
Saat ini di kantor GRENUSA,di sebuah ruangan Alan sedang menjalani meeting dengan klaen penting.matanya fokus pada seseorang yang sedang presentasi di depan,tetapi pikirannya tertuju pada Shafira.Alan memikirkan bagaimana nasib Shafira yang sedang kehujanan sedangkan mobil yang di kendarai-nya sedang mati entah apa kendalanya.pikiran Alan tidak lagi fokus pada apa yang sedang di presentasikan Klaen-nya melainkan pikirannya hanya tertuju pada sang asisten.
Raffles yang sedari tadi duduk di sebelahnya terus memperhatikan tingkah Alan,merasa bahwa Alan tidak sedang baik-baik saja.entah apa yang sudah terjadi kepada Alan dan Shafira saat menuju kantor yang dirinya tidak ketahui.pusing memikirkan masalah tuannya, pandangan Raffles kembali terfokus pada klaen yang sedang presentasi di depan.
"Baiklah tuan Alan,apakah anda setuju dengan apa yang sekretaris saya presentasikan hari ini? kita sama-sama mendapatkan keuntungan yang sangat besar jika perusahaan kita bekerja sama,saya harap anda menyetujuinya" ucap seorang pria yang sudah setengah paruh baya yang sepertinya adalah pimpinan dari perusahaan yang ingin bekerjasama dengan perusahaan Alan.
"tuan apa anda baik-baik saja?" ucap Raffles yang menegur Alan lantaran Alan tidak menjawab pertanyaan dari klaen melainkan dirinya sibuk melamun.baru kali ini Raffles melihat Alan yang melamun saat ada meeting penting,sebelumnya Alan tidaklah seperti ini,pikir Raffles.
"apa? ya aku baik-baik saja" Alan yang tersadar dari lamunannya langsung menjawab pertanyaan dari Raffles.
"tuan Mario bertanya,apakah anda setuju untuk melanjutkan kerjasama ini?" ujar Raffles yang mengulang perkataan pria tengah baya yang ternyata bernama Mario.
"aaah seperti itu!" jawab Alan.
"ya tuan Alan,menurut saya jika perusahaan kita bekerjasama maka kita akan mendapatkan keuntungan yang sama-sama besar" jelas tuan Mario yang sedang duduk di depan Alan.
__ADS_1
"benarkah! perusahaan kita akan bekerjasama sama tuan Mario,asalkan tidak ada kecurangan dalam kerjasama ini karena saya sangat benci dengan kecurangan" ujar Alan.Alan memang anti terhadap kecurangan,dirinya sangat belajar dengan kejadian yang hampir membuat perusahaannya di ambang kehancuran.
"saya jamin perusahaan kami sangat berkualitas tinggi tuan,tidak akan ada kecurangan dalam kerjasama ini" jawab tuan Mario dengan sangat percaya diri.
"kau sangat percaya diri tuan Mario" ucap Alan dan tentu saja itu hanya gurauan semata-mata untuk mencairkan suasana yang sempat tegang.
"saya sangat tersanjung atas pujian yang anda berikan kepada saya tuan Alan" jawab Mario dengan tertawa ringan.sedangkan Alan juga tertawa ringan mendengar jawaban dari Mario rekan kerjanya.
"Baiklah kalau begitu,saya sangat terhormat bisa bekerjasama dengan perusahaan anda tuan Alan" ucap Mario sambil berdiri dari duduknya dan menjulurkan tangannya berniat untuk bersalaman dengan Alan sebagai jalinan kerja sama.sedangkan Alan yang melihat Mario sudah berdiri,langsung saja dirinya menyusul untuk berdiri dan menyambut uluran tangan Mario.
"saya juga merasa terhormat bisa bekerjasama dengan orang yang bijaksana seperti anda tuan Mario" jawab Alan.
"Baiklah kalau begitu,saya pamit undur diri tuan Alan,sekali lagi senang bekerjasama dengan anda" lanjut Mario sambil tangan yang tadinya bersalaman terlepas dengan perlahan.
"silahkan,untuk surat tanda kerjasama nanti akan di kirimkan oleh perusahaan kami" jawab Alan.setelah itu tuan Mario dan sekretarisnya berjalan keluar dari ruangan.
__ADS_1
Sepeninggal tuan Mario,Alan kembali terdiam sambil mendudukkan bokongnya kembali di kursinya.Raffles yang sedang merapikan beberapa berkas langsung terhenti saat melihat sang tuan yang kembali terdiam.saat bibirnya akan terbuka berniat untuk bertanya langsung pada Alan tentang masalah yang sedang di hadapinya,justru terhenti saat handphonenya berdering pertanda ada orang yang menghubunginya.tangan yang semula merapikan berkas langsung bergerak untuk menggapai handphonenya di atas meja tidak jauh dari berkas.matanya melihat nama dari layar handphonenya yang tertera nama Shafira di sana,langsung saja Raffles menggeser tombol berwarna hijau dan kemudian suara seseorang terdengar dari seberang telepon.
via telepon on
"apa benar ini dengan bapak Raffles?" ucap seseorang dari seberang telepon tetapi suara yang terdengar di telinga Raffles bukanlah suara Shafira melainkan suara orang asing.
"iya benar,itu saya tapi kenapa ponsel teman saya berada dengan anda?" jawab Raffles.Alan yang sedang memperhatikan Raffles langsung mangkerutkan dahinya,siapa teman yang di bicarakan oleh Raffles,pikir Alan.
"saya perawat dari rumah sakit Jaya Bakti,teman bapak yang bernama Shafira sedang di rawat di rumah sakit kami,kami berharap bapak berkenan datang ke rumah sakit ini" ucap perawat dari seberang telepon.
"Baiklah saya segera ke sana" jawab Raffles sambil kepalanya menoleh ke arah Alan yang sedang memperhatikan dirinya.apakah ini alasan tuannya hanya diam sedari tadi,pikir Raffles.
Tut Tut Tut
via telepon off
__ADS_1
"tuan,nona Shafira masuk rumah sakit" ucap Raffles saat panggilan berakhir.hati gelisah yang tadinya sudah agak meredup akhirnya meledak seketika saat mendengar kabar buruk yang di sampaikan oleh Raffles.rasa khawatir dan gelisah langsung melanda pikirannya, seakan-akan ada yang patah tapi bukan kayu.jarum jam yang terus bergerak seakan berhenti berdetak,dunia Alan seakan hancur berkeping-keping.
Bersambung.