
Saat ini,masih di perusahaan hotel GRENUSA tepatnya di dalam ruangan CEO, terlihat Alan maupun Shafira yang tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.Alan sangat kompeten dalam mengerjakan sesuatu karena menurutnya bekerja dengan profesional sangat di butuhkan di dunia kerja.
Begitu juga dengan Shafira,cerdas dan kompeten sangat di butuhkan agar dirinya bisa seimbang dengan bosnya siapa lagi jika bukan seorang Alan. Shafira meregangkan tangannya saat ia telah menyelesaikan semua pekerjaannya.kemudian matanya melihat jam yang ada di tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang yang artinya ini sudah memasuki jam makan siang.setelah itu matanya melirik ke arah Alan yang masih saja terlihat sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.Shafira yang melihat itu langsung beranjak dari duduknya dan menuju ke arah Alan,berniat untuk memperingatkan pada Alan agar makan siang terlebih dahulu.
Alan yang merasa Shafira sudah berdiri di depannya langsung mendongakkan kepalanya agar dirinya bisa menatap wajah Shafira,karena saat ini posisinya yang duduk sangat sulit untuk menatap wajah Shafira yang berdiri di hadapannya.
"ada apa?kenapa berdiri di hadapanku" tanya Alan pada Shafira yang berdiri di hadapannya dan hanya terhalang oleh meja kerja.
"Maaf Tuan,saya hanya ingin memberitahu anda bahwa waktu sudah memasuki jam makan siang,sebaiknya anda makan siang terlebih dahulu.saya sudah memesankan anda makanan dan mungkin sebentar lagi akan tiba" jawab Shafira panjang kali lebar dan Alan hanya bisa diam saat Shafira berbicara tanpa jeda sedikitpun.namun,bukan itu alasan Alan hanya diam dari tadi,melainkan dirinya terpesona dengan keterampilan yang di miliki oleh Shafira.Alan akui,Shafira memang tipikal gadis yang mandiri dan cerdas,semua yang di lakukan Shafira sesuai dengan kriteria gadis impiannya.Alan memang tidak tau apa itu cinta namun bukan berarti dirinya tidak punya kriteria wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti.semua kriteria itu sudah berada di dalam diri Shafira,namun untuk saat ini Alan tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan, apalagi ini mengenai pendamping hidup.
__ADS_1
"Tuan,apa anda masih mendengarkan saya?" tanya Shafira sambil melambaikan tangannya di depan Alan.
"oh ya apa,apa yang baru saja kau katakan?" jawab Alan gelagapan karena beberapa saat yang lalu dirinya melamun dan tidak tau apa yang baru saja Shafira katakan.
"Tidak ada,saya hanya minta izin kepada anda untuk keluar sebentar agar saya bisa mengambil makanan di lobi" jawab Shafira dengan suaranya yang lembut.
"Oh oke,baiklah saya izinkan tapi jangan terlalu lama karena mungkin nanti saya membutuhkanmu" ucap Alan dengan suara tegasnya.
***********
__ADS_1
Saat ini,Shafira berada di dapur perusahaan khusus karyawan yang berada di lantai satu.setelah makanan tiba beberapa saat yang lalu,Shafira memang berniat untuk langsung meletakkan makanan ke atas piring agar ia bisa langsung menyajikannya untuk Alan nanti.
Saat Shafira tengah asik meletakkan semua makan ke atas piring yang ada di atas meja, tiba-tiba saja ia mendengar orang berbicara di balik sebuah pintu yang berada di sudut ruangan dan sedikit terbuka.dengan langkah yang perlahan Shafira mendekat ke arah pintu agar ia bisa mendengar dengan jelas dan sepertinya hanya ada dua orang di dalam ruangan itu,terdengar dari kedua suara yang berbeda.
"setelah ini apa yang harus kita lakukan?"
"sesuai yang di perintahkan,kita harus membunuhnya"
Shafira yang sedang menguping itu langsung menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
__ADS_1
"siapa yang akan mereka bunuh dan apa tujuan mereka membunuh orang itu?" batin Shafira dan masih banyak pertanyaan yang muncul di kepala Shafira saat ini dan Shafira masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar.jika benar apa yang di dengarnya bahwa kedua orang itu ingin membunuh seseorang,maka dirinya harus mengehentikan niat jahat mereka.
Bersambung.