CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 67


__ADS_3

Sudah sebulan sejak kejadian Alan yang menggoda Shafira waktu itu.sejak itu pula hubungan antara Alan dan Shafira semakin terjalin dengan erat.Tak ada lagi kecanggungan di antara mereka berdua.bahkan Alan semakin gencar menggoda dan mendekati Shafira.


Sedangkan Shafira,ia tidak menyangka bos-nya yang terkesan dingin dan jutek itu bisa humoris juga.bagaimana tidak,setiap kata atau gombalan yang di lontarkan Alan padanya mampu membuat wajahnya memerah malu.


Alan juga sukses membuat Shafira tertawa dan menjadi dirinya sendiri.semua yang ia lakukan adalah bentuk rasa cintanya untuk Shafira.


Apapun akan Alan lakukan agar apa yang ia inginkan tercapai.salah satunya adalah membuat Shafira nyaman saat berada di sisinya.


Seperti saat ini,dirinya sedang memperhatikan Shafira yang terlihat sangat sibuk berkutat dengan alat masak.ya,Shafira memang sedang sibuk untuk memasakkan dirinya kue.itu adalah permintaannya sendiri.


Sedangkan Shafira sudah jengah dengan kelakuan Alan.bukannya membantu, Tuannya itu malah duduk diam di kursi sembari memperhatikan dirinya yang sibuk.


Memang....selama ia bekerja dengan Alan,Shafira jadi tau semua sifat Sang Tuan yang berubah-ubah.kadang Alan sangat baik padanya namun juga sifatnya itu bisa berubah dalam sekejap.


"Tuan Alan.... apa Anda tidak terpikir untuk membantu saya?" seperti biasa,suara lembut itu terdengar sangat lucu saat sang empunya tengah kesal.Alan akui ia tidak bisa berpaling dari Shafira.semua yang ada di dalam diri Shafira,apapun yang Shafira lakukan,Alan akan tetap menyukainya.


"apa yang bisa saya bantu nyonya Alexander? katakan,aku akan melakukan apapun yang kamu perintahkan" suara bas itu terdengar geli di telinga Shafira saat Alan menyebut dirinya dengan "Nyonya Alexander".Perkataan Alan mampu membuat wajah Shafira memerah padam.


Shafira memang sudah terbiasa dengan semua gombalan Alan,termasuk saat Alan memanggil dirinya seperti itu atau saat Alan menyebut dirinya sebagai tunangan di depan karyawan kantor.


Shafira akui,sebulan terakhir bersama Alan,ia mulai nyaman berada di dekat Alan.sedikit demi sedikit hatinya mulai terbuka untuk Sang Tuan.


"hei...... kenapa melamun lagi? akhir-akhir ini kamu sering melamun.Atau jangan-jangan kamu selingkuh dari aku? SHAFIRA JAWAB AKU" Shafira kembali ke alam sadarnya saat tiba-tiba Alan berteriak di hadapannya.Dan jangan lupakan wajah terkejut Shafira yang tidak menyangka Alan akan berteriak di hadapannya.lalu kapan laki-laki ini sudah berada di depannya? bukannya tadi ia masih enteng duduk di kursi,batin Shafira.

__ADS_1


"Tuan Alan.... apa yang anda katakan? kenapa anda memiliki pemikiran seperti itu! jangankan selingkuh teman laki-laki saja saya tidak punya" masih dengan suara merdunya,Shafira berkata sambil menahan emosinya.Shafira tidak habis pikir dengan Alan, bisa-bisanya Alan menuduhnya mempunyai selingkuhan.padahal tidak ada sama sekali.


"Saya hanya sedang fokus membuat kue ini,sehingga mengabaikan anda tuan.maafkan saya telah mengabaikan anda Tuan" lanjutnya.Namun perkataannya itu tentu saja hanya bohong belaka.tidak mungkin kan jika ia mengatakan pada Alan bahwa sedari tadi ia tengah memikirkan Alan.bisa-bisa ia malu setengah mati jika mengatakan yang sebenarnya.


"Tidak apa-apa,harusnya aku yang minta maaf kerena berteriak dan menuduhmu berselingkuh" jika tadi suara Alan berteriak maka sekarang suara itu melembut bagikan sutra.sudah Shafira katakan tadi bukan,mood Alan terkesan cendrung berubah-ubah.Namun sifat Alan seperti itulah yang membuat dirinya nyaman bersama Alan.


Sifat Alan yang kadang lemah lembut terhadap dirinya mampu membuat Shafira salah tingkah.


"Lalu.... apa yang bisa aku bantu?" sadar dari lamunannya, Shafira menatap Alan yang berdiri di sampingnya.


"tolong aduk ini sebentar tuan.... saya ingin mengambil gula" ucapnya Shafira sambil menyerahkan adonan kue ke tangan Alan.


"Baiklah..." dan dengan senang hati Alan menerima adonan kue itu.mengaduk adonan kue sangat mudah bagi Alan,apapun perintah Shafira akan ia lakukan asalkan Shafira tetap berada di sampingnya.


"apa yang ingin kamu lakukan pada gula itu?" Shafira berhenti tepat di hadapan Alan,kemudian ia langsung menuangkan gula ke dalam adonan kue.


"gula ini akan membuat kue menjadi manis" jawab Shafira dengan senyuman yang merekah di bibir indahnya.


"seperti dirimu,iya kan?" kata-kata manis itu keluar dari bibir Alan,tentu saja memuji sang pujaan hati.


Sedangkan Shafira hanya tersenyum seraya mengangguk,memang tidak bisa di pungkiri jika wajahnya memang manis.jadi,ia mengiyakan perkataan Alan.


Senyuman serta anggukan kepala Shafira tidak lepas dari tatapan Alan.menurutnya tingkah Shafira yang seperti itu terkesan lucu di matanya.

__ADS_1


************


Siang telah berganti dengan gelapnya malam.bunyi rintik hujan menambah kesan suasana malam.


Shafira termenung di kamarnya,semua puzzle kehidupan Alan sedikit demi sedikit terkumpul di otaknya.ya,selama sebulan terakhir ia memang mencari tau semua tentang Alan.


Foto serta buku yang ia temukan di ruang kerja Alan sebulan yang lalu,memanglah milik Sang Tuan.menurut info dari bik Sumiarti selaku orang yang telah lama bekerja pada keluarga Alan,foto itu di ambil saat pertama kali Alan berada di Indonesia tepatnya di mansion ini.


Bik Sumiarti juga mengatakan bahwa keadaan mental Alan sangat terguncang,lebih tepatnya Alan memiliki syndrom Post-traumatic Stress Disorder (PTSD).syndrom ini mengacu pada masalah kesehatan mental serius yang dialami oleh beberapa orang akibat dari peristiwa mengejutkan, menakutkan, atau berbahaya yang menyebabkan trauma. Setelah mengalami trauma, sering terjadi perjuangan melawan rasa takut, kecemasan, dan kesedihan.


Entah apa yang di alami oleh Alan saat dirinya masih kecil dulu, sampai-sampai membuat Alan memiliki trauma yang besar.Namun bukan itu yang Shafira pikirkan,ada masalah yang sangat besar antara dirinya dan Sang Tuan.


Masalah ini lebih rumit dari apapun,bahkan mereka tidak akan bisa melaluinya.mungkin jalan satu-satunya adalah dengan perpisahan.


Alan bukan Islam....... ya,perlu di garis bawahi "ALAN BUKANLAH BERAGAMA ISLAM",bahkan informasi ini baru ia dapat satu hari yang lalu.informasi ini membuatnya sedih,hatinya sakit.... lebih dari apapun.


"kenapa hidupku harus seperti ini? kenapa tuhan tidak adil padaku? bahkan saat aku baru saja merasakan kebahagian,engkau jatuhkan lagi ke dalam jurang yang sangat dalam....COBAAN APA LAGI INI?" ia berteriak,ia sakit,ingin mengadu tapi pada siapa? bahkan langit pun merasakan kesedihan ini.Hujan yang tadinya hanya rintik-rintik,kini bahkan semakin deras.menenggelamkan teriakan Shafira yang menggema di kamar yang gelap ini.


Bersambung.


Note:masalah trauma Alan itu sumber dari Mbah Google.jadi maaf jika ada kesalahan.


Happy Reading 🖤

__ADS_1


__ADS_2