
hari demi hari,bulan demi bulan tak terasa sudah satu tahun lamanya Nadira menjalankan perusahaan butiknya.
butiknya pun berkembang pesat,dan sekarang ia sudah membuka 3 cabang lagi di kota yang berbeda dan itu di pegang oleh orang orang kepercayaannya.
Nadira hanya memegang butik utama iya selalu mendesain baju baju setiap hari karna semua baju yang ada di butiknya itu hasil desainnya sendiri karna itu ia selalu disibukan dengan bekerja di butiknya setiap hari.
Nadira memberi nama butiknya dengan nama AN COLLECTIONS,itu singkatan dari namanya Anya Nadira.
butiknya pun terkenal di mana mana karena hasil dan kualitasnya yang selalu memuaskan pelanggan,
di butik itu terdapat 6 pekerja semuanya hanya karyawan wanita karna Nadira selalu risih bila berdekatan dengan laki laki.
Nadira sedang mendesain baju pesanannya tak lama pintu pun terbuka lebar nampak lah Cika asisten Nadira,
Cika adalah teman sekolahnya dulu pas waktu SMU mereka pun di pertemukan kembali saat Nadira sedang berbelanja kebutuhan butiknya dan sejak itu Cika bekerja menjadi asisten Nadira karna Cika bercerita ia sedang menganggur karna sehabis di pecat dari perusahaannya.
"nad mari pulang ini sudah sore,jangan terlalu memporsir dirimu dengan pekerjaan"ucap Cika
"iya sebentar lagi"jawab Nadira tanpa menoleh ke arah cika ia hanya pokus pada kertas kertas dan pensil yang ada di hadapannya
"Nadira lihat tuh jam ini sudah sore,para pekerja pun sudah pulang dari tadi atau aku adukan km ke mama km."ancam cika
Nadira menghela napas lalu,menatap Cika dengan memicingkan matanya,ia selalu kalah jika Cika sudah mengancam atas nama mamanya
"ayolah cik jangan terus mengancam ku"ucap Nadira sambil merapihkan meja kerjanya
"he..he.he kan biar kamu nurut aku gak mau sahabatku ini sakit"Cika pun menggandeng Nadira lalu mereka pun meninggalkan butik.
dikarnakan Cika sahabat Nadira meski pun ia Bekerja di butiknya tapi tak membuatnya sungkan karna sifatnya yang agak sedikit gesrek,
di perjalanan Nadira mengantarkan cika dahulu ke rumahnya,selain rumahnya yang searah Cika sering diajak Nadira untuk pulang bareng.
"makasih yah beb"ucap Cika,Cika pun mencium pipi Nadira lalu buru buru keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya,ia tak mau di amuk seperti sebelum sebelumnya.
"iiuuuuwww Cika dasar kebiasaan"teriak Nadira sambil mengusap usap pipi yang di cium Cika tadi
Nadira pun menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu lalu ia menyuruh supir untuk melajukan mobil.
__ADS_1
Nadira selalu di antar jemput supir karna itu kemauan papanya,ardi tidak mau terjadi sesuatu pada anak gadisnya.
Nadira sampai di depan rumahnya,ia pun melangkah masuk
"nad kamu sudah pulang" tanya indah
"iya mah aku baru pulang"jawab Nadira ia pun menghampiri Maya dan mengecup tangannya.
"mah aku ke kamar dulu yah gerah nih mau mandi"
"gih km segera mandi udah bau asem tuh"titah Maya
Nadira pun berlalu pergi ke dalam kamarnya"
saat di meja makan
"sayang bagaimana perkembangan butik kamu"tanya ardi
"baik pah bahkan sangat baik,kemarin juga dari luar kota banyak yang ngeborong dari butik aku"
"kamu sangat pintar dalam mengelola butik mu sayang"puji Ardi
Ardi menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri,sedangkan Nadira hanya tersenyum menyaksikan kedua orang tuanya.
di mansion rumah anton
anton sedang melamun sambil melihat lihat medsos Nadira waktu dulu karna sekarang Nadira tidak pernah lagi memosting apa pun dalam akun medsosnya semenjak putus dengannya,
sudah satu tahun lebih Anton tidak bertemu dengan Nadira waktu terakhir Nadira dan Alya bertengkar di mall.
ia dan Alya masih saja selalu berhubungan meskipun orang tua Anton tidak menyukai Alya
Alya juga kerap kali datang ke rumah Anton berniat untuk mendekatkan diri dengan keluarganya tapi apa yang Alya dapatkan ia selalu mendapat hinaan dari indah mamanya Anton.
Anton memijat pelipisnya ia merasa pusing,ia bingung memikirkan hubungannya dengan Alya dan entah kenapa ia akhir akhir ini selalu memikirkan Nadira,
Anton sekarang tidak tahu apakah ia benar-benar mencintai Alya atau hanya sekedar ingin bermain main saja dan hanya untuk kebutuhan batinnya saja,ketika ia menginginkan Alya,Alya selalu mau mau saja.
__ADS_1
tak berselang lama suara hp cukup nyaring di pendengaran Anton,Anton langsung menyabar hp dan melihat siapa yang mnelpon,itu adalah Alya yang melakukan panggilan video call dan Anton langsung mengangkatnya.
"ada apa sayang"tanya Anton
"sayang aku mau aku di akui di keluarga km sebagai pacar kamu tapi apa, aku selalu mendapat hinaan dari mama km itu"crocos Alya dengan tak tahu malunya.
"tenanglah sayang kamu pasti di terima di keluarga ku"kamu hanya perlu berusaha lebih lagi.
"pokoknya aku tidak mau tahu aku ingin di akui titik"ucap Alya
mereka pun lalu terdiam sesaat
tak lama Ayla menggoda Anton lewat panggilan video call nya,karna saat ini Alya hanya memakai lingerie tipis ia berniat menggoda Anton untuk datang ke apartemennya.
Anton pun terpancing dengan Alya.
"sayang kamu membuatku gelisah"desah Anton
Alya hanya tersenyum menggoda
"tunggu aku di sana aku menginginkan mu saat ini juga"ucap Anton
lalu Anton mematikan sambungan video call nya dan langsung pergi ke walk in closet untuk mengganti pakaiannya ia lalu meraih kunci mobil di atas nakas.
saat baru turun dari tangga ia berpapasan dengan indah yang baru dari dapur menuju kamarnya sehabis mengisi tempat minum yang ada di genggamannya
"kamu mau ke mana Anton malam malam begini"tanya indah curiga
"aku mau ketemu teman lama mah"jawab Anton gugup
"kamu tidak sedang ingin menemui wanita itu kan"tanya indah lagi sambil memicingkan matanya.
tidak mah Anton beneran mau ketemu teman lama"
"baiklah,jaga dirimu baik baik"indah pun berlalu meninggalkan Anton di ambang tangga.
"huh untung mama percaya,kalau tida bisa gawat nih"
__ADS_1
Anton langsung bergegas pergi menemui Alya untuk menuntaskan hasratnya.