CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 48


__ADS_3

"jangan terburu-buru,aku tidak akan membiarkan kalian terlalu cepat mati,karena aku akan menyiksa kalian terlebih dahulu" ujar Raffles disertai senyumannya yang menyeringai.kemudian setelah Raffles mengatakan itu, Richard mendekat sambil mendorong troli yang di atasnya ada beberapa alat bedah serta pisau yang sangat tajam.kedua pria yang terikat itu langsung bergidik saat melihat benda-benda yang sangat tajam itu.mereka tidak tau saja,bahwa permainan baru saja di mulai.


Tangan Raffles tergerak untuk memilih salah satu benda yang sudah berada di hadapannya saat ini.saat tengah memilih,matanya menangkap sebuah benda yang sangat istimewa bagi Raffles,benda kecil tetapi memiliki mata tajam yang di sebut si kecil belati.



Kemudian tangannya langsung tergerak untuk mengambil belati itu dan matanya mencoba untuk menelisik setiap sudut belati itu.satu kata yang tertanam di benak Raffles saat melihat belati ini yaitu "sempurna".


Kemudian dengan gerakan yang pelan,Raffles mengarahkan belati yang ia pegang ke arah dua orang pria yang terikat seolah-olah ia memberi isyarat, berhati-hatilah dengan belati ini.


Sedangkan Richard dan Haris yang melihat pergerakan Raffles hanya diam memperhatikan, seolah-olah mereka sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


sementara kedua pria yang terikat langsung bergidik saat melihat belati yang ada di genggaman tangan Raffles,tetapi mereka berusaha untuk menutupi rasa takutnya terhadap Raffles karena mereka tau,jika mereka menunjukkan rasa takut maka Raffles akan bertambah semangat untuk menakut-nakuti mereka.


Padahal apa yang mereka pikirkan sangat berbanding terbalik dengan pemikiran Raffles.jika musuh tidak menampakkan rasa takut mereka padanya,maka Raffles akan bertambah semangat dalam menghabisi musuhnya karena itu adalah sebuah tantangan besar baginya dalam menghabisi lawan.


Raffles dengan perlahan berjalan mendekat ke arah dua orang pria yang terikat.dengan wajahnya yang dingin dan tangan yang memegang belati, Raffles mendekat kepada kedua orang pria yang terikat tak berdaya.Raffles berhenti tepat di tengah-tengah kedua pria itu,kemudian ia menatap kedua pria dengan pandangan yang mengerikan.

__ADS_1


"siapa di antara kalian yang akan bermain denganku terlebih dahulu? ahhhh aku sangat bingung karena kalian berdua sama-sama menggairahkan" ucap Raffles dengan ekspresi wajahnya yang di buat-buatnya seperti sedang kebingungan.


"Baiklah,bagaimana kalau aku bermain denganmu terlebih dahulu.tapi sebelum itu,kalian harus tau permainannya terlebih dahulu.ingat ini baik-baik, jika kalian berteriak sedikit saja,maka aku akan bertambah semangat menyakiti kalian,tetapi jika kalian memohon ampun padaku dan akan mengatakan siapa bos kalian maka aku akan mempercepat kematian kalian, sehingga kalian tidak akan merasakan sakit yang berlebihan.mengerti!" ucap Raffles dengan raut wajahnya yang menyeramkan.sedangkan kedua pria itu kaget saat mendengar ucapan dari Raffles,mereka tidak ada pilihan lain lagi,jika mereka tidak mengatakan siapa bos mereka maka mereka akan disiksa dan akhirnya menemui ajal dan yang kedua jika mereka memberi tau identitas bos mereka maka mereka berdua juga akan mati tetapi tidak di siksa,dan pada akhirnya mereka akan tetap menemui ajal mereka masing-masing.


"Baiklah jika itu mau-mu,siksa saja aku sepuas hatimu karena aku tidak akan memberi tahu dirimu identitas dari bos-ku" ucap pria yang berada di samping kiri Raffles.


"hei!apa kau sudah gila.pria di hadapanmu psikopat,dasar bodoh" teriak pria yang berada di sebelah kanan Raffles,ia tidak setuju dengan pernyataan yang dikatakan temannya.lebih baik ia mati cepat dari pada harus di siksa terlebih dahulu,setidaknya ia tidak akan merasakan sakit yang luar biasa itu.


"Diam!!!!! Baiklah jika itu mau kalian,aku akan memulai permainan dengan mu terlebih dahulu" ucap Raffles sambil menunjuk ke arah pria di sebelah kirinya dengan tangan yang menggenggam belati.


Kemudian Raffles mendekat ke arah pria yang terikat di sebelah kirinya.setelah itu belati yang tadi di pegang-nya ia belai-kan ke wajah pria itu.sedangkan pria tak berdaya itu langsung memejamkan matanya seakan siap menerima siksaan dari Raffles.


"akhhhhhh"


"akhhhhh" teriakan demi teriakan terdengar bersahut-sahutan di dalam ruangan ini ketika Raffles dengan semangatnya yang membara tidak berhenti menggores luka di wajah pria itu.


Setelah puas dengan wajah, Raffles pindah menggores luka ke tangan kanan dan kiri pria itu.semua jari yang ada di tangan pria itu ia potong satu persatu.jiwa psikopat yang ada dalam dirinya kembali hadir saat matanya menangkap darah yang mengalir deras dari wajah maupun tangan pria itu.tak sampai di situ, Raffles kembali menggores luka di sepanjang perut pria yang sudah terkulai lemas tak berdaya itu,sehingga semua isi perut pria itu dapat terlihat dengan jelas.puas dengan hasil karyanya, Raffles mengakhiri kegiatannya dengan menggores leher pria itu dengan satu goresan yang panjang.seketika itu,pria yang tadinya masih bernyawa langsung mati dan menemui ajalnya.

__ADS_1


Pria yang menyaksikan rekannya meninggal dengan tragis itu,langsung terkulai lemas di atas kursi yang ia duduki.ia tidak menyangka dengan kejadian yang baru saja terjadi di depan matanya sendiri.


Sedangkan Richard dan Haris,mereka sedari tadi hanya diam di tempat,karena mereka tau bahwa atasannya tidak ingin di ganggu.mereka berdua sama sekali tidak terkejut dengan kejadian yang baru saja terjadi karena jauh sebelum hari ini,mereka sudah berkali-kali menyaksikan kekejaman Raffles.


"Bagaimana denganmu pria malang? apa yang kau pilih? mati atau di siksa" ucap Raffles kepada pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Tidak jangan siksa aku,aku akan mengatakan siapa orang yang menyuruh ku,tapi aku mohon jangan siksa aku" ucap pria itu dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.sedangkan Raffles sama sekali tidak merasa kasihan melihat tangisan pria itu.


"Baiklah,sekarang katakan! siapa orang yang menyuruhmu" ucap Raffles,setelah itu ia berbalik dan melangkahkan kakinya menuju ke arah Haris dan Richard.


"saya di suruh orang yang bernama tuan Holmes,tuan" jawab pria itu dengan volume suara yang kecil,tetapi itu masih terdengar di telinga Raffles.


Raffles yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya dan berbalik badan menghadap pria itu dan kemudian langsung menembak pria itu menggunakan pistol yang selalu ia bawa di balik jas yang ia kenakan, Raffles menembaknya tepat di bagian kepala pria itu,seketika pria itu langsung mati di tempat.


"kalian berdua,bereskan kedua mayat pria itu,bila perlu bakar saja" titah Raffles kepada Haris dan Richard untuk membereskan mayat pria-pria itu.


kemudian tanpa mendengar jawaban dari Haris maupun Richard, Raffles langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang mengerikan ini.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2