CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 59


__ADS_3

Saat ini Alan sangat gusar akibat Shafira yang memutuskan sambungan teleponnya dan ditambah dengan sebuah kalimat yang ia dengar sebelum sambungan telepon itu terputus.sangat terlihat raut wajah Alan yang gelisah dan duduknya pun tidak tenang,semenjak terputusnya sambungan telepon itu Alan mulai gelisah dan sesekali mengusap wajahnya dengan kasar.


Raffles yang sedari tadi melihat tingkah Alan merasa khawatir dengan keadaan tuannya itu.namun, Raffles tidak bisa menyimpulkan apa yang terjadi saat ini,dirinya juga tidak mau bertanya sampai Alan terlihat sedikit lebih tenang.suasana di ruangan ini pun menjadi sedikit lebih sunyi akibat diamnya Alan dan Raffles yang tidak berniat untuk bertanya.


"Rafflesss....." Alan sudah tidak bisa lagi menampung pikirannya sendiri,ia butuh curhat,ia ingin bertanya,Alan akan menumpahkan segala keresahannya pada Raffles,teman sekaligus rekan kerjanya.


"....." tidak ada jawaban dari Raffles melainkan ia hanya menatap wajah Alan dengan raut muka yang bertanya,tentu saja Raffles akan bertanya tentang apa yang membuat Alan resah dan gelisah beberapa saat yang lalu.


"apa yang akan kau lakukan ketika wanita yang sangat kau cintai akan di jodohkan oleh kedua orang tuanya?" Alan bertanya dengan wajah harap-harap cemas.sedangkan Raffles yang ditanyai seperti itu hanya menatap Alan, wajah yang tadinya menampilkan raut bertanya sekarang berganti dengan raut kebingungan.tentu saja ia bingung,selama ini Alan maupun dirinya tidak pernah memikirkan soal wanita,tapi lihat sekarang,ia sangat bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan Alan padanya.


"apa maksud anda tuan?" bukannya menjawab Raffles malah bertanya kembali pada Alan.

__ADS_1


"apa ini tentang nona Shafira?" pertanyaan Raffles kali cukup membuat darah Alan berdesir,ia tidak bisa lagi membantah pernyataan dari Raffles karena saat ini ia sangat butuh nasehat seorang Raffles sebagai seorang sahabat.


"ya,ini memang tentang Shafira" jawab Alan.


"apa masalahnya? ceritakan padaku"


"saat aku berbicara dengannya lewat sambungan telepon beberapa saat yang lalu,ia bilang ia tidak akan kembali kesini malam ini" ucap Alan.


"iya memang bukan itu masalahnya,makanya dengarkan aku dulu.sebelum sambungan telepon terputus aku mendengar suara seorang pria yang menyuruh Shafira untuk tidur,karena besok Shafira harus menemui calon tunangannya" akhirnya Alan mengakhiri ceritanya dengan raut wajah yang masih saja gelisah tak menentu.


"Raffles kau tau?aku mencintai Shafira" ujar Alan dengan wajahnya yang menunduk dan matanya yang menatapi sepatu pantofel berwarna hitam yang ia pakai.sedangkan Raffles sama sekali tidak terkejut dengan pengakuan Alan,ia hanya menatap Raffles dengan sedikit senyuman di sudut bibirnya.

__ADS_1


"kenapa kau mengatakan ini padaku, seharusnya kau mengatakan kalimat itu di hadapan nona Shafira.apa gunanya kau mengatakan ini padaku?aku tidak bisa membalas ucapan mu dengan mengatakan "nona Shafira juga mencintaimu tuan" haa jangan berharap aku mengatakan itu padamu" ucap Raffles dengan nada suaranya yang lembut dan tenang.


"lalu sekarang aku harus bagaimana?apa yang harus aku lakukan?" tanya Alan dengan wajahnya yang menatap wajah Raffles.


"jangan tanyakan padaku,tanyakan pada dirimu sendiri,apa yang harus kau lakukan saat ini.mengejar nona Shafira atau membiarkan dirimu terpuruk dalam penyesalan" ucap Raffles,masih dengan wajahnya yang tenang dan santai tapi kali ini ia menatap Alan dengan tatapan seriusnya.


Alan berpikir dengan keras,apa yang harus ia lakukan sekarang? jika ia membiarkan Shafira pergi meninggalkan dirinya,maka nanti dirinya akan merasakan penyesalan yang sangat dalam.tentu saja Alan tidak mau merasakan perasaan seperti itu,maka saat ini keputusan Alan sudah bulat,ia harus memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi miliknya.


"Raffles,apa kau masih menyimpan berkas tentang data diri Shafira? jika aku tidak salah ingat,Shafira masih memiliki paman,tolong perintahkan bawahanmu mencari data diri paman Shafira saat ini,aku membutuhkan itu" titah Alan pada Raffles,seingat Alan orang yang berteriak pada Shafira saat di sambungan telepon,itu pasti paman Shafira.Alan mempunyai cara yang licik saat ini,ya cara apapun akan Alan lakukan untuk mendapatkan apa yang ia mau walaupun harus menggunakan cara yang licik.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2