
Tepat tengah malam,Raffles baru saja sampai di depan gerbang rumah Alan dengan mobil Ferrari-nya.salah satu bodyguard yang sedang berjaga langsung bergerak membuka gerbang saat melihat mobil atasannya tiba.Raffles memang mempekerjakan banyak bodyguard agar bisa berjaga selama dua puluh empat jam demi keselamatan Alan tentunya.
Raffles langsung mengendarai mobilnya masuk ke pekarangan rumah setelah di bukakan gerbang oleh bodyguard-nya.dengan gayanya yang terlihat keren ia keluar dari mobil yang di kendarainya.semua bodyguard yang melihat itu langsung menunduk hormat pada atasan mereka.
Setelah itu Raffles langsung masuk ke dalam rumah setelah ia membuka pintu menggunakan kunci cadangan yang ia bawa.ia berjalan melangkahkan kakinya menuju kamar yang ia tempati,tetapi baru sampai di ruang keluarga ia di kagetkan dengan suara yang menyapa dirinya.
"Anda dari mana saja tuan Raffles?" mendengar itu Raffles langsung membalikkan badannya ke arah kanan dan matanya menangkap Shafira yang duduk di sofa yang membelakanginya dengan kepala yang menghadap ke arah Raffles dan jangan lupakan televisi yang menyala.
"kenapa nona belum tidur?" bukannya menjawab Raffles malah mengalihkan pembicaraan dari Shafira,karena Raffles tidak mau Shafira mengetahui dirinya yang sebenarnya.
"maaf tuan,sebenarnya saya sudah tidur tetapi entah kenapa saya terbangun dan akhirnya tidak bisa tidur lagi,jadi saya memutuskan untuk nonton televisi saja" jawab Shafira dengan muka polosnya.
"ohh benarkah!sepertinya nona tidak sendirian karena saya lihat ada dua gelas jus mangga di atas meja" ucap Raffles sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Shafira dan langsung duduk di sofa yang ada di sebelah sofa yang Shafira duduki.
"dia bersama saya Raffles" jawab seorang pria yang terlihat gagah dengan celana panjang dan atasan kaos yang berwarna putih,siapa lagi kalau bukan Alan.
Flashback on
Setelah pulang dari perusahaan,Alan maupun Shafira langsung masuk ke kamarnya masing-masing.mereka baru keluar dari kamar ketika makan malam tiba dan seperti biasa Shafira-lah yang menyiapkan makan malam untuk Alan,walaupun ia sudah di larang oleh bik Sumiarti untuk memasak tetapi Shafira dengan keras kepalanya tetap memasak untuk Alan.
"Selamat makan tuan" ucap Shafira ketika ia selesai menyiapkan satu pring makan malam untuk Alan maupun dirinya sendiri.
"selamat makan juga untukmu" jawab Alan dengan sedikit senyuman di bibir manisnya.
Setelah itu mereka makan dengan tenang dan tanpa ada pembicaraan sedikitpun.di meja makan ini hanya ada mereka berdua karena seluruh pelayan termasuk bik Sumiarti telah keluar dari dapur utama dan mungkin saat ini mereka berada di dapur kedua atau dapur kotor.
Tak lama kemudian Alan menyelesaikan makan malamnya dan begitu juga dengan Shafira yang baru saja memasukkan suapan terakhirnya.setelah selesai minum,Shafira beranjak dari duduknya dan berniat untuk membersihkan meja makan.Alan yang melihat itu langsung menghentikan Shafira yang baru saja ingin menumpuk Pring kotor yang ada di atas meja.
__ADS_1
"berhenti bergerak dan letakkan semua piring itu di atas meja Shafira" titah Alan kepada Shafira.seketika itu Shafira langsung menghentikan kegiatannya dan terdiam untuk beberapa saat,mencoba untuk mencerna ucapan Alan.
"maafkan saya tuan" ucap Shafira setelah terdiam cukup lama.
"untuk besok,lusa dan seterusnya,kamu tidak perlu membersihkan meja makan,baik itu setelah sarapan,makan siang ataupun makan malam.sudah cukup kamu memasak saja dan tidak perlu membersihkan dapur,untuk apa saya mempekerjakan pelayan jika kamu sudah melakukan semua pekerjaan mereka.di sini kamu bekerja sebagai asisten pribadi saya bukan pelayan rumah,mengerti!" ucap Alan panjang lebar.
"Baik tuan,saya mengerti" jawab Shafira.
Setelah mendengar jawaban Shafira Alan langsung keluar dari dapur dan tentu diikuti juga dengan Shafira.
*********
Terlihat Shafira yang terlelap di atas kasurnya yang mewah,tetapi entah kenapa Shafira terlihat tidur dengan gelisah.tubuhnya basa oleh keringat yang mengucur deras serta tangannya yang menggenggam erat selimut yang menutupi tubuhnya.
"tidak-tidak papaaaaa,mamaaaaaa akhhhhhh" Shafira terbangun dengan keadaan yang terlihat khawatir dan terlihat satu tetes air mata jatuh dari kedua pelupuk matanya.
Malam ini Shafira meluapkan segala rasa yang ia miliki,rasa kecewa,marah dan senang menjadi satu.malam ini adalah saksi bisu yang mengetahui segala keluh kesah seorang Shafira.
Setelah cukup puas menangis dalam kesendirian, Shafira beranjak dari duduknya menuju kamar mandi untuk membilas wajahnya dengan air.setelah selesai dirinya langsung melangkahkan kaki ke arah pintu kamar berniat untuk keluar dan mencari udara segar.
Sekarang dirinya baru saja tiba di depan pintu utama rumah,tetapi sebelum keluar membuka pintu dirinya terlebih dahulu mengintip dari jendela untuk mengetahui keadaan di halaman rumah.Shafira dapat melihat para bodyguard yang sedang berjaga di luar dan Shafira memutuskan untuk tidak jadi keluar dari rumah,dirinya terlalu takut dengan wajah seram para bodyguard itu.
"apa yang kamu lakukan disini?" Shafira di kagetkan dengan seseorang yang berbicara padanya.dengan perlahan Shafira membalikkan badannya dan matanya langsung menangkap manik mata Alan yang juga sedang menatap dirinya.
"ma-maaf tuan,saya hanya mengintip sebentar kok,tidak berniat untuk kabur" jawab Shafira dengan polosnya.
"yang mengira kamu akan kabur siapa? saya hanya bertanya kenapa kamu di sini dan mengintip keluar" jawab Alan dengan gayanya yang terlihat keren saat kedua tangan di masukkan ke dalam saku celana.
__ADS_1
"tadinya saya ingin mencari udara segar di luar,tapi tidak jadi karena banyak pria bermuka seram itu tuan" jawab Shafira dengan apa adanya.
"saya juga ingin mencari udara segar,bagaimana kalau kita menonton televisi saja di ruang keluarga?setuju!" ujar Alan yang memberikan saran.
"ide bagus,saya mau tuan" jawab Shafira.
"yasudah ayo" ajak Alan dan kemudian ia berjalan terlebih dahulu dan diikuti oleh Shafira di belakangnya.
Saat ini mereka terlihat tengah asik menonton televisi sambil meminum jus dan beberapa cemilan lainnya.memang,sebelum nonton mereka terlebih dahulu mengambil beberapa cemilan dan jus mangga.
Mereka menonton televisi dengan sedikit di selingi candaan yang di lontarkan Alan atau Shafira.dengan posisi duduk yang bersebelahan di satu sofa yang sama, mereka berdua terlihat seperti pasangan pengantin baru terlebih film yang mereka putar merupakan sebuah film bertema romansa.
Tetapi di pertengahan film yang mereka putar, tiba-tiba saja Alan izin untuk ke kamar mandi dan tinggallah Shafira yang sendirian di ruang tamu ini.sampai Raffles yang baru saja tiba dan bergabung dengan mereka.
Flashback off
"Anda juga belum tidur tuan?" tanya Raffles pada Alan yang baru saja mendudukkan bokongnya di sebelah Shafira.
"Belum,kebetulan aku belum mengantuk" jawab Alan.
"Sebaiknya kau pergi tidur Shafira,ini sudah larut dan sebentar lagi pagi akan tiba" titah Alan pada Shafira.sedangkan Shafira yang mendengar perintah dari Alan langsung mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.
Tinggallah Alan dan Raffles di ruang tamu ini,mereka beberapa saat terdiam dan saling memandang sampai akhirnya Alan yang mengeluarkan suaranya.
"kau juga sebaiknya pergi ke kamar dan bersihkan diri kemudian istirahatlah, ceritakan semuanya besok kepadaku" ucap Alan dan kemudian ia beranjak dari duduknya dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan di ikuti oleh Raffles yang juga menuju kamarnya.
Bersambung.
__ADS_1