CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 45


__ADS_3

Saat Alan tengah sibuk memandangi Shafira yang sedang bekerja,lain halnya dengan Raffles,di ruangannya saat ini ia sedang duduk di kursinya sambil tangannya sibuk dengan beberapa pekerjaan.ekspresi wajahnya yang terlihat serius tidak mengurangi ketampanannya yang pari purna itu.dengan kemeja yang terbuka dua kancing serta tangan kemejanya yang tergulung sebatas sikunya membuat dirinya bertambah tampan dan seksi.


Saat Raffles sibuk dengan kegiatannya,saat itulah handphonenya yang ada di atas meja berbunyi nyaring.pekerjaan yang belum selesai harus di tertunda terlebih dahulu dan kemudian tangannya tergerak untuk mengambil handphonenya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.Raffles langsung menggeser tombol hijau di layar handphonenya saat tahu yang menghubunginya adalah salah satu detektif yang kemarin sempat ia sewa untuk menyelidiki orang yang mengejar dirinya dan Alan serta Shafira waktu kembali dari rumah sakit.


via telepon on


"kabar baik apa yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Raffles pada seseorang di sebrang telepon.Raffles memang tipe orang yang tidak ingin berbasa-basi serta dirinya tidak akan menerima kabar buruk dari bawahannya,oleh sebab itu semua bawahannya tidak akan membawakan berita buruk kecuali itu sangat mendesak.


"saya beserta bawahan saya sudah menangkap dua orang yang ada di dalam mobil yang mengejar anda waktu itu sedangkan dua orang lagi hilang tanpa jejak" ucap laki-laki di seberang telepon,terdengar dari suaranya yang serak.


"kerja bagus,dua saja sudah cukup untukku.bawa mereka ke tempat yang saya sudah saya kirimkan lokasinya padamu,saya akan ke sana setelah pekerjaan saya selesai" titah Raffles pada laki-laki tersebut.


"Baiklah tuan,akan saya laksanakan" jawab laki-laki di seberang telepon.dan tanpa menjawab ucapan laki-laki itu Raffles langsung memutuskan sambungan telepon.

__ADS_1


Raffles langsung menutup laptopnya dan memasukkan handphonenya ke dalam saku celana serta merapikan kembali kemeja yang di pakainya dan tidak lupa juga tangannya meraih jas yang ada di sandaran kursi lalu memakainya dengan rapi.setelah merasa tidak ada yang tinggal, Raffles langsung berjalan keluar dari ruangannya dan langsung menuju ruangan CEO untuk bertemu dengan Alan.karena ruangan CEO berada di lantai atas,dirinya harus menaiki lift untuk menuju ruangan itu.


Setelah sampai di depan lift, Raffles langsung menekan tombol dan tak lama kemudian pintu lift terbuka dan langsung saja Raffles masuk ke dalamnya.tak lama kemudian pintu lift terbuka kembali pertanda bahwa saat ini dirinya berada di lantai atas.Raffles keluar dari lift dan langsung menuju ruangan yang ada di ujung koridor karena memang di lantai ini hanya ada satu ruangan saja yaitu ruangan CEO.


tok tok tok


Raffles langsung mengetuk pintu ketika ia berada di depan ruangan.tak lama kemudian pintu terbuka lebar menampilkan sosok Shafira yang berdiri di balik pintu.Shafira yang melihat orang yang mengetuk pintu adalah Raffles langsung membungkukkan badannya memberi hormat pada Raffles.


"silahkan masuk tuan" ucap Shafira.


"maaf tuan,ada informasi penting yang harus saya sampaikan" ucap Raffles ketika ia sudah berdiri di depan Alan saat ini.


"ada apa?" tanya Alan.

__ADS_1


"orang yang mengejar kita di jalan waktu itu berhasil di tangkap,menurut informasi hanya dua orang yang tertangkap sedangkan dua orang lagi hilang tanpa jejak" ujar Raffles dengan suaranya yang seperti berbisik,karena di ruangan ini ada Shafira.Alan maupun Raffles tidak mau membuat Shafira merasa tidak nyaman berada di dekat mereka.


"kalau masalah ini aku serahkan padamu,kau sudah lama mengenalku,aku tidak mau berurusan dengan masalah yang seperti ini" ucap Alan sambil menyenderkan kepalanya di sandaran kursi serta tangan yang terlipat di dada.


"Baiklah,aku hanya ingin memberi informasi itu pada anda.setelah ini aku akan pergi dan mungkin akan pulang larut malam,jadi aku tidak bisa menemanimu kembali ke rumah.seperti yang aku katakan,ada sepuluh bodyguard yang akan menjagamu dan mereka semua sudah terlatih" ucap Raffles pada Alan.sedangkan Alan yang mendengar itu langsung tersenyum dan kemudian jari telunjuknya bergerak seakan menyuruh Raffles mendekat padanya.


"pergilah dan puaskan hasrat-mu,jangan khawatirkan aku" jawab Alan dengan berbisik di telinga Raffles.Raffles yang mendengar ucapan Alan langsung tersenyum sinis dan kembali ke posisi tegapnya.


************


Jauh di dalam hutan dan pemukiman warga,terlihat sebuah rumah tua yang tampak tak berpenghuni.rumah yang sudah usang itu terlihat menyeramkan dan sunyi,sebuah pohon besar tampak berdiri kokoh di depan rumah itu.dengan gerbangnya yang terlihat sudah berkarat dan di kelilingi rumput-rumput liar serta pohon-pohon yang besar.


Semua orang yang melihat rumah ini mungkin akan lari terbirit-birit lantaran suasana di sekitar rumah sangat mencekam di tambah letak rumah ini berada jauh di dalam hutan.menyeramkan,mencekam,serta sunyi,itulah gambaran suasana di sekitar rumah yang tak berpenghuni ini.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2