CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
part 8


__ADS_3

di kediaman Anton


22:00 malam


"kemana anak itu tidak pulang juga"ucap indah dalam hati.


"mah kenapa mamah kelihatannya khawatir banget"tanya Siska.


"itu si Anton kenapa belum pulang juga,pasti dia menemui wanita itu,pokoknya mama gak setuju Anton sama wanita itu lihat saja dia tidak punya etika dan sopan santun datang maen nyelonong aja,trus depan mama dia glendotan sama Anton,Nadira saja tidak begituh


Dan nyatanya Anton telah menyelingkuhi Nadira selama ini kurang apa coba Nadira,baik,sopan ah pokonya lebih baik Nadira."ucap indah dengan panjang lebar.


"kayaknya Kakak matanya rabun deh gk bisa ngbedain mana berlian dan mana batu,tapi mah ko aku ngerasa pernah lihat deh itu si Alya tapi di mana yah aku lupa"timpal siska.


akhir pekan pun datang


Minggu kemarin Nadira mendapat izin dari Ardi untuk membuka usaha butiknya,Nadira pun sangat senang mendengarnya,Ardi yang melihat itu tersenyum melihat anaknya senang,


Dan disinilah Nadira sekarang berada masih di kota T di tengah kota yang cukup ramai Nadira ingin membuka usaha butiknya di sana karena selain tempatnya yang strategis, jarak rumah pun ke sana tidak terlalu jauh dari rumah nadira.


Nadira membeli ruko yang cukup besar,dengan bangunan 3 lantai dan itu pas untuk budget pembelian yang ia inginkan ia pun langsung menandatangani surat surat tanah dan sebagainya


ia dan pemilik ruko tersebut hanya duduk di kursi yang berada di depan ruko karena sang pemilik ruko buru buru ada kepentingan lain.


saat sudah beres dengan surat suratnya Nadira menghela napas panjang.


ia berharap pembukaan usahanya berjalan dengan lancar.


tak lama ia dikagetkan oleh tepukan di pundaknya dari arah belakang ia ingin tahu siapa yang sudah menepuk pundaknya itu Nadira pun berbalik ia terbengong, ia melihat sosok wanita paruh baya sekitaran 50 tahunan yang masih sangat cantik tersenyum kearahnya.


"Tante indah"ucap Nadira"


"Nadira Tante kangen banget sama kamu"indah langsung memeluk Nadira


"eh i..ya Tante"jawab Nadira dengan gugup bagaimana pun indah adalah mamanya Anton mantan kekasihnya.


"bolehkan Tante ajak kamu ke kafe di ujung sana"tunjuk indah ke arah kafe di sebrang jalan yang tak jauh dari mereka.


"Tante sudah lama tidak berbincang bincang sama kamu nad mau kan ?"tanya indah.


"iya Tante Nadira mau,ayo kita pergi ke sana"mereka pun pergi menuju kafe


indah dan Nadira memilih kursi di dekat kaca menghadap ke arah jalan,membuat semuanya tampak jelas dari dalam jika melihat ke arah luar.


"mari duduk sayang"titah indah


mereka pun memesan minuman kesukaan masing masing,

__ADS_1


indah menatap Nadira dengan tersenyum


"bagaimana keadaan kamu Nadira"


"saya baik Tante"


"kamu kelihatan cantik banget hari ini"


"ah Tante bisa aja"ucap Nadira sambil tersipu malu


indah menghela napasnya dengan panjang.


"sebenarnya Tante ingin meminta maaf sama kamu atas kelakuan Anton,Tante sudah tau semuanya Anton menyelingkuhi kamu,jadi Tante minta maaf atas nama Anton yah nad,"tutur indah to the point.


bagaimana pun Anton adalah anaknya jadi ia berpikir ingin meminta maaf atas nama anton.


"saya mungkin belum memaafkan putra Tante saya membutuhkan waktu, tapi sebisa mungkin saya akan mengikhlaskan semuanya mungkin Anton bukan jodoh saya Tan"jawab Nadira.


"kamu sangat baik sekali sayang,tidak papah jika kamu belum bisa memaafkan Anton,tapi Tante mohon kamu jangan lupain Tante yah, bagaimana pun Tante udah anggap kamu seperti anak Tante sendiri"


Nadira pun tersenyum.


"saya tidak akan melupakan Tante meskipun saya sudah tidak bersama Anton lagi,saya juga sudah merasa Tante seperti mama saya sendiri"jawab nadira.


mereka pun terdiam dengan pikirannya masing masing


flashback on


2 tahun yang lalu


di suatu taman yang begitu indah tepatnya di taman di pinggir kota yang membuat taman itu begitu asri karna jauh dari keramaian.


Nadira sedang menikmati suasana danau di tengah taman itu sambil menggelar tikar


saat itu Anton masih sangat romantis terhadap Nadira,Nadira pun serasa wanita paling bahagia saat itu.


kepala Anton berada di pangkuan Nadira Anton memainkan rambut Nadira,ia mendongak ke atas melihat wajah Nadira yang begitu cantik,


"kamu sangat cantik sayang"puji Anton


"aku kan memang selalu cantik"jawab Nadira dengan cengengesan.


"huh baru aja di puji segitu itu liat idungnya udah mulai mau terbang"ledek anton


lalu Nadira mengerucutkan bibirnya mendengar ledekan Anton.


"iya iya kamu cantik bahkan sangat cantik di mataku,tak akan ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku"

__ADS_1


"ah kamu pintar sekali menggombal sayang"Nadira lalu sesekali mengusap kepala Anton dengan sayang.


"sayang bagaimana jika suatu saat nanti ada yang datang menggodamu tanpa sepengetahuanku"tanya nadira


"mana mungkin aku seperti itu aku kan cuman cintanya sama kamu,cuma kamu seorang"


"kamu harus janji yah sama aku kamu jangan khianati aku apalagi selingkuh,aku sangat membenci hal itu"ucap Nadira sambil mengusap kepala Anton dengan sayang.


"siap ibu ratu aku janji mana mungkin aku tertarik sama wanita lain selain kamu"ucap Anton sambil mencium tangan Nadira.


mereka pun bercanda tawa sambil menikmati kembali suasana di dekat danau itu sampai hingga larut sore.


Nadira pun tersadar dari lamunan nya dan ia tersenyum getir mengingat tentang masa lalunya dengan Anton,dan sekarang itu hanya kenangan pahit untuknya


ia tak menyadari bahwa indah memperhatikannya dari tadi.


"maaf Tante,saya pamit pulang dulu,saya tak ingin mama saya mencari saya ini sudah sore"


"iya baik lah,hati hati di jalan yah"


"eh tunggu nad Tante minta no hp kamu,no yang lama gk bisa dihubungi,bolehkan Tante minta no km"


memang Nadira sudah mengganti no lamanya dengan no baru,karna suruhan mamanya.


"emmm ini Tante no baru saya,no yang kemarin terblokir saya juga gk tahu karna apa"bohong Nadira.


"kalau gitu saya pamit pulang Tante"


Nadira langsung memeluk indah dan mencium tangannya lalu iya berlalu pergi ke luar.


di luar sudah ada mang Ujang menunggu di dalam mobil,lalu Nadira menghampiri mobil itu dan masuk ke dalam


"maaf yah mang ujang lama yah menunggu"


"tidak papah nona"jawab mang Ujang


"Sekarang kita pergi ke mana nona"


"sekarang kita pulang saja,aku sangat cape hari ini"


"baiklah nona"


mang Ujang pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


bersambung.....


janga lupa like komen,vote,supaya author lebih semangat.

__ADS_1


__ADS_2