CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 40


__ADS_3

Di sebuah taman rumah sakit,terlihat seorang pria yang sedang duduk di salah satu kursi taman.dirinya hanya melamun sambil menatap bunga yang sedang mekar di hadapannya.suara orang ramai yang bersahut-sahutan tidak mengganggunya sama sekali,telinganya seakan tertutup rapat dengan mata yang selalu menatap ke depan.Alan,ya pria itu adalah Alan Alexander Grahammour.


Alan terus menatap bunga di depannya,kemudian tangannya tergerak untuk memetik salah satu tangkai yang terlihat bunganya sedang mekar indah.saat Alan memetik bunga itu,entah kenapa tiba-tiba ia teringat pada Shafira yang selalu ceria dan indah persis seperti bunga yang sedang ia pegang di tangan kanannya.bunga itu seakan mencerminkan sosok seorang Shafira yang selalu indah di mata Alan.warna kelopak bunga yang putih bersih sangat cocok jika di sandingkan dengan kepribadian Shafira yang baik dan perhatian.


"kenapa juga aku memikirkannya? apakah aku sudah gila!" seakan tersadar, Alan merutuki dirinya sendiri karena pikirannya yang selalu tertuju pada Shafira.mungkin dirinya harus pergi ke psikiater jika terus begini, bisa-bisa ia menjadi gila hanya karena memikirkan Shafira.

__ADS_1


Tidak ingin larut dalam pikiran terlalu lama,Alan akhirnya beranjak dari duduknya dan langsung berjalan tanpa arah dan tujuan.tanpa sadar bunga yang sempat ia pegang tertinggal di kursi yang ia duduki.


Alan terus berjalan melewati lorong rumah sakit yang agak remang-remang lantaran semua lampu belum di hidupkan padahal sebentar lagi matahari akan tenggelam sepenuhnya dan di gantikan oleh bulan dan bintang.dirinya terus berjalan lurus dengan pandangan terus mengarah ke depan dan kedua tangan di masukkan ke dalam saku celana yang di pakainya.tanpa di sadari,dirinya sudah berdiri di depan sebuah pintu kamar salah satu rumah sakit,tangan kanan yang semula berada di dalam saku celana tergerak untuk memutar kenop pintu.dengan padangan yang terus melihat keadaan di dalam,Alan langsung masuk setelah pintu terbuka lebar.kakinya terus melangkah dan berhenti tepat di depan seorang gadis yang sedang terbaring lelap di atas brankar.Alan terus menatap wajah gadis yang sedang terlelap itu,bulu mata yang lentik serta memiliki hidung yang tidak terlalu mancung,membuat mata Alan tidak bisa berkedip walaupun cuma sedetik.


"aku tidak tahu perasaan apa yang sedang aku rasakan saat ini terhadapmu Shafira. aku tidak tahu apakah ini perasaan sayang antara sesama rekan kerja atau apakah ini perasaan cinta yang di bicarakan banyak orang,aku tidak tahu karena aku tidak pernah merasakannya,bahkan cinta dari seorang ibu

__ADS_1


Alan langsung terduduk di kursi samping brankar yang di atasnya ada seorang Shafira yang tertidur lelap,tentu saja Shafira tidak akan pernah tahu apa yang baru saja Alan ucapkan.


"Jika yang aku rasakan ini memang cinta,lalu apa yang akan aku lakukan? berjuang atau meninggalkan,bahkan aku sangat takut untuk jatuh cinta" gumam Alan setelah ia berhasil meredam rasa sesak yang ada pada dirinya.sekali lagi butiran air itu jatuh dari pelupuk matanya,bahkan kasur yang dekat dengan dirinya menjadi basah akibat air matanya.Alan merebahkan kepalanya di atas kasur yang bertumpu dengan tangan kanannya dengan posisi yang masih duduk di atas kursi dan tanpa sadar dirinya tertidur di samping Shafira.


Alan terlalu lelah dengan skenario yang ia jalani saat ini,terkadang menjadi pemeran figuran jauh lebih menyenangkan dari pada menjadi pemeran utama.tetapi alam tak berpihak padanya,dirinya yang menjadi pemeran utama sudah menjadi takdir,takdir yang harus ia jalani sampai cerita itu mencapai ending.ending yang akan membawanya menuju bahagia atau berakhir dengan kesedihan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2