CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 44


__ADS_3

Di PT GRENUSA,tepatnya di dalam ruangan CEO,Alan saat ini tengah berkutat dengan beberapa pekerjaan yang sudah seharusnya ia kerjakan.terlihat Alan duduk di kursi kebesarannya sembari mempelajari isi dari beberapa berkas serta menandatanganinya apabila memang diperlukan.pikirannya saat ini hanya berisi tentang pekerjaan saja,bisa di katakan dirinya orang yang gila kerja.


Dan di ruangan yang sama,tepatnya di meja kerja yang tidak jauh dari meja Alan,Shafira juga sedang mempelajari dan mengatur ulang jadwal hari ini.dirinya sibuk membaca beberapa pesan email yang di kirim Raffles di laptopnya dan kemudian mengatur ulang jadwal Alan di iPad yang ia bawa kemanapun,karena iPad lebih mudah dibawa dibandingkan dengan laptop karena itulah mengapa Shafira lebih menyukai iPad.


Saat Alan telah menyelesaikan semua pekerjaannya, ia langsung meregangkan otot-otot tangan lantaran tangannya terasa agak nyeri.dilihatnya jam yang ada di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul sebelas siang.kemudian pandangan matanya beralih melihat ke arah Shafira yang masih saja sibuk dengan pekerjaannya.pupil mata Alan yang berwarna hitam terus memandangi Shafira dari tempatnya duduk saat ini,dirinya merasa kagum pada Shafira yang terlihat bekerja dengan sangat keras demi menyeimbangi dirinya.sementara itu,Shafira yang merasa ada seseorang yang sedang memandangi dirinya langsung menoleh ke arah Alan dan benar saja,Shafira mendapati Alan yang sedang memandanginya.


************


Sedangkan di lantai satu kantor,terlihat Luciana yang sedang berbicara dengan wanita yang sepertinya bekerja di bagian resepsionis.Luciana berniat untuk bertemu dengan Alan namu dirinya terus di halangi oleh resepsionis itu.dirinya terus memaksa untuk bertemu dengan Alan dan tidak akan pergi sebelum bertemu.


"sudah ku katakan,aku ingin bertemu dengan tuan Alan. kenapa kau menghalangi ku terus!" sambil berdiri Luciana berbicara dengan nada yang membentak sang resepsionis.


"maafkan saya nona,tetapi jika anda ingin bertemu dengan direktur anda harus membuat janji terlebih dahulu.apakah anda sudah mempunyai janji dengan direktur sebelumnya?" tanya resepsionis dengan nada yang tenang,sedangkan Luciana yang ditanyai seperti itu langsung terdiam karena dirinya memang tidak mempunyai janji untuk bertemu dengan Alan sebelumnya.

__ADS_1


"a-aku memang tidak mempunyai janji,tetapi kau bisa menghubungi atasanmu lalu katakan bahwa aku ingin bertemu dengannya,pasti dia akan menemui ku" ucap Luciana yang tetap ngotot ingin bertemu dengan Alan.


"Baiklah tunggu sebentar" jawab resepsionis dan kemudian ia menghubungi Shafira lewat telepon kantor.


***********


Shafira yang masih berkutat dengan iPad-nya langsung menghentikan kegiatannya saat telepon kantor yang ada di mejanya berdering.


"halo,dengan asisten Shafira" ucap Shafira saat ia mengangkat telepon.dengan mata yang menatap Alan Shafira mendengarkan sang resepsionis berbicara di seberang telepon.


"permisi tuan,di depan ada nona Luciana yang ingin bertemu dengan anda.apakah anda ingin menemuinya atau tidak?" tanya Shafira.


"Luciana? direktur PT LUSSY kan? untuk apa ia bertemu denganku,bukankah masalah kontrak kerja sama sudah selesai" jawab Alan sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Kalau masalah itu,saya juga tidak tau tuan.mungkin dirinya ingin bertemu dengan anda untuk membicarakan hal lain" ujar Shafira.


"kalau begitu, katakan padanya saat ini aku sedang sibuk dan tidak bisa menerima tamu" titah Alan pada Shafira.


"Baiklah tuan" jawab Shafira dan kemudian ia kembali kemejanya dan langsung mengangkat telepon yang sempat ia letakkan di atas meja.


"Maaf saat ini tuan Alan sedang sibuk dan tidak bisa menerima tamu,katakan pada nona Luciana untuk membuat janji terlebih dahulu" ucap Shafira setelah telepon tersambung kembali dan setelah mengucapkan itu dirinya langsung meletakkan kembali telepon di tempat semula.sedangkan Alan yang sedari tadi memperhatikan Shafira,merasa terkagum dengan pekerjaan Shafira yang terbilang cukup cekatan.


*************


Dan saat ini di lantai satu,Luciana sangat geram saat mengetahui Alan tidak bisa menemuinya.rencananya yang ingin bertemu dan menggoda Alan lenyap seketika saat sang resepsionis mengatakan bahwa saat ini Alan sedang sibuk.


Luciana keluar dari gedung dengan ekspresi wajahnya yang cemberut serta ia berjalan dengan sepatu high heels yang di hentak-hentakkan di lantai.semua karyawan yang melihat itu merasa aneh dengan gelagat Luciana yang terlihat seperti marah dan kesal padahal Luciana bukan siapa-siapa direktur mereka,jadi Luciana tidak ada alasan untuk marah, seperti itulah kira-kira pikiran seluruh karyawan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2