CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 60


__ADS_3

pagi menjelang,matahari sudah menampakkan wujudnya di atas langit.pagi ini,Shafira sengaja bangun agak siang,karena dirinya ingin mengulur waktu agar pertemuan yang akan diadakan oleh pamannya sedikit diundur.segala cara telah ia lakukan agar pamannya membatalkan acara perjodohan ini,tapi apalah dayanya,acara perjodohan ini tetap berlanjut seperti yang telah di rencanakan pamannya.


Shafira beranjak dari posisi tidurnya dan jam yang terletak di atas nakas samping tempat tidurnya yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh dini hari.kemudian dengan langkah gontai ia menuju kamar mandi yang memang ada di dalam kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah hampir dua puluh menit, akhirnya Shafira menyelesaikan proses mandinya dan keluar dari kamar mandi dengan berpakaian yang lebih rapi.


Tok Tok Tok


"...." Shafira terdiam saat mendengar pintu kamarnya di ketuk dengan tidak sabaran.Shafira yakin itu pasti pamannya yang mengetuk pintu agar dirinya cepat keluar.dengan langkah perlahan Shafira mendekati pintu kamar dan langsung membukanya.


"kenapa lama sekali Shafira,paman sudah menunggumu dari tadi" ucap paman Shafira dengan nada bicara yang terdengar sedikit kesal.


"Sudah aku katakan aku tidak ingin di jodohkan,lagipula apa hak paman ingin menjodohkan ku?" ucap Shafira dengan suaranya yang sedikit berteriak.


"bersyukurlah pada Tuhan karena aku tidak jadi menjodohkanmu dengan pria tua" ucap paman Shafira lalu setelah itu ia berlalu meninggalkan Shafira yang kesal.apa bedanya?tua atau muda itu tetap saja di jodohkan dan Shafira sangat membenci ini.

__ADS_1


************


Dan sekarang disinilah Shafira dan pamannya berada,di sebuah restoran yang sangat mewah dan nyaman.Shafira dan pamannya sudah duduk enteng di kursinya masing-masing,di meja tempatnya duduk saat ini terdiri dari empat kursi dan duanya lagi akan di duduki oleh calon tunangannya,setidaknya itulah yang dikatakan pamannya beberapa saat yang lalu.


Sudah hampir lima belas menit mereka duduk di meja ini,namun tidak ada tanda-tanda mereka kedatangan tamu.Shafira mengedarkan pandangannya ke segala arah sebelum matanya terfokus kepada dua orang pria yang baru saja memasuki restoran ini.apa matanya tidak salah lihat? apa itu memang tuannya Alan dan Raffles? ahh iya,itu memang Alan dan Raffles,matanya tidak salah lihat.Shafira tersadar dari lamunannya ketika suara pamannya mengatakan sesuatu,sesuatu yang membuat hati serta pikiran Shafira kalut di buatnya.


"nah ini dia calon tunanganmu baru sampai" Shafira tidak menyangka dengan ucapan pamannya.apa yang barusan pamannya katakan? apa ia tidak salah dengar,bagaimana jika benar.


"maaf membuat anda menunggu tuan David" suara itu,suara yang selama ini sudah familiar di telinganya.ya,itu suara Alan dan yang ada di samping Alan saat adalah Raffles.


"Tidak apa-apa tuan Alan,senang bertemu dengan anda" jawab paman Shafira yang ternyata bernama David itu.sedangkan Shafira tidak bergerak sama sekali,ia bingung bahkan sangat bingung saat ini,siapapun tolong jelaskan semua ini pada Shafira.


"....." tidak ada jawaban dari Shafira,ia yang masih setengah syok hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum canggung.


"Bisa saya bicara dengan Shafira sebentar dan hanya berdua saja?" tanya Alan sesaat kemudian setelah ia melihat wajah Shafira yang bingung.pertanyaan dari Alan tentu saja di balas anggukan kepala dengan senang hati oleh David.

__ADS_1


************


Masih di restoran yang sama tetapi dengan meja yang berbeda,Alan dan Shafira sedikit menjauh dari David.


Alan maupun Shafira terdiam beberapa saat namun tidak lama karena Shafira bertanya pada Alan.


"Tuan apa yang terjadi?bagaimana bisa anda kenal dengan paman saya?" tanya Shafira dengan tidak sabaran.


"Maaf Shafira,ini terpaksa saya lakukan karena ada beberapa alasan" jawab Alan.


"alasan apa tuan?Jangan buat saya bungung" ucap Shafira.


"Shafira pertama,saat saya mendengar obrolan terakhir kita di sambungan telepon bahwa akan dijodohkan,saat itulah saya mencari tahu data diri paman kamu dan mungkin kamu tidak akan percaya,tapi pamanmu yang bernama David itu ingin menjual kamu dengan temannya dan ia tidak mengatakan itu padamu.dia hanya mengatakan bahwa ia ingin menjodohkanmu padahal ia telah menjualmu demi uang.dan saat itulah saya sadar bahwa saya tidak rela kamu dimiliki orang lain,saya mencintai kamu" entah perasaan senang atau sedih yang harus dirasakan Shafira saat ini,ia senang sangat sedih ternyata lagi-lagi pamannya memanfaatkan dirinya,ia bagaikan boneka di mata pamannya.shafira juga tidak tahu apakah ia harus senang ketika Alan menyatakan cinta pada dirinya.semua pikiran itu berkecamuk di dalam kepala Shafira sampai akhirnya penglihatannya mulai memudar diiringi dengan kepala yang berdenyut sakit dan kemudian tubuhnya tumbang di dekapan seseorang,Shafira masih bisa merasakan tubuhnya di bopong ala bridal style oleh Alan sebelum matanya tertutup sempurna dan ia tidak tau apa yang terjadi selanjutnya.


Bersambung.

__ADS_1


Note:maaf kalau banyak typo,soalnya author nulis ini udah malam banget dan mata agak mengantuk.


Happy Reading 🖤


__ADS_2