
"Tidak salah lagi,wanita inilah yang selama ini bos cari" gumam pria itu,lalu ia berniat mengetuk pintu sebelum pergelangan tangannya di genggam seseorang.
"Apa yang kau lakukan di depan toilet wanita?" Aaron bertanya dengan suaranya yang dingin.ya,pria yang menggenggam tangan itu adalah Aaron.sebenarnya ia berniat menyusul Shafira karena wanita itu membuatnya menunggu lama,tapi siapa sangka ia bertemu seorang pria yang mengintip seperti cenayang ini.
"Bukan urusanmu" jawab pria itu dengan ketus.
"Siapa kau sebenarnya?" Aaron kembali bertanya,ia sudah kelewat sabar menghadapi pria ini.
"Kau tidak perlu tau siapa aku! lepaskan!! Nona Shafira keluar dan pergilah ke parkiran restoran ada seseorang yang menunggu anda disana!!" Pria itu berteriak dengan sekuat tenaga.
Shafira yang masih di dalam terkejut dengan teriakan itu,siapa pria yang berteriak itu? Dan siapa yang menunggunya di parkiran restoran? semua pertanyaan itu terus berputar di otaknya.
Tidak ingin berpikir panjang,Shafira langsung menerobos keluar dan matanya menangkap seorang pria bertubuh kekar sedang di tahan oleh Aaron.
"Nona Shafira larilah secepat mungkin,saya akan menahan pria ini! " Masih dengan sedikit berteriak pria itu menyuruh Shafira lari.
Shafira bingung namun juga ia berpikir cepat,mungkin inilah kesempatan untuk bisa kabur dari Aaron. Tanpa berpikir panjang lagi Shafira segera berlari keluar dari toilet,kebetulan sekali outfitnya hari ini memakai sepatu,jadi larinya cukup cepat.
__ADS_1
Aaron yang melihat Shafira berlari menjauh berniat ingin mengejar namun tubuhnya sudah terlebih dahulu di tendang oleh pria itu dan jatuh tersungkur ke lantai.
"Kau bisa memanggilku Seven" ucap pria itu yang ternyata bernama Seven.
"Dasar BRENGSEK" geram Aaron lalu bangkit dan berniat membalas pukulan Seven.
Brukk
Seven jatuh tersungkur akibat tendangan di perut yang di layangkan oleh Aaron,mulutnya mengeluarkan darah saking kerasnya pukulan itu.tidak ingin menyerah ia mengeluarkan sebuah pistol kecil dari balik bajunya dan......
Dorrrr
Kemudian ia menyimpan kembali pistol hitam itu ke saku pinggangnya.matanya melihat Aaron yang kini kesakitan dengan tangan kiri memegang bahu kanannya yang berlumur darah,dengan acuh ia meninggalkan Aaron namun sebelum itu ia sempat menendang kembali perut Aaron membuat pria itu jatuh pingsan.
************
Shafira berhenti dari larinya saat sudah mencapai pintu keluar,ia bingung juga takut.siapa pria yang menyuruhnya berlari? Pertanyaan itu terus berputar di otak kecilnya.
__ADS_1
Saat tengah perang dengan pikiran itu,ia di kejutkan dengan adanya sosok pria yang berdiri di hadapannya.bukan,bukan pria yang berteriak menyuruh dirinya untuk berlari tadi melainkan ini seorang pria yang ia kenal.
Pria yang dengan setia melayani tuannya dan siap mengabdi seumur hidup,ya pria ini si tuan jutek Raffles.
Dengan perasaan yang senang sekaligus takut,Shafira tanpa sengaja langsung memeluk tubuh kekar Raffles,sedangkan pria itu berdiri dengan tubuh yang kaku.
Raffles yang selama ini tidak pernah bersentuhan dengan wanita dan sekarang tiba-tiba saja wanita yang sudah membuat tuannya uring-uringan itu memeluk erat dirinya.
"Nona?" sadar dari lamunannya Raffles langsung melepaskan diri dari pelukan Shafira.
"Hiks hiks hiks....., ke-kenapa kau di-disini?" dengan berderai air mata,Shafira bertanya pada Raffles sambil tengan kanan menyeka air mata yang jatuh tak henti itu.
"Maafkan saya nona,saya terlambat menyelamatkan anda" jawab Raffles dengan kepala yang tertunduk.
"A-aku ingin pu-pulang hiks hiks hiks" Raffles mengangkat wajahnya,ia tahu betapa tersiksanya Shafira saat ini,batinnya mungkin saja terluka.ia berjanji akan membuat perhitungan pada orang yang sudah menyekap Shafira dan sudah memperlakukannya dengan buruk,tekad Raffles.
Bersambung.
__ADS_1
Teman-teman, adik-adik, kakak-kakak,siapapun yang baca ini,tolong support author ya๐
Terimakasih sebelumnya buat yang udah setia baca cerita receh ini ๐