CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 41


__ADS_3

Saat ini,di suasana malam yang dingin,Shafira terbangun dari tidur lelapnya.mata yang semula terpejam kini terbuka secara perlahan,dilihatnya langit-langit ruangan yang berwarna putih yang sangat terang akibat cahaya lampu.kemudian Shafira menolehkan kepalanya ke kanan karena merasa bahwa ada sesuatu yang menggenggam tangannya, dan benar saja Shafira dapat melihat Alan yang sedang tidur dengan posisi duduk di kursi dan tangan yang menggenggam tangan kanannya.


"Kenapa tuan Alan masih di sini dan bukannya pulang ke rumah,apa mungkin dirinya menjagaku seharian ini?" gumam Shafira pada dirinya sendiri.setelah mengatakan itu,Shafira kembali terdiam sambil memandang wajah Alan yang tengah terlelap itu.


****************


Sedangkan di rumah, Raffles saat ini sedang makan malam dengan di temani maid wanita tertua yaitu bik Sumiarti yang berdiri di sampingnya.Raffles makan dengan tenang dan santai tanpa ada suara sedikitpun.


Tak lama kemudian, Raffles menyelesaikan makannya karena perutnya sudah terisi penuh.setelah membersihkan mulutnya dengan tisu,dirinya baru teringat kepada tuannya yang berada di di rumah sakit dan mungkin belum makan apapun.


"Bik,tolong buatkan bekal dan ambil beberapa pakaian untuk tuan Alan dan nona Shafira karena mungkin besok nona Shafira sudah boleh pulang" titah Alan kepada Bik Sumiarti.


"Baik tuan,akan saya siapkan" jawab bik sumiarti dan kemudian membungkukkan badannya beberapa detik untuk memberi hormat pada Raffles.sedangkan Raffles langsung melangkahkan kakinya untuk bersiap karena dirinya harus mengantarkan baju dan makanan untuk Alan dan Shafira yang berada di rumah sakit.


"tolong kalian bersihkan meja makan sekarang" titah bik Sumiarti kepada beberapa maid yang membantunya sebelum dirinya pergi untuk menyiapkan makanan dan baju sesuai yang di perintahkan oleh Raffles.


Di ruang tamu, Raffles santai duduk di sofa sambil menunggu bik Sumiarti yang sedang menyiapkan keperluan Alan dan Shafira.tak lama menunggu, akhirnya terlihat bik sumiarti yang sedang berjalan ke arahnya sambil membawa rantang makanan di tangan kirinya sedangkan di tangan kanannya membawa dua buah paper bag yang mungkin berisi pakaian Alan dan Shafira.


"ini tuan,makanan dan pakaian untuk tuan Alan dan nona Shafira sesuai dengan perintah anda" ucap bik sumiarti sambil menyodorkan kedua tangannya.


"oh ya, terimakasih bik" jawab Raffles sambil tangannya mengambil rantang makanan dan paper bag yang berada di tangan bik Sumiarti.


"saya akan pergi ke rumah sakit,tolong jaga rumah ya bik" lanjut Raffles.

__ADS_1


"Baiklah tuan,tolong sampaikan salam saya untuk nona Shafira dan semoga nona Shafira cepat sembuh agar kembali ke rumah ini lagi" ujar bik Sumiarti dan kemudian ia membungkukkan badannya.


"akan saya sampaikan" jawab Raffles dan kemudian dirinya bergegas melangkahkan kakinya keluar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobilnya yang memang terparkir di halaman rumah.


Setelah meletakkan rantang makanan dan paper bag di kursi penumpang, Raffles langsung mengendarai mobilnya perlahan keluar dari gerbang utama rumah.satpam yang berjaga di gerbang langsung menunduk hormat saat melihat mobil Raffles keluar dari gerbang utama.Raffles mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal untuk menuju rumah sakit,karena dirinya takut jikalau tuan dan Shafira kelaparan akibat menunggu dirinya terlalu lama.


Setengah jam setelah menempuh perjalanan akhirnya mobil yang di kendarainya telah sampai di parkiran rumah sakit.Raffles memarkirkan mobilnya terlebih dahulu dan setelah ia melepas sabuk pengaman barulah Raffles turun dari mobil kemudian dirinya membuka pintu kursi penumpang mobil untuk mengambil makanan dan paper bag yang ia bawa.


****************


Saat ini dirinya baru tiba di depan pintu ruangan Shafira dan langsung saja tangan kanannya tergerak untuk memutar kenop pintu.saat pintu terbuka lebar barulah Raffles masuk dan matanya dapat melihat Shafira yang berbaring di brankar sambil menonton televisi yang memang di fasilitasi rumah sakit,sedangkan Alan yang masih tidur dengan posisi duduk di kursi samping brankar Shafira.


"selamat malam nona" ucap Raffles.sedangkan Shafira yang memang sudah melihat Raffles masuk langsung mengubah posisinya yang semula tiduran menjadi duduk di atas brankar.


"selamat malam juga tuan" jawab Shafira.


"aku belum mengantuk" jawab Shafira seadanya.


Sedangkan Alan yang samar-samar mendengar percakapan antara Raffles dan Shafira perlahan-lahan membuka matanya.dilihatnya sekeliling,ia masih berada di rumah sakit dan Shafira yang sudah bangun.matanya juga menangkap sosok sekretaris sekaligus sahabatnya yang sudah duduk santai di atas sofa.


"kenapa kau tidak membangunkan ku Raffles?" kata pertama yang di ucapkan Alan sangat membosankan bagi Raffles,apakah Alan tidak merasa bahwa saat ini Raffles tengah menghawatirkan dirinya.tidak,tentu saja Alan tidak akan pernah tau tentang itu.


"anda sangat terlelap tuan,saya tidak tega untuk membangunkan anda" ucap Raffles sambil dan memberikan paper bag yang berisi pakaian Alan.

__ADS_1


"sebaiknya tuan membersihkan diri,saya membawakan anda pakaian" lanjut Raffles sambil tangannya terulur untuk memberikan paper bag yang ada di tangannya.


"terimakasih" jawab Alan sambil tangannya tergerak mengambil paper bag dan matanya saling tatap dengan mata Raffles seakan menyiratkan sesuatu.


lalu dengan langkah gontai Alan berjalan menuju kamar mandi yang ada di sudut ruangan.


"nona,menurut informasi yang saya dapatkan besok anda sudah boleh pulang dan istirahat di rumah" ujar Raffles sambil tangannya mengambil rantang makanan di atas meja sofa dan meletakkannya di atas nakas samping brankar Shafira.


"benarkah! syukurlah sudah boleh pulang,sebenarnya aku bosan di rumah sakit" jawab Shafira dengan ekspresi wajahnya yang berseri-seri.


"sebaiknya anda makan malam terlebih dahulu,saya sudah membawakan makanan dari rumah" ucap Raffles sambil berjalan menuju sofa dan mendudukkan bokongnya.


"woahh terimakasih tuan Raffles,saya akan memakannya bersama tuan Alan" jawab Shafira.


"sebaiknya seperti itu jika tidak,tuan Alan akan marah terhadapmu" ucap Raffles berniat untuk menggoda Shafira.


"siapa yang akan marah" Shafira dan Raffles langsung terlonjak kaget saat Alan tiba-tiba keluar dari kamar mandi dan terlihat kesal karena mereka sudah menggosipkan dirinya.


"maaf tuan" ucap Shafira yang masih dengan rasa kagetnya sekaligus bercampur rasa terpesona dengan penampilan Alan yang tampak segar setelah mandi.


Sedangkan Alan langsung berjalan ke arah Shafira dan langsung duduk di kursi samping brankar Shafira.setelah itu tangannya tergerak mengambil rantang makanan di atas nakas berniat untuk makan malam.kemudian Alan langsung membuka satu persatu rantang susun yang terlihat isinya nasi dan lauk yang berbeda-beda.kemudian Alan segera mengambil satu sendok nasi dan sayur kemudian segera ia menjulurkan tangannya yang memegang satu sendok nasi ke bibir Shafira.Shafira yang bingung tentu saja langsung membuka mulutnya dan barulah Alan memasukkan sendok ke dalam mulut Shafira.


"tuan saya bisa sendiri" ujar Shafira yang merasa tidak enak dengan situasi sekarang.

__ADS_1


"jangan keras kepala Shafira,biarkan saya yang menyuapi-mu" ucap Alan dengan tegas dan kemudian dirinya juga memasukkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya sendiri menggunakan sendok yang sama dengan Shafira.sedangkan Shafira yang melihat itu tentu saja langsung merasa malu,terlihat dari wajahnya yang memerah,dan jangan lupakan Raffles yang mulutnya ternganga melihat adegan yang baru saja terjadi di depan matanya.


Bersambung.


__ADS_2