
"tidak usah terburu-buru,karena untuk menangkap mangsa kita harus bersikap tenang dan jangan tergesa-gesa.Biarkan saja pria tua itu menikmati sedikit sisa hidupnya sebelum ia mati di tanganku" ucap Alan dengan nada suara yang dingin.sedangkan Raffles menatap ngeri pada sang majikan.
"Perintah yang kuberikan padamu,apa sudah kau laksanakan Raffles!!" tanya Alan dengan matanya yang menatap manik mata Raffles.
"sudah tuan...memblokir bandara, pelabuhan,dan juga mengambil alih setengah dari bawahan Holmes sudah selesai di laksanakan sesuai dengan perintah anda" jawab Raffles dengan raut muka yang tenang.
"Bagus...dengan begitu maka Holmes si pria tua itu tidak akan bisa keluar dari negara ini" ujar Alan dengan penuh kepuasan.Bagi dirinya tidak ada yang tak bisa ia lakukan,dengan uang yang berlimpah sangat mudah untuk menguasai bandara maupun pelabuhan.
Dan untuk bawahan Holmes yang bodoh itu, tentu sangat mudah mengambil alihnya. hanya di iming-imingi dengan uang,maka semua selesai,Dasar orang-orang yang bodoh.
"Tuan jika tak ada lagi harus di bicarakan,saya pamit untuk bekerja kembali" ujar Raffles sambil berdiri dari duduknya.sedikit merapikan kembali jas yang ia pakai setelah itu menunduk tanda hormat dengan Alan.
Sedangkan Alan hanya menggerakkan telapak tangan kirinya beberapa kali ke udara,pertanda ia mempersilahkan Raffles untuk pergi dari ruangannya.
Setelah Raffles menghilang dari balik pintu ruangannya,Alan langsung beranjak dari duduknya dan langsung menuju meja kerjanya,melanjutkan kembali pekerjaan yang sempat tertunda.
*********
Jika Sang Tuan sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan,lain halnya dengan Sang Asisten.saat ini di rumah mewah milik Alan tepatnya di halaman samping rumah,terlihat seorang wanita sedang duduk di salah satu bangku taman.
Wanita itu,Shafira lebih tepatnya..duduk di bangku taman yang di kelilingi oleh banyak tanaman bunga.matanya menatap satu persatu jenis bunga yang ada di depannya.
__ADS_1
Shafira sempat terkagum saat dirinya melihat taman ini beberapa saat yang lalu.Shafira memang sempat bosan berada di dalam kamar seharian,maka dari itu Shafira memutuskan untuk berkeliling mansion Alan dan tanpa sengaja matanya melihat taman ini.Dan di sinilah ia berada sekarang,di sebuah taman yang banyak di tumbuhi bunga.
"Bunga di sini sangat indah" gumam Shafira pelan.senyuman indah tampak terukir di kedua sudut bibirnya yang seksi.
"Bunga di sini memang indah nyonya,karena dirawat dengan baik" suara lembut seorang wanita mengejutkan Shafira dari belakang punggungnya.saat membalikkan tubuh,matanya dapat melihat sosok wanita paruh baya dengan baju pelayan yang sangat pas di tubuhnya dan jangan lupakan rambutnya yang di sanggul rapi.masih ingatkah kalian dengan bik Sumiarti,kepala pelayan wanita di mansion Alan. ya,yang berdiri di hadapan Shafira saat ini memang bik Sumiarti.
"Anda membuat saya terkejut bik Sumiarti,hampir saja saya jantungan" ujar Shafira dengan sedikit candaan yang di lontarkannya serta senyuman di bibir cantiknya.
"Maaf sudah membuat anda terkejut, nyonya" jawab bik Sumiarti yang masih setia berdiri di hadapan Shafira.
"saya hanya bercanda bik.ahhh,bik Sumiarti nggak bisa di ajak bercanda" ucap Shafira dengan sedikit memanyunkan bibirnya ke depan,membuat bik Sumiarti yang melihat itu hanya terkekeh pelan,merasa lucu dengan tingkah Shafira.
"maafkan saya nyonya" Shafira hanya menatap bik Sumiarti yang meminta maaf padanya,tapi bukan itu yang Shafira pikirkan saat ini.Shafira mengerjapkan matanya beberapakali,otaknya tengah berpikir keras saat ini.satu kata yang di ucapkan bik Sumiarti terus berputar di otaknya "Nyonya",apakah telinganya bermasalah saat ini? tetapi sangat jelas bahwa bik Sumiarti mengucapkan kata nyonya padanya.
"Nyonya,kenapa anda melamun?" nah kan benar,bik Sumiarti memang memanggilnya Nyonya.
Shafira terperanjat saat merasakan sebuah tangan mengguncang pelan bahunya.mendongakkan kepalanya ke atas,Shafira dapat melihat gurat kekhawatiran di wajah cantik bik Sumiarti.
"kenapa bik?" bik Sumiarti bingung dengan pertanyaan dari atasannya,bukankah yang harusnya bertanya "kenapa" itu adalah dirinya.
"Seharusnya saya yang bertanya nyonya.kenapa anda melamun?" ujar bik Sumiarti.
__ADS_1
"ahhh itu,ada hal yang harus saya tanyakan pada bik Sumiarti.apakah saya boleh bertanya bik?" ucap Shafira dengan pelan,sangat pelan seperti berbisik tetapi masih bisa di dengar oleh bik Sumiarti.
"apapun itu akan saya jawab dengan jujur nyonya" jawab bik Sumiarti dengan senyuman yang mengiringi setiap katanya.
"hmmm....itu.....kenapa bik Sumiarti memanggil saya dengan sebutan "Nyonya" bik?" tanya Shafira sambil menatap manik mata bik Sumiarti.
Sedangkan bik Sumiarti hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari sang atasan.dirinya menghembuskan nafas perlahan terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Shafira.
"Tuan Alan sendiri yang memberikan perintah kepada semua pelayan di mansion ini untuk memanggil anda dengan sebutan itu Nyonya" ucap bik Sumiarti dengan pelan serta senyuman yang penuh arti.
"a-apa? kenapa tuan Alan memberikan perintah seperti itu bik?" Shafira bertanya dengan nada penasaran.
"Karena sebentar lagi nyonya akan menjadi tunangan tuan Alan" jawab bik Sumiarti dengan santai dan pelan.
"apakah tuan Alan juga yang mengatakan itu bik?" Shafira tak habis pikir dengan jalan pikiran Alan,kenapa ia harus mengumumkan ini pada seluruh pelayan mansion.
"ya, Nyonya" Sambil menutup mata,Shafira mendengar jawaban bik Sumiarti.tidak cukupkah hanya mereka bertiga saja yang tahu.ya hanya dirinya,Alan dan Raffles.
Bersambung.
Note:untuk para readers setia,terimakasih telah mendukung cerita ini.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like,Vote,komen dan jadikan novel ini favorit kalian.