
Anton menghela napas lalu menatap perempuan yang dulu selalu tersenyum kepadanya kini hanya wajah datar tanpa ekspresi yang ia lihat,manik mata coklat yang dulu selalu memujanya kini berganti tatapan tidak suka yang ia pancarkan.
"nad sebenarnya gue emmmm aku mau minta maaf sama kamu karena udah khianatin hubungan kita dulu,kalo Ayla gak menggoda aku mungkin semuanya gk bakalan terjadi,dan aku mengakui aku sangat menyesal,aku sungguh minta maaf sama kamu"sesal Anton
Nadira menatap Anton dengan lekat lalu membuka suaranya.
"aku sudah memaafkan mu"jawab Nadira
"sungguh"Anton yang sedang menunduk langsung tersenyum cerah.
"ya aku sudah memaafkan mu,aku tidak mau menyimpan dendam,itu hanya akan menyakiti diriku saja,lagian hubungan itu sudah lama usai jadi untuk apa aku masih menyimpan dendam"
"apa km mau memberi kesempatan untuk ku"
"memaafkan bukan berarti harus kembali,lagian aku sudah nyaman dengan hidupku yang sekarang,dan mau kamu kemana kan wanita mu itu"
Anton hanya terdiam mendengar jawaban Nadira.
__ADS_1
"baik lah tapi bisakah kita berteman"tanya anton
Nadira berpikir sejenak,sebelum Nadira menjawab handphonenya berbunyi dan langsung mengangkatnya setelah melihat siapa si penelepon.
"baiklah aku akan pulang"lalu Nadira mematikan sambungan telepon.
"maaf aku harus pulang tuan Anton,mungkin kita cukup bicara sampai di sini"Nadira langsung beranjak dari duduknya dan meninggalkan Anton,Anton hanya memperhatikan punggung mulus Nadira yang mulai menjauh dari pandangannya
"gue pasti dapetin loe lagi nad apa pun caranya"ucap Anton bertekad dalam hati
jam 8 malam arya sudah rapih dengan stelan jasnya berwarna navi yang membalut tubuhnya yang atletis,wajar saja Arya selalu olahraga rutin setiap hari weekend,yang membuat badannya semakin gagah.
di depan mansion Arya sedang terduduk di depan mobil sportnya sambil sesekali melihat jam yang berada di pergelangan tangannya,ia lebih memilih menunggu di depan mansion dari pada masuk ke dalam karna ia sangat malas untuk bertemu ayah tirinya,
tak lama rose datang menghampiri Arya yang sedang kesal menunggunya dengan baju rancangan desainer ternama,sambil menenteng tas Hermes keluaran terbaru,
ayo son kamu sangat sangat lama sekali Momy lama menunggu kamu"ucap wanita yang sudah tak lagi muda itu sambil berlalu membuka pintu mobil.
__ADS_1
Arya yang mendengar itu melongo mendengar perkataan sang Momy,apa momy nya tidak salah bicara,dia yang menunggu tapi momy nya yang mengoceh.
"Arya kenapa malah bengong di situ,ayok masuk Momy sudah terlambat nih"Arya pun memasuki mobilnya.
mom kenapa tidak sama suamimu saja,kenapa harus sama aku sih"Arya enggan menyebut ayah tirinya dengan sebutan ayah atau pun papi dia sangat tidak suka.
"ah kamu,momy kan pengen perginya sama anak Momy yang ganteng ini" ucap rose sambil mencolek dagu arya.
ih Momy apa apaan sih aku bukan anak kecil yang di colek segala"Arya sangat kesal karena sang Momy sering memperlakukannya layaknya anak kecil.
lalu Arya melajukan mobilnya meninggalkan halaman mansion,
tak jauh dari sana beni memperhatikan dari balkon yang menghadap ke luar,ia dari tadi memperhatikan dari atas sana, setelah mobil yang di tumpangi Arya dan rose menjauh beni menghela napas,hatinya sangat sedih melihat sang anak tiri yang tak pernah menganggap dirinya,ia sangat menginginkan seorang anak tapi apalah daya ia di nyatakan mandul.
bersambung......
jangan lupa like komen and vote karena author jadi semangat lagi buat lanjutin ceritanya.
__ADS_1