
Di kamarnya,Alan merenungi kesalahannya pada Shafira.tetapi walaupun ia sudah berpikir sangat keras Alan masih tidak menemukan di mana letak kesalahannya itu.dari awal ia tidak pernah membuat kesalahan apapun terhadap Shafira,ia selalu memperlakukan gadis itu dengan istimewa, walaupun kadang-kadang ia juga sering mengusili Shafira.tapi apakah mungkin Shafira marah padanya hanya karena sikap usilnya itu? sangat tidak mungkin bukan.
Segala cara telah ia lakukan untuk menemukan gadisnya.mencari di setiap sudut kota,rumah sakit, bahkan ia memerintahkan Raffles untuk mengintrogasi paman Shafira,namun pria itu mengatakan tidak tahu menahu di mana keberadaan ponakannya itu.
Maka dengan hati yang kecewa Alan mencoba bersikap tenang dan sabar walaupun hatinya sangat sakit.
Akhir-akhir mimpi itu juga kembali,mimpi yang selama ini membuat dirinya takut.mimpi yang sama setiap malam seperti menghantui diri Alan.
Alan tak sepenuhnya ingat,namun di dalam mimpi itu ada seorang anak laki-laki kecil yang terus berteriak minta tolong.namun anehnya ada seorang pria dewasa yang berdiri di hadapan anak itu dengan tangannya yang membawa sebuah belati.setidaknya itulah yang ada di dalam mimpi itu yang samar-samar ia ingat.
Namun entah bagaimana,dirinya seperti mengenal sosok anak laki-laki itu.tapi Alan masih ragu karena wajahnya samar-samar di dalam mimpinya.
******************
Raffles terlihat sangat gelisah,lantaran sudah lewat dua hari sejak terakhir kali ia memeriksa rumah sakit itu dan tidak menemukan apa-apa.
Bahkan cctv rumah sakit pun seperti memang sengaja di hapus,entah siapa dalang di balik semua ini namun Raffles tidak akan menyerah.
Saat ini ia sengaja melihat cctv yang ada di mansion Alan,mungkin akan ada petunjuk,pikir Raffles.
__ADS_1
Duduk di sebuah kursi dan menghadapi banyaknya layar cctv yang berjejer rapi di ruangan ini.Raffles mengamati satu persatu layar itu berusaha untuk menemukan sesuatu walaupun itu tidak mungkin.
Namun tidak ada satupun yang menarik baginya.sungguh Raffles ingin menyerah saja rasanya,tapi di dalam kamusnya ia tidak pernah menyerah sedikitpun.
Lalu saat ia menatap layar dengan tatapan kosongnya, tiba-tiba matanya menangkap sosok dua wanita yang tengah berbincang di taman mansion.lantas Raffles memperbesar layar itu dan sesuai dugaan wanita itu memang Shafira dan kepala pelayan wanita mansion siapa lagi jika bukan bik Sumiarti.kemudian Raffles mengeraskan volume suara layar itu dan terus melihatnya dengan mata yang tajam.
Flashback on
Saat itu,dimana Shafira memang tengah berbincang dengan bik Sumiarti di taman.semuanya terlihat baik-baik saja,Shafira dan bik Sumiarti terlihat sangat bahagia.
Kebahagiaan itu berlangsung cukup lama,sampai pada akhirnya Shafira menanyakan sesuatu yang cukup heran bagi bik Sumiarti.
"iya..... kenapa memangnya nyonya? apa yang ingin nyonya ketahui tentang tuan Alan? jika itu bisa saya jawab,maka saya akan menjawabnya dengan jujur" bik Sumiarti dengan senang hati menanggapi perkataan sang majikan.
"hmmm...... kalau begitu apa bik Sumiarti tau agama yang di anut tuan Alan?" pertanyaan dari Shafira sontak membuat bik Sumiarti terperangah.selama ini ia mengira Shafira sudah tahu apa pun tentang Alan namun itu tidak seperti yang ia pikirkan.
"hmmm..... sebenarnya saya tidak berhak untuk memberi tahu masalah pribadi ini pada anda nyonya,mungkin nyonya bisa bertanya langsung pada tuan Alan" ucap bik Sumiarti dengan nada sopannya.
"yah..... padahal aku sangat ingin tahu bik. bik Sumiarti tolong beritahu padaku...... aku sangat penasaran" dengan nada memohon Shafira berkata pada bik Sumiarti.tak lupa juga wajahnya yang di buat selucu mungkin berharap agar bik Sumiarti menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
Bik Sumiarti tentu saja tidak bisa menolak,melihat wajah sang majikan yang sangat lucu ia pun menyerah.
"Baiklah akan saya katakan nyonya,tapi nyonya harus janji dulu tidak akan kecewa ya..... dan jangan katakan pada siapapun,ini rahasia kita berdua" ucap bik Sumiarti.
"iya bik... cepat katakan padaku"
"sebenarnya tuan Alan tidak punya keyakinan apapun..... bisa di katakan tuan Alan "Atheis" atau tidak yakin adanya tuhan.hanya itu yang saya ketahui nyonya" bik Sumiarti mengakhiri ucapannya.
Shafira sangat tahu apa itu Atheis,orang yang tidak punya keyakinan apapun dengan adanya tuhan, Shafira mengerti itu.namun yang tidak ia mengerti adalah kenapa Alan tidak memberitahunya masalah ini.Alan yang selama ini ia kenal dengan sosok pria yang baik dan tiba-tiba pikiran itu langsung hilang ketika mendengar bahwa Alan adalah salah satu orang yang tidak mengenal adanya tuhan.
"Nyonya ayo kita masuk ke dalam ini sudah sore" lamunan Shafira lenyap ketika bik Sumiarti mengajaknya masuk ke dalam mansion dan tentu saja Shafira menurut tanpa mengucapkan satu katapun.
flashback off
Entah ingin marah atau bersabar, Raffles tidak mengerti.selama ini ia dan Alan dengan susah payah menutupi masalah ini dari Shafira.namun siapa sangka Shafira akan mengetahuinya dari orang lain dan itu bukan Alan atau dirinya.dapat Raffles simpulkan bahwa Shafira kabur dari mansion karena masalah ini.
jika Alan tau tentang video ini,mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi pada bik Sumiarti.namun ia tidak akan Alan melukai bik Sumiarti karena selama ini,bik Sumiarti sudah banyak berjasa di kehidupannya maupun Alan.
Raffles akan melakukan apapun untuk menemukan Shafira tanpa memberitahu Alan apa yang sebenarnya terjadi pada Shafira.ya,hanya itu yang bisa ia lakukan untuk saat ini.
__ADS_1