CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 33


__ADS_3

Saat ini di rumah Alan,seluruh pelayan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing,begitu juga dengan Shafira yang saat ini sibuk merayu Alan untuk memberinya sedikit waktu agar dirinya bisa keluar dan menemui sahabatnya.


"ayolah tuan,tolong beri saya sedikit waktu untuk keluar" ucap Shafira dan ini adalah yang kesekian kalinya.


"kamu keluar untuk apa? agar bisa bersenang-senang dengan temanmu itu,tidak usah keluar di sini banyak teman yang bisa kamu ajak bicara.lihat,di sini ada bik sumiarti dan pelayan wanita lainnya" ucap Alan dengan tenang tanpa ada kemarahan di wajahnya sedikitpun.


"tuan ini beda,saya sudah lama tidak bertemu dengan sahabat saya.tolong izinkan saya tuan,saya janji tidak akan lama kok" jawab Shafira lagi dan kali ini Shafira berbicara dengan duduk di lantai dengan kedua tangannya yang memohon kepada Alan.sedangkan Alan yang melihat Shafira memohon pada dirinya perlahan-lahan hatinya luluh dan merasa kasihan dengan Shafira.mungkin dirinya selama ini sudah keterlaluan dengan mengekang kebebasan Shafira,pikir Alan.


"oke baiklah,saya izinkan kamu untuk menemui teman kamu tapi kamu harus di antar sopir dan harus pulang sebelum jam lima sore" ucap Alan dengan melihat jam di tangannya yang saat ini sudah menunjukkan pukul tiga sore yang artinya Shafira hanya mempunyai waktu dua jam dari sekarang.


"terimakasih tuan" ucap Shafira dengan girang,saking bahagianya Shafira tidak sadar tangannya sudah memegang lengan Alan,sedangkan Alan yang melihat tangannya di pegang oleh Shafira entah kenapa ada sesuatu dari dalam dirinya yang bergejolak dan jantung berdetak dua kali lebih cepat.perasaan apa yang sedang aku rasakan saat ini,pikir Alan.


"Baiklah tuan kalau begitu saya permisi,saya janji akan membawakan anda kue yang enak saat pulang nanti dan saya janji tidak akan pulang telat" ucap Shafira dan setelah itu dengan sedikit berlari Shafira menuju kamarnya untuk mengambil dompet serta handphone.sedangkan Alan hanya memandangi Shafira yang terlihat sangat bahagia.


Tak lama setelah itu Shafira kembali lagi dengan tas dan pakaian yang lebih rapi.sekali lagi jantung Alan seakan mau keluar dari tempatnya saat melihat Shafira yang terlihat cantik dengan polesan make up tipis.Shafira terlihat sangat cantik saat memakai make-up ataupun tidak,begitulah menurut Alan.


"saya permisi tuan" ucap Shafira yang sudah berada di depan Alan.Shafira memang melewati Alan karena saat ini posisi Alan sedang duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"silahkan dan ingat janji mu nona Shafira" ucap Alan dengan sedikit senyuman menyeringai dan itu sama sekali tidak membuat Shafira takut melainkan ia merasa lucu dengan ekspresi wajah Alan.


"yah tentu saja, akan saya ingat tuan Alan yang terhormat" jawab Shafira dengan tangan kanannya yang membentuk tanda hormat pada Alan.setelah itu ia langsung berjalan dengan sedikit berlari keluar dari rumah Alan.saat Shafira keluar terlihat seorang sopir yang sudah menunggunya sedari tadi dan ketika melihat Shafira keluar sopir itu langsung membukakan pintu mobil agar Shafira bisa masuk.


"terimakasih pak Jefri" ujar Shafira yang berterimakasih kepada sopir yang sudah bersedia membukakan pintu dan mengantarnya pergi.


"sama-sama nona" jawab sang sopir yang ternyata bernama Jefri.


"kemana tujuan kita nona?" tanya pak Jefri pada Shafira.


"ke alamat xxxx ya pak" ucap Shafira yang menyebutkan alamat yang akan di tuju.


Sepeninggal Shafira,Alan hanya sibuk dengan pekerjaan yang ada di laptopnya,tangannya sibuk menyalin beberapa berkas yang masuk ke email-nya.saat sedang asik dengan pekerjaan yang bertumpuk, Alan mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah.kenapa Shafira kembali lagi,apa ada sesuatu yang tertinggal,pikir Alan yang mengira itu adalah mobil Shafira yang kembali lagi.


"kenapa kembali lagi Shafira,apa ada sesuatu yang tertinggal" ucap Alan tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop dan tidak menyadari kalau yang kembali bukan Shafira melainkan Raffles yang baru saja kembali dari kantor.


"maaf tuan,saya Raffles bukan nona Shafira" ucap Raffles dengan suaranya yang dingin seperti es.

__ADS_1


sedangkan Alan yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah Raffles yang sudah duduk di sofa depan Alan.


"ekhemm saya kira Shafira,ternyata kamu Raffles" ucap Alan yang merasa malu dan berpura-pura sedikit batuk untuk menghilangkan sedikit rasa malunya.


"it's okey,tidak masalah.ah aku belum memberitahumu bahwa kita belum bisa kembali ke AS" ucap Raffles.


"why?apa ada masalah" jawab Alan.


"tidak ada,karena di sini masih banyak pekerjaan.itu saja masalahnya." ucap Raffles dengan singkat,padat dan jelas.


"benarkah! kalau begitu secepatnya di selesaikan Raffles,aku ingin kembali ke AS.aku merindukan Daddy dan mommy,apa kau tidak merindukannya?" ucap Alan yang to the point bahwa ia sangat merindukan orang tuanya.


"aku? hmmm...mungkin sedikit" jawab Raffles dan kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.


"aku juga merindukan pelukan hangat-mu kak" gumam Alan saat Raffles sudah pergi meninggalkannya.


"sangat sayang,aku merasakan pelukan itu hanya sekali" lanjut Alan yang mengingat dulu saat ia kecil di peluk oleh Raffles.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2