
hari hari berlalu dengan cepat sudah satu bulan arya mengejar cinta Nadira,dari mulai mengajaknya makan malam romantis,nonton bioskop,dan masih banyak lagi,
Nadira masih saja kekeh belum melupakan traumanya,tetapi ia selalu menghargai usaha arya untuk mendekatinya,
pagi hari Nadira sudah rapih dengan stelan blezer berwarna biru langit dipadukan dengan kaus putih,rambut yang di gerai indah,tak lupa sepatu hak tinggi semakin membuatnya tampil elegan
Nadira turun dari tangga sambil menjinjing tas branded nya.
tak tak tak langkah kaki Nadira menuju dapur lalu ia langsung duduk di meja makan lalu di susul oleh Ardi dan Maya sedang merapihkan tatanan makanan.
"selamat pagi semuanya"ucap Ardi sambil duduk di meja makan
"pagi juga"jawab Maya dan Nadira bersamaan
Nadira sarapan mengoleskan selai coklat kedalam roti dan langsung memakannya,ia hanya menghabiskan dua helai roti dan meminum susu setelahnya,lalu ia berdiam diri sejenak,
"nak bagaimana dengan butik mu"tanya ardi
"baik pah"
"syukur lah papa sangat senang mendengarnya"
"mama nanti siang akan ke sana untuk melihat,mama sudah Lama tidak datang ke butik"ucap maya menimpali
"iya mah"
tak lama bi Inah datang membawa sebuket bunga mawar merah lalu menghampiri Nadira.
__ADS_1
"nona ini ada kiriman bunga untuk nona"
"tidak tahu nona ini tidak ada pengirimnya,lalu Nadira menyambar bunga itu dan melihat ada,secarik surat"
Nadira membukanya lalu melihat
to:Nadira
jangan lupa tersenyum wanita tercantik yang ada di hati ku"
lalu Nadira tersenyum sesaat lalu ia menetralkan pandangannya lagi,
"terimakasih bi"
Maya dan Ardi saling memandang setelah ia melihat Nadira menerima sebuket bunga itu mereka tidak pernah tahu bahwa anak kesayangannya sedang dekat dengan laki laki
"tidak mah ini hanya dari teman"ucap Nadira
lalu ia menyuruh bi Inah untuk memasukannya ke dalam pot kaya dan di kasih air lalu di taruh di dalam kamarnya.
"aku berangkat dulu yah"ucap Nadira sambil hendak meraih tas jinjingnya di atas meja
lalu ia mencium kedua orang tua tersayangnya.
"mah apa mamah sepemikiran dengan papah"ucap Ardi
"iya pah mama juga"
__ADS_1
..."syukur lah jika dia sudah berani dekat lagi dengan seorang laki laki,papa tadinya sangat khawatir dia tidak mau laki dekat dengan laki laki...
karena traumanya
...****************...
di butik Nadira sedang sibuk mengukur orang yang memesan baju untuk pernikahan.
tak lupa Cika di samping Nadira sedang memegang buku untuk menuliskan ukuran ukuran yang telah Nadira sebutkan.
setalah selesai Nadira duduk di atas sova,di ikuti Cika.
"Alhamdulillah kita tak pernah kekurangan job"
"iya nad setiap hari dapat job,bikin padet aja nih jadwal aku kan gak bisa ajak liburan,dan kamu selalu banyak alasan jika aku ngajak liburan"ungkap cika.
tak lama deru mobil terparkir di depan butiknya lalu ia masuk ke dalam butik.
Nadira dan Cika menoleh bersama ketika pintu butik di buka,dan nampak lah pria gagah bersama asisten pribadi nya,ia tak lain adalah Arya
Arya tersenyum ke arah Nadira,Nadira hanya diam saja melihat.
"aku ke sini ingin memesan stelan jas,untuk acara,dan aku ingin kamu yang membuatnya"Nadira yang tadinya terdiam mengangukan kepalanya.
"sini aku ukur langsung mumpung brusan habis mengukur orang ungkap nadira"
bersambung......
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote yah supaya aku semangat buat bikin kelanjutannya.