
POV Alan.
Sinar matahari yang masuk lewat celah jendela kamar,membuat tidurku terganggu.aku mengerjapkan kelopak mataku beberapakali karena merasa terganggu oleh matahari yang sangat menyilaukan mata.setelah mataku terbuka sepenuhnya,dapat kulihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.aku langsung kaget saat tiba-tiba terlintas di pikiranku bahwa hari ini aku ada jadwal meeting dengan klaen penting dan saking kagetnya badanku refleks bangun dan duduk di pinggir kasur.kenapa Shafira dan Raffles tidak membangunkan ku,padahal pagi ini ada meeting penting di kantor,gumam-ku yang bertanya pada diri sendiri.
Tidak mau terlarut dalam pikiran,langsung saja aku beranjak dari dudukku dan langsung berjalan menuju kamar mandi.kemudian setelah berada di dalam kamar mandi aku langsung melucuti satu persatu pakaian yang melekat di tubuhku dan setelah itu tanganku bergerak untuk menghidupkan shower dan kemudian mengguyur seluruh badanku di bawah shower menggunakan air yang tidak terlalu hangat.memang,saat mandi di pagi hari aku selalu menggunakan air hangat karena di pagi hari itu cuaca masih sangat dingin.tidak butuh waktu yang lama aku menyelesaikan acara mandi dan langsung memakai bathrobe yang memang selalu tersedia di dalam kamar mandi setelah itu berjalan melangkah keluar dari kamar mandi.diriku berjalan melangkahkan kaki menuju lemari pakaian untuk mengambil satu set pakaian formal.setelah mendapatkan apa yang aku cari akhirnya aku menemukan satu set pakaian kemeja dan jas yang berwarna putih dan langsung saja aku mengenakan satu persatu pakaian ke tubuhku yang sempurna bak pangeran surga ini (yaelah bisa aja sih lu Alan,pikiran author hehe.).tak lupa juga diriku mengenakan dasi berwarna hitam dan sepatu yang berwarna senada juga.
Setelah semua selesai kakiku melangkah lagi menuju sebuah lemari kaca yang terletak di sudut ruangan samping meja rias dan semua isinya merupakan jam tangan mahal koleksiku.aku memang senang mengoleksi jam tangan yang berbeda jenis dan tentu dari merek terkenal yang berbeda pula,ini hanya sebagian dari koleksiku karena kebanyakan koleksi-koleksiku berada di mansion-ku yang berada di AS.saat sedang fokus mencari,mataku langsung tertuju pada sebuah jam tangan berwarna silver dan di setiap sudutnya terdapat beberapa berlian yang kecil.
jam tangan ini dinamai Big Bang. Jam tangan yang dibanderol untuk 5 juta Dollar US atau setara 70 miliar Rupiah ini bermerk Hublot. Terdiri dari 1.280 bongkah berlian yang setidaknya tiap butirnya memiliki 3 karat. Dibutuhkan waktu selama 1 tahun untuk menyelesaikan produksi jam tangan ini. Setiap butir berliannya dipahat langsung oleh ahli permata dari New York yang berpengalaman lebih dari 40 tahun.ini termasuk salah satu koleksi favoritku.tampa basa-basi lagi aku langsung mengenakan jam tangan ini di tanganku.
Author POV.
Setelah di rasa cukup dengan aksesoris,Alan langsung melangkahkan kakinya kembali menuju pintu untuk keluar dari kamarnya.Alan berjalan melewati lorong rumah kemudian kakinya melangkah menuruni satu persatu anak tangga untuk menuju lantai satu.di bawah,Alan dapat melihat Shafira dan Raffles yang sudah menunggunya sambil berdiri menyambut kedatangannya.setelah turun melewati anak tangga terakhir,Alan berhenti sesaat tepat di hadapan Shafira dan Raffles.
"selamat pagi tuan Alan" ucap Shafira dan Raffles serentak sambil menundukkan badannya memberi hormat pada Alan.
__ADS_1
"hmm pagi" jawab Alan.
"tuan sarapan sudah siap" ujar Shafira yang memberi tahu Alan bahwa sarapan sudah di hidangkan.
"tidak perlu sarapan,sebaiknya kita berangkat supaya tidak telat" jawab Alan sambil menatap Shafira.
"kita ada meeting pentingkan pagi ini?" lanjut Alan yang menjelaskan alasan mengapa mereka tidak perlu sarapan pagi ini.
"Baiklah tuan" jawab Shafira dan Raffles,setelah itu mereka mengikuti langkah kaki Alan yang menuju pintu keluar.mereka berjalan beriringan keluar dari rumah dan menuju mobil yang sudah terparkir di depan halaman mansion.
mobil Ferrari yang di kendalikan Shafira berjalan dengan kecepatan sedang,Shafira menyetir mobil dengan penuh hati-hati lantaran penumpang yang ia bawa saat ini merupakan pengusaha yang sudah terkenal di seluruh penjuru dunia.tiba-tiba langit yang tadinya cerah berubah menjadi mendung,Shafira yakin bahwa tidak lama lagi akan turun hujan dan benar saja suara titik-titik air hujan yang mendarat di atap mobil sudah terdengar di telinga Shafira maupun Alan.Shafira terus melajukan mobil yang ia kendarai dengan kecepatan sedang tetapi entah kenapa mesin mobil tiba-tiba mati membuat mobil yang di kendarai Shafira berhenti mendadak di jalan yang agak sepi.
"ada apa Shafira?" Alan yang khawatir langsung saja bertanya pada Shafira.
"saya tidak tau tuan, tiba-tiba mesinnya mati" jawab Shafira.
"oke tetap tenang tuan,saya akan mencoba menghubungi tuan Raffles" lanjut Shafira dan langsung saja tangannya bergerak mengambil handphonenya yang ada di dalam tas yang disandangnya.
__ADS_1
"nomornya di luar jangkauan tuan,mungkin karena cuaca sinyalnya sedikit terganggu" ujar Shafira saat ia sudah beberapa kali menghubungi Raffles.
"lalu kalau sudah seperti ini bagaimana?" tanya Alan yang terlihat mulai gelisah saat hujan semakin deras.
"sebentar tuan,saya akan memesankan anda taksi driver saja supaya anda tidak terlambat ke kantor" jawab Shafira dan kemudian dirinya langsung memesankan taksi online melalui aplikasi.
"sudah tuan,beberapa menit lagi taksinya Akan tiba di sini" ucap Shafira sambil menoleh kebelakang melihat Alan yang juga sedang menatapnya.kemudian Shafira memalingkan wajahnya ke depan dan berniat untuk keluar dari mobil tapi niatnya itu langsung terhenti saat Alan bertanya padanya.
"mau kemana kamu?" tanya Alan.
"saya ingin mengambil payung di bagasi tuan" jawab Shafira dan setelah itu ia langsung keluar dari mobil tanpa mendengar jawaban dari Alan.sedangkan Alan yang baru saja membuka mulutnya untuk melarang Shafira keluar langsung terhenti saat ia melihat Shafira sudah keluar dari mobil.tak lama kemudian Shafira kembali lagi dengan membawa satu payung dan kebetulan taksi yang di pesannya beberapa saat yang lalu juga sudah tiba tepat di samping mobil Alan.
Shafira langsung saja membuka pintu mobil di kursi penumpang sambil menyodorkan payung untuk melindungi Alan dari air hujan.sedangkan Alan yang melihat Shafira kebasahan sebenarnya tidak tega tetapi dirinya harus segera tiba di kantor untuk meeting,langsung saja Alan keluar dari mobil dengan dilindungi payung yang dipegang oleh Shafira menuju taksi driver.setelah Alan masuk Shafira langsung saja memberikan payung yang di pegang-nya kepada Alan dan setelah itu dirinya membungkukkan badannya pertanda hormat dan kemudian taksi yang di tumpangi Alan langsung bergerak maju meninggalkan Shafira yang masih berdiri di tengah-tengah hujan.
Bersambung.
1092 kata,happy reading 🖤
__ADS_1