kadang kadang manja seperti dahulu tetapi sekarang ia lebih dewasa lagi


tetapi hal itu tidak berlaku untuk pria,ia sangat dingin terhadap pria,ia selalu menjaga jarak,seakan akan risih,mungkin rasa traumanya belum juga hilang.


di kantor,


Arya tidak pokus dengan pekerjaan nya ia teringat pada sosok wanita cantik yang ia lihat tadi pagi"


siapakah wanita tadi,kenapa sih aku kepikiran terus,dan ada apa dengan hati ini,apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama,akh tidak mungkin,hati ini sudah lama mati"ucap Arya dalam hati sambil memegang dadanya,


lalu ia melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi


tak lama hpnya berdering lalu mengangkatnya.


๐Ÿ“ž"Hallo ada apa mom"


๐Ÿ“ž"kapan kamu pulang ke rumah"


๐Ÿ“ž"Arya tidak tahu kenapa memangnya"


๐Ÿ“ž"apakah salah jika seorang ibu merindukan anaknya hah"


๐Ÿ“ž"tidak mom,momy tidak salah"


๐Ÿ“ž"pulanglah kerumah nanti,kita akan makan malam,mama mau masakin makanan kesukaan kamu"


๐Ÿ“ž"baiklah mom"


sambungan ponsel pun terputus,Arya kembali melanjutkan pekerjaannya

__ADS_1


selama ini Arya tinggal pisah dengan orang tuanya,ia memilih tinggal di apartemennya ketimbang di mansion rumahnya,karna ia selalu di suruh sang momy untuk menikah dan memberikannya cucu.


ia sesekali pulang ke rumah karna titah sang momy yang selalu merengek ingin bertemu anaknya tak jarang pulang sang momy sering datang ke perusahaannya.


__ADS_2