CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 56


__ADS_3

"Bagaimana keadaan saudara saya dok? tanya Alan dengan perasaan menggebu-gebu.


"saudara anda baik-baik saja dan operasinya berjalan dengan lancar.kalian bisa melihatnya setelah ia dipindahkan ke ruang perawatan" jawab dokter dengan tersenyum lebar dan Alan yang mendengar itu langsung menghela nafas lega dan begitu juga dengan Shafira.


Setelah itu mata kedua orang itu melihat suster yang mendorong brankarRaffles.Kemudian Alan dan Shafira langsung mengikuti suster yang membawa brankar Raffles untuk di pindahkan ke ruang perawatan.


Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah ruangan VIP rumah sakit yang memang sengaja Alan pesan demi kenyamanan Raffles,dirinya maupun Shafira yang nanti akan menjaga Raffles.


"Terimakasih suster" ucap Shafira sesaat setelah dua orang suster itu meletakkan brankar Raffles pada tempatnya.


"sama-sama nona,kalau begitu kami permisi" jawab salah satu suster yang agak lebih tinggi dari suster di sebelahnya.


"Shafira jika mengantuk,kamu bisa tidur di sofa itu" ujar Alan setelah sekian lama ia terdiam dan hanya duduk di kursi samping brankar Raffles.


"Baik tuan" jawab Shafira dan sebenarnya memang mata Shafira sangat mengantuk karena waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.kemudian Shafira langsung berjalan melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di sudut ruangan dan langsung membaringkan tubuhnya di sofa yang berukuran jumbo itu sehingga tubuhnya yang kecil sangat pas di sofa itu.Tak butuh waktu lama,Shafira sudah memejamkan matanya dan sudah terjun ke dalam mimpinya yang indah.


Sedangkan Alan,belum berniat untuk tidur karena matanya masih terjaga.lalu kemudian ia beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar ruangan.


setelah keluar dari ruangan,meninggalkan Shafira dan Raffles,Alan langsung mengotak-atik handphonenya berniat untuk menelpon seseorang.

__ADS_1


"Tolong selidiki kejadian yang menimpa Raffles beberapa jam yang lalu,kau bisa melihat cctv yang ada di perusahaanku" ucap Alan ketika teleponnya terhubung.


"Baik tuan akan saya laksanakan,lalu bagaimana keadaan bos Raffles tuan?" jawab seseorang laki-laki di seberang telepon terdengar dari suaranya yang besarnya.


"Raffles baik-baik saja,segera lakukan tugas mu Richard" titah Alan pada Richard.


"baik tuan" jawab Richard dan kemudian Alan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Tut Tut


Kemudian setelah ia mematikan sambungan teleponnya,Alan langsung masuk kembali keruangan Raffles. setelah itu Raffles melangkahkan kakinya menuju sebuah sofa panjang yang berseberangan dengan sofa yang ditiduri oleh Shafira.tak lama kemudian Alan juga menyusul Shafira yang sudah terlelap.


**************


"Anda sudah bangun tuan" Alan yang mendengar suara Shafira langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang asisten.kemudian mata Alan dapat melihat Shafira yang tengah membereskan pakaian Alan sambil duduk di atas sofa.


"iya,kalau belum bagaimana mungkin mataku terbuka" jawab Alan dengan wajah kusut dan rambut yang acak-acakan.


"hehe iya juga ya,maaf tuan saya kan hanya bertanya" timpal Shafira.

__ADS_1


"..." tidak ada tanggapan dari Alan melainkan ia langsung beranjak dari duduknya dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi karena sedari tadi ia sudah menahan kencing yang sudah di ujung tanduk.


Sedangkan Raffles yang melihat pertengkaran kecil antara Alan dan Shafira hanya menahan senyumnya karena menurut Raffles mereka berdua sangat lucu seperti sepasang suami-istri yang sedang bertengkar kecil.ya, Raffles memang sudah bangun sejak beberapa saat yang lalu bahkan ia lebih dulu bangun ketimbang Shafira.


Shafira maupun Raffles langsung menoleh ke arah pintu saat pintu terbuka dan menampilkan seorang lelaki paruh baya dengan kemeja putih di badannya.


"selamat siang tuan dan nona"


"selamat siang dok" jawab Shafira yang membalas sapaan lelaki itu yang ternyata adalah seorang dokter.


"bagaimana dengan tangan anda tuan Raffles?" tanya dokter itu sambil memeriksa infus yang tergantung di tiang penyangga infus.


"sudah agak mendingan dok" jawab Raffles.


"baiklah kalau begitu,saya kesini hanya untuk melihat keadaan anda dan jangan lupa minum obat ya tuan,sebentar lagi suster akan mengantarkan makanan" ucap dokter itu.


"baiklah dok"


"terimakasih dokter" ucap Shafira sambil mengantar dokter itu sampai depan pintu ruangan.

__ADS_1


Dan saat Shafira membalikkan badannya ia terkejut dengan apa yang ia lihat.matanya membulat tak percaya dengan penglihatannya,sungguh jika sekarang ia mempunyai kantong ajaib Doraemon maka ia akan mengeluarkan pintu kemana saja untuk menghilang dari ruangan ini tapi sekarang tidak ada yang bisa ia lakukan selain menutup matanya rapat-rapat.


Bersambung.


__ADS_2