
Di dalam kamarnya,Shafira saat ini tengah memilih beberapa baju yang akan ia kenakan setelah mandi.tangannya tergerak mengambil baju piyama berwarna abu-abu yang lengan tangan dan kakinya panjang.Shafura juga tidak lupa membawa handuk yang akan ia kenakan untuk mengeringkan tubuhnya.setelah itu kakinya melangkah menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dan langsung membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah bau keringat,seperti yang Alan katakan padanya.
Tak lama kemudian Shafira keluar dari kamar mandi setelah ia selesai membersihkan dirinya.dengan pakaian yang sudah rapi,Shafira melangkah sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk dan langsung mendudukkan bokongnya di kursi meja riasnya.
"heummm sekarang sudah wangi" gumam Shafira pada dirinya sendiri sambil bercermin.setelah itu ia langsung mengenakan hijab setelah ia selesai memakai make-up tipis di wajahnya.setelah selesai Shafira langsung beranjak dari duduknya dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar.Shafira keluar dari kamarnya dan langsung menuruni anak tangga satu persatu untuk menuju dapur utama.ia berniat untuk membantu bik Sumiarti dan pelayan lainnya menyiapkan makan malam untuk majikan mereka.Shafira berjalan dengan perlahan dan hati-hati agar dirinya tidak tersandung kakinya sendiri,butuh waktu beberapa menit untuk menuju dapur karena memang jarak antara dapur dan kamarnya lumayan jauh.saat tiba di dapur mata Shafira langsung menangkap kesibukan yang sedang terjadi di sini.terlihat bik sumiarti yang sedang mengatur pelayan untuk melakukan tugasnya masing-masing dan para pelayan yang selalu menuruti perintah darinya.
Kepala pelayan wanita atau yang sering di sebut bik sumiarti itu langsung membungkukkan badannya saat melihat Shafira yang berjalan masuk dan diikuti juga oleh semua pelayan yang ada di ruangan saat ini.
"ada yang bisa saya bantu nona?" tanya bik sumiarti yang langsung menghampiri Shafira.
"tidak ada bik,tadinya saya mau membantu tapi sepertinya sudah selesai semua pekerjaannya" jawab Shafira yang menyatakan maksud kedatangannya di sini.
"iya nona semuanya sudah selesai,ini memang sudah tugas kami sebagai pengabdi di rumah ini nona" ujar bik Sumiarti.
"baiklah kalau begitu bik,oh ya kue yang saya bawa tadi sore masih ada kan?" ucap Shafira yang bertanya balik kepada bik sumiarti.
"ada nona di dalam lemari es,mau saya ambilkan sekarang?" jawab bik Sumiarti.
__ADS_1
"tidak usah bik,nanti biar saya saja lagian itu untuk tuan Alan setelah ia selesai makan malam akan saya hidangkan" ucap Shafira.
"Baiklah nona" ujar bik sumiarti.
Saat Shafira berbicara dengan bik Sumiarti,terlihat Alan dan Raffles berjalan menuju mereka.ini memang sudah waktunya makan malam,wajar jika Alan dan Raffles sudah turun untuk makan malam.melihat itu Shafira langsung membungkukkan badannya diikuti bik sumiarti dan kebetulan hanya ada mereka berdua karena semua pelayan sudah keluar dari dapur utama.
setelah itu Shafira langsung bergerak untuk menarik kursi supaya Alan bisa duduk untuk makan malam.sedangkan Raffles sudah duduk terlebih dahulu di kursi sebelah kiri Alan.Shafira juga sudah duduk di kursi samping kanan Alan saat ia sudah selesai menarik kursi untuk Alan.sedangkan bik Sumiarti langsung keluar dari dapur setelah ia menunduk hormat pada Alan dan Raffles.
"selamat makan" ucap Alan.
Tanpa basa-basi lagi, Alan langsung memulai makan malamnya dan diikuti oleh Raffles dan Shafira.
"saya sudah selesai" ucap Alan setelah ia menghabiskan makan malamnya dan saat ia hendak beranjak dari duduknya,suara Shafira langsung menghentikannya.
"tuan kue yang saya janjikan bagaimana?" ujar Shafira saat ia melihat Alan akan beranjak meninggalkan meja makan.sedangkan Alan langsung duduk kembali saat mendengar ucapan Shafira.sedangkan Shafira langsung beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju lemari es yang ada di sudut ruangan.tak lama kemudian ia kembali lagi sambil tangannya membawa satu buah kue coklat berukuran sedang.
"silahkan di cicipi tuan Alan dan tuan Raffles" ucap Shafira saat ia baru saja meletakkan kue ke atas meja depan Alan.
__ADS_1
"apakah ini enak?" tanya Alan.
"tentu saja" jawab Shafira dengan senyumannya yang lebar.sedangkan Alan menatap Shafira dengan raut wajah yang seolah tidak percaya.
melihat itu Shafira langsung memotong kue dan meletakkan sepotong kue ke dalam piring kosong yang memang sudah di siapkannya.setelah itu Shafira mengambil kue seujung sendok makan dan langsung menyodorkannya di depan Alan,ia berniat untuk menyuapi Alan lantaran Alan hanya menatap kue seakan tidak berniat untuk mencicipinya.
"aaaaa ayo buka mulut anda tuan" ucap Shafira sambil menyodorkan kue ke mulut Alan.sedangkan Alan perlahan-lahan membuka mulutnya sambil matanya menatap mata Shafira seakan mencari kebohongan, tetapi hanyalah ketulusan yang ia temukan di mata seorang Shafira.
"bagaimana rasanya,enak atau tidak?" tanya Shafira pada Alan setelah Alan mengunyah dan menelan kue yang ia suapkan.
"hmmm....lumayan" jawab Alan dan jawaban Alan tentu saja sudah membuat Shafira senang.
"ini enak nona,dimana anda membelinya?" ucap Raffles setelah ia juga mencicipi kue dari Shafira.
"ahh sayang sekali aku tidak ingat nama tokohnya hehe" jawab Shafira sambil cengengesan.
"kau sangat pelupa nona" ujar Raffles.
__ADS_1
"sepertinya begitu hahahaha" jawab Shafira sambil tertawa terbahak-bahak padahal tidak lucu sama sekali.sedangkan Alan dan Raffles hanya tersenyum melihat tingkah Shafira yang tertawa riang.
Bersambung