
"benarkah! kalau begitu secepatnya di selesaikan Raffles,aku ingin kembali ke AS.aku merindukan Daddy dan mommy,apa kau tidak merindukannya?" ucap Alan yang to the point bahwa ia sangat merindukan orang tuanya.
"aku? hmmm...mungkin sedikit" jawab Raffles dan kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
"aku juga merindukan pelukan hangat-mu kak" gumam Alan saat Raffles sudah pergi meninggalkannya.
"sangat sayang,aku merasakan pelukan itu hanya sekali" lanjut Alan yang mengingat dulu saat ia kecil di peluk oleh Raffles.saat itu Alan yang masih berumur lima tahun sangat sering di peluk oleh Raffles saat ia sedang menangis,ia sangat manja pada Raffles seperti adik yang membutuhkan pelukan hangat sang kakak.tetapi dirinya tidak ingat bagaimana awal pertemuan ia dengan Raffles lantaran ada beberapa ingatan masa kecil Alan yang terhapus dan bisa di katakan Alan mengalami transient global amnesia yakni hilang ingatan pada kejadian tertentu secara total,itulah yang Alan ketahui berdasarkan informasi dari ayahnya sendiri yaitu tuan Max Alexander.
Alan tersadar dari lamunannya saat Raffles datang dengan segelas kopi susu ditangannya,dapat terlihat karena gelas yang Raffles pakai transparan.
"apa yang sedang anda lamunkan tuan Alan" ucap Raffles saat ia sudah duduk di sofa berwarna coklat depan Alan.
"tidak ada,hanya memikirkan beberapa pekerjaan yang menumpuk" jawab Alan dan tentu saja ia berbohong pada Raffles karena Alan tidak mau membuat Raffles khawatir padanya.Alan sangat tahu bahwa Raffles selalu mengkhawatirkan dirinya walaupun Raffles sama sekali tidak menampakkan kekhawatirannya pada Alan.
"oh benarkah!" ujar Raffles yang merasa tidak percaya pada Alan.
"hmm" timpal Alan.setelah itu tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua dan hanya ada keheningan yang terjadi di ruang tamu.
__ADS_1
************
Saat ini,mobil yang ditumpangi oleh Shafira baru saja tiba di depan sebuah rumah mewah.Shafira turun dari mobil dan langsung berjalan menuju pintu utama rumah.saat tiba di pintu,tangan Shafira langsung bergerak untuk menekan bel yang tertempel di dinding dekat pintu,setelah beberapa kali menekan bel akhirnya pintu rumah pun terbuka dan tampaklah seorang wanita paruh baya yang keluar dari balik pintu.
"eh nona Shafira,ada janji sama non Jessi ya" ucap wanita paruh baya itu.
"iya bik,Jessi-nya ada?" jawab Shafira yang balik bertanya kepada wanita yang ternyata adalah pelayan rumah Jessi.
"ada non di kamarnya,silahkan temui di kamarnya langsung non" timpalnya yang mempersilahkan Shafira untuk langsung menemui Jessi di kamarnya.Shafira memang sudah lama di kenal oleh keluarga Jessi termasuk semua pelayan di rumah Jessi sudah mengenal Shafira.
"terimakasih bik" ucap Shafira sambil melangkahkan kakinya menuju kamar Jessi.Shafira yang memang sudah sering ke rumah Jessi tentu saja ia sudah tahu letak kamar sahabatnya itu.langsung saja ia melangkahkan kakinya menaiki anak tangga untuk menuju kamar Jessi yang berada di lantai dua.saat tiba di depan pintu kamar Jessi Shafira langsung mengetuk pintu beberapa kali dan tak lama kemudian tampaklah seorang Jessi yang muncul dari balik pintu.
"ya ingat kali,masa gue lupain sahabat gue yang cantik dan imut gini sih" jawab Shafira.
"ayo masuk,gue baru inget Lo kan punya banyak hutang sama gue fir" ucap Jessi yang langsung menarik tangan Shafira untuk masuk ke dalam kamarnya dan mereka langsung duduk di ranjang Jessi.
"ehh perasaan gue nggak punya hutang deh sama Lo Jes" jawab Shafira yang merasa dirinya tidak punya hutang sama sekali pada Jessi.
__ADS_1
"ya memang Lo nggak punya hutang sama gue Fira,yang gue maksud itu hutang cerita sama gue" ucap Jessi yang merasa geram dengan kepolosan Shafira,untung sayang kalau nggak udah gue tampar muka Lo Fir,pikir Jessi.
"oh itu,bilang dong dari tadi" jawab Shafira.
"yaudah sekarang Lo ceritain dari awal sampai akhir tentang bagaimana Lo bisa jadi asisten pribadi pria yang gue nggak tau siapa namanya itu" ujar Jessi.
"iya oke gue ceritain,dengerin baik-baik ya Jes.jadi gini,awal mulanya itu terjadi saat gue sedang kerja di restoran hotel dan bla bla bla........jadi gitu ceritanya" timpal Shafira.ia menceritakan awal mula ia menjadi asisten pribadi Alan dan sampai sekarang.
"jadi Lo di suruh ganti rugi gitu dan karena Lo nggak punya uang jadi Lo di suruh jadi asistennya" ucap Jessi yang menyimpulkan kejadian yang di ceritakan Shafira padanya.
"ya gitu deh.ehh tapi seru juga sih kerja sama orang seperti dia,hutang lunas gaji dapet hehe" jawab Shafira dengan mukanya yang terlihat bahagia.
"yah Lo tu ya,uang mulu yang di pikirin" timpal Jessi dan matanya yang menatap wajah bahagia Shafira.sebenarnya dirinya juga bahagia saat melihat sahabatnya yang sedang di landa kebahagian ini.
"ya dong,hidup sekarang nggak punya uang nggak makan" jawab Shafira dan seketika itu tawa mereka menggelegar di semua sudut kamar Jessi.memang persahabatan yang baik itu terjalin dari orang baik juga,dengan berkumpul berdua seperti ini saja sudah membuat Shafira kembali bersemangat karena ada sahabat yang selalu mendukungnya di saat susah maupun senang.
Bersambung.
__ADS_1
Note*tentang amnesianya Alan itu memang ada di dunia nyata, author sempat searching di Mbah google.kalau kalian ingin tau detailnya silahkan searching saja di Mbah ya.
salam author 🖤