CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 42


__ADS_3

Hari esoknya,Shafira sudah di nyatakan sembuh oleh dokter yang menanganinya dan hari ini ia sudah di perbolehkan pulang.di ruangannya Shafira baru saja merapikan beberapa pakaiannya dan di masukkan ke dalam paper bag karena pakaiannya hanya beberapa lembar saja,oleh karena itu ia tidak perlu membawa koper.


Sedangkan Alan hanya memperhatikan pergerakan Shafira dari sofa yang ia duduki sambil kaki di selonjor kan di atas meja dan kedua tangan terlipat di dada.dirinya ingin sekali membantu Shafira tetapi saat dekat dengan Shafira saja sudah membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.dirinya saat ini juga masih bingung dengan perasaan yang ia rasakan saat ini.


"Tuan ayo pulang,saya sudah selesai merapikan pakaian termasuk pakaian anda" ujar Shafira yang sudah berdiri di depan Alan.sedangkan Alan yang melamun langsung kaget saat tiba-tiba Shafira sudah ada di depannya.


"Benarkah! kalau begitu kamu tidur lagi saja" jawab Alan seenaknya.


"tuan sayakan mau pulang,kenapa di suruh tidur lagi?tuan aneh,apa tuan lagi sakit?" ucap Shafira sambil tangannya yang menyentuh kening Alan.sedangkan Alan yang kaget dengan gerakan tangan Shafira,langsung terdiam beberapa detik dengan keadaan jantung sudah tidak aman lagi.


"a-apa yang kamu lakukan Shafira? lepaskan tanganmu dari jidat ku!" titah Alan kepada Shafira dengan nada suara yang agak meninggi.sedangkan Shafira yang kaget dengan teriakan Alan langsung melepaskan tangannya.


"maaf tuan" lirih Shafira dengan kepala yang menunduk.


"aish sudahlah" jawab Alan dan langsung beranjak dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan meninggalkan Shafira yang masih berdiri diam. setelah Alan keluar,Shafira langsung duduk di sofa dan termenung sendirian.


Sedangkan Alan langsung mengelus dadanya saat ia sudah di luar ruangan.jantungnya sedari tadi terus bergerak kencang dan tidak terkendali,kalau saja ia tetap berada di dalam ruangan, mungkin Shafira akan mendengar suara detak jantungnya.Alan langsung terduduk di kursi tunggu yang berada tidak jauh dari ruangan Shafira.


*************


Saat ini, Raffles yang baru saja memarkirkan mobilnya di basement rumah sakit.setelah ia melepas sabuk pengaman barulah Raffles keluar dari dalam mobil dan kemudian mengunci mobilnya dari luar.


Raffles berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang masih agak sepi lantaran hari masih pagi.ia terus berjalan dengan tangan kanan yang di masukkan ke dalam saku celana.saat ia sudah dekat dengan ruangan Shafira,dari kejauhan Raffles melihat Alan yang duduk sendirian sambil termenung,terlihat dari tatapannya yang kosong.Raffles terus berjalan mendekati Alan yang duduk.


"selamat pagi tuan" ujar Raffles sambil menunduk hormat pada Alan.sedangkan Alan langsung tersadar dari lamunannya.


"hmm,kenapa kamu lama sekali Raffles?" tanya Alan pada Raffles.


"maafkan saya tuan.lalu kenapa anda duduk di sini dan dimana nona Shafira?" ucap Raffles yang menanyakan keberadaan Shafira.


"tidak usah banyak tanya dan cepat panggil Shafira di dalam ruangan,saya tunggu di sini" jawab Alan dengan nada yang tegas.

__ADS_1


"Baiklah tuan" timpal Raffles kemudian ia melangkahkan kakinya untuk menemui Shafira.meninggalkan Alan yang menunggu sendirian di lorong rumah sakit.


Tok Tok


"nona Shafira,apa anda ada di dalam?" ucap Raffles sambil mengetuk pintu ruangan Shafira.


"iya tuan,saya ada di dalam" jawab Shafira dari dalam ruangan.


"cepat keluar karena kita akan segera kembali ke rumah,tuan Alan sudah menunggu" ujar Raffles.


"Baiklah tuan,saya sudah siap" jawab Shafira kemudian pintu ruangan terbuka menampilkan sosok Shafira yang keluar dari dalam.


"Biarkan saya yang membawa paper bag anda, nona" ujar Raffles kemudian tangannya langsung merampas paper bag yang ada di tangan Shafira.


"terimakasih tuan" ucap Shafira,kemudian ia mengikuti langkah Raffles yang ada di depannya.saat mereka berjalan,dari kejauhan terlihat Alan yang sudah menunggu kedatangan mereka.Raffles dan Shafira langsung mendekati Alan yang sudah berdiri.


"lama sekali kalian,ayo cepat" ucap Alan saat Raffles dan Shafira sudah berada di depannya dan kemudian Alan langsung melangkahkan kakinya menuju basement rumah sakit.


**********


Tetapi saat di jalanan yang sepi,terlihat sebuah mobil Ferrari berwarna hitam yang mengikuti mobil yang di kendarai Raffles.Alan yang sadar bahwa ada yang mengikuti mobilnya saat ini,langsung bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa karena ia tidak mau membuat Shafira merasa khawatir.begitu juga dengan Raffles,ia bahkan sudah menyadarinya saat mereka masih berada di rumah sakit,langsung saja Raffles menambah kecepatan mobil.


Sedangkan di dalam mobil yang mengikuti mobil Alan,terlihat empat orang laki-laki yang bertubuh kekar,seperti preman.


"jangan sampai kehilangan jejak mereka" ucap seorang laki-laki yang duduk di samping kursi pengemudi.


"Baik bos" ucap laki-laki yang mengendarai mobil yang berbicara kepada laki-laki yang duduk di samping kemudi yang ternyata adalah bos mereka.


Kemudian orang di panggil bos itu,merogoh saku celananya dan mengeluarkan pistol,berniat untuk menembak mobil yang di kendarai Raffles.


Dorrrrrr

__ADS_1


satu tembakan berhasil di layangkan,namun Raffles yang mengendarai mobil berhasil menghindar dari tembakan.


"apa yang terjadi tuan?" tanya Shafira kepada Alan yang duduk di sampingnya.


"anda tenang saja nona Shafira,ini biasa saja terjadi di dunia bisnis" jawab Raffles sambil tetap mengendari mobil dengan kecepatan penuh.


"biasa bagaimana,kita hampir mati di tembak dan kalian mengatakan itu biasa saja!" ucap Shafira yang khawatir dengan keadaan sekarang.dirinya baru saja keluar dari rumah sakit,tidak lucu kalau dirinya harus mati di tembak di jalan.


"inilah resiko yang harus kau tanggung untuk menjadi asistenku nona Shafira" jawab Alan dengan nadanya yang tenang.sedangkan Shafira tidak bisa berkata-kata lagi saat mendengar ucapan Alan.Shafira pikir dunia bisnis sangat menyenangkan tetapi pikirannya selama ini sudah salah besar,dunia bisnis sangat kejam.


Dorrrrrr


satu tembakan berhasil Raffles layangkan dengan satu tangan sedangkan tangan yang satunya tetap menjaga kemudi mobil.tembakan yang Raffles layangkan berhasil mengenai salah satu roda mobil yang mengikuti mereka sehingga mobil itu hilang kendali dan menabrak pembatas jalan.kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Raffles,dirinya menambah kecepatan mobil dengan kecepatan full dan langsung meninggalkan mobil yang mengikuti mereka.Shafira yang melihat itu langsung merasa lega dan merasa aman sekarang.


Setelah di rasa cukup jauh dan sudah aman barulah Raffles memperlambat kecepatan mobil dan mengendara dengan kecepatan sedang.


"huuuuuh, apa kita sudah aman sekarang?" tanya Shafira yang merasa waspada.


"sudah aman nona" jawab Raffles.


"aaah syukurlah kalau begitu" ujar Shafira sambil menyenderkan kepalanya di sandaran kursi mobil.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai Raffles telah sampai di halaman rumah Alan.satpam yang bertugas langsung membukakan gerbang rumah dan setelah itu ia membungkuk hormat.


Raffles keluar terlebih dahulu dan langsung membukakan pintu untuk Alan.sedangkan Shafira sudah keluar dengan sendirinya tanpa menunggu di bukakan pintu oleh Raffles.semua maid yang mengetahui kedatangan majikan mereka,sudah berbaris rapi menyambut kedatangan Alan dan Raffles termasuk Shafira.


"selamat datang kembali tuan dan nona" ucap para maid secara serentak termasuk bik Sumiarti kepala pelayan perempuan.


"terimakasih semuanya" jawab Shafira, seolah-olah tidak ada yang terjadi saat dalam perjalanan pulang.


Sedangkan Alan langsung menuju kamarnya dan Raffles yang sudah duduk di sofa ruang tamu.setelah menyapa semua pelayan,Shafira juga langsung menuju kamarnya untuk beristirahat.hari ini terlalu lelah bagi Shafira dan baru saja ia mendapat pengalaman yang baru baginya.bagaimana tidak,selama ini ia tidak pernah berurusan dengan senjata api atau semacamnya,tetapi hari ini ia sangat terkejut dengan kejadian yang tidak terduga.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2