CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 66


__ADS_3

"Benarkah!! kalau begitu terima kasih tuan" ucap Shafira dengan tulus dan senyuman yang mengiringi setiap katanya.


Alan yang melihat senyuman tulus dari Shafira, tiba-tiba saja ia kembali merasakan jantungnya yang berdetak kencang.sekarang ia mengerti jika saat ini ia sepertinya memang mulai menyukai Shafira.Ralat,ia bukan hanya menyukai gadis itu melainkan ia sudah jatuh cinta sedalam-dalamnya terhadap gadis yang ada di hadapannya saat ini.


"Oh ya... buku apa yang kau baca?" setelah beberapa saat saling terdiam,Alan bertanya pada Shafira.


Shafira yang mendengar pertanyaan dari Alan langsung terdiam.pikirannya langsung teringat saat ia tidak sengaja mendengar suara mobil milik Alan. tentu saja saat itu ia langsung meletakkan kembali buku misterius yang ia temukan di tempatnya semula.kemudian dengan tergesa-gesa ia mengambil acak sebuah buku dan kembali lagi duduk ke meja kerja Alan.


"Hei.... apa yang kamu pikirkan?" wajah Shafira yang tadinya menunduk langsung mendongak menatap wajah Alan.


"ahhh .... maaf tuan,saya tidak memikirkan apapun" jawabnya dengan tatapan yang polos.


"jika tidak memikirkan apapun.... lalu,kenapa kamu melamun,hem?" tangan kanan yang tadinya berada di dalam saku celana, bergerak memegang dagu dan mendongakkan wajah perempuan yang ada di hadapannya.


Mereka terdiam beberapa saat dengan manik mata yang saling memandang satu sama lain.


Shafira yang di tatap dalam oleh Alan seperti itu,langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.Shafira rasa wajahnya yang putih itu sudah memerah bak tomat.


Sedangkan Alan yang melihat itu,langsung terkekeh pelan.dirinya merasa lucu dengan Shafira yang salah tingkah dan ya,jangan lupakan wajah perempuan itu yang terlihat memerah,menambah kesan kelucuan di wajahnya menurut Alan.


"Maaf tuan,sepertinya saya harus segera pergi" setelah mengucapkan itu,dengan langkah lebar tergesa-gesa Shafira keluar dari ruang kerja Alan.


Alan yang melihat itu,tidak bisa lagi menahan tawanya yang akhirnya meledak seketika.dirinya tertawa terpingkal-pingkal sambil tangan kanannya memegang perut yang terasa sakit akibat ia tertawa.


****************


Saat ini,di mansion yang megah itu.mereka tengah duduk di meja makan seraya menikmati makanan yang tersaji di atas meja.


Alan Raffles maupun Shafira memakan makanan mereka dengan tenang dan santai.sampai saatnya ketika mereka menyelesaikan makan malam itu.

__ADS_1


"Besok.... apa kau sudah bisa kembali bekerja seperti biasa Shafira?" Alan menghapuskan keheningan di antara mereka dengan bertanya pada Shafira.


"Bisa tuan.... saya sudah sangat sehat dan akan kembali bekerja" jawab Shafira dengan sangat antusias,karena sebenarnya ia sangat merasa bosan ketika berada di mansion seharian.itulah mengapa ia sangat antusias untuk kembali bekerja.


"Baiklah..... besok jangan sampai telat bangun karena kamu harus menyiapkan air hangat untukku dan perlengkapan ku yang lain" titah Alan dan langsung di angguki kepala oleh Shafira.


Sedangkan Raffles,seperti biasa..... dirinya hanya menjadi pendengar yang setia.Diam dan tidak ingin ikut campur,itulah yang dilakukannya saat ini.


************


Esok harinya,saat bulan dan bintang telah digantikan dengan matahari.Shafira mengerjapkan matanya saat sinar matahari masuk lewat celah-celah jendela kamarnya.


Matanya yang indah terbuka secara perlahan,tangan kanan bergerak menutupi wajahnya untuk menghalau sinar matahari yang menerpa kulitnya yang halus.


Kemudian dengan perlahan ia bangun dari tidurnya dan duduk di tepi kasur.manik matanya menatap jarum jam yang ada di atas nakas dan seketika matanya membulat sempurna, tatkala melihat angka yang ditunjukkan jarum jam yang pendek sudah menunjukkan angka enam dan jarum jam panjang menunjukkan angka dua yang artinya saat ini waktu menunjukkan pukul enam lewat sepuluh.


Shafira langsung bergegas keluar dari kamar tanpa mencuci mukanya terlebih dahulu.dengan langkah lebar dan cepat ia melangkahkan kakinya menuju kamar Alan. ya,dirinya lupa bahwa pagi ini akan menyiapkan air hangat untuk Alan mendi pagi dan menyiapkan segala keperluan Alan.


Lama mengetuk pintu, akhirnya tangan kanannya tergerak untuk memutar kenop pintu dan tak di sangka pintu itu terbuka alias tidak terkunci dari dalam.Shafira yang melihat itu langsung saja masuk.


Pertama yang ia lihat adalah sang tuan yang masih terbaring di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi sebatas dadanya.


Dengan perlahan tapi pasti Shafira berhasil masuk dan langsung menuju kamar mandi Alan tanpa membangunkan Sang Tuan yang masih terlelap.


Setelah selesai menyiapkan air hangat untuk Alan,Shafira kemudian menyiapkan segala keperluan Alan di dalam ruangan Walk-in Closet pribadi milik Alan.


Kemudian setelah semua selesai,Shafira keluar dari ruangan itu dan matanya menangkap sosok Alan yang masih betah di atas kasur dengan mata yang terpejam.apakah ia harus membangunkan Alan? tentu saja,jika tidak mereka akan terlambat untuk pergi ke perusahaan.


Dengan langkah perlahan Shafira menghampiri Alan dan langkahnya terhenti tepat di samping Alan yang tertidur di atas kasur king size itu.

__ADS_1


"Tuan Alan.... bangun" ucapnya.Namun sudah berapa kali ia membangunkan Alan dan lihatlah sekarang Sang Tuan tidak bergerak sedikitpun.


Kemudian Shafira menghela nafas perlahan dan membuangnya dengan kasar.perlahan tangan kanannya terangkat dan dengan lembut menggerakkan bahu Alan seraya terus memanggil Sang Tuan.


"Tuan Alan bangun atau kita akan terlambat pergi ke perusahaan" ucap Shafira dengan suaranya yang sedikit meninggi lantaran Sang Tuan tak kunjung bangun.


Alan yang merasa terganggu langsung mengerjapkan matanya yang perlahan terbuka.Pertama yang ia lihat adalah wajah Shafira yang terlihat kesal dan cantik secara bersamaan.


"hmmm..... apakah sudah pagi?" pertanyaan bodoh macam apa itu! sudah jelas-jelas matahari sudah menampakkan sinarnya dan Alan malah bertanya padanya.huh menyebalkan,batin Shafira.


"Tuan Alan,ayo bangun dan segera mandi" ucap Shafira dengan suaranya yang sudah melembut.


"Iya.... saya bangun" perlahan Alan beranjak dari tidurnya dan duduk di pinggir kasur.Alan menatap Shafira yang terlihat sangat cantik di pagi hari.


Sedangkan Shafira yang ditatap seperti itu hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kamu juga belum membersihkan diri,kan?" Shafira langsung menolehkan pandangannya ke arah Alan saat Alan bertanya padanya.


"Setelah ini saya akan mandi tuan" jawabnya


"oh ya sudah,pergilah mandi....... atau kamu mau membersihkan diri bersama saya?" pertanyaan dari Alan sontak membuat wajah Shafira memerah karena kesal.bagaimana bisa Alan menggodanya di pagi hari seperti ini.ahhh jangan lupakan jika wajahnya saat ini pasti sudah memerah bak memakai blush on.


"Tidak usah tuan.... saya akan membersihkan diri di kamar saya sendiri.kalau begitu saya permisi tuan" setelah mengucapkan itu Shafira langsung melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Alan dengan sedikit berlari kecil.


Sedangkan Alan tertawa dengan sangat puas karena telah berhasil mengerjai sang pujaan hati.sebenarnya ia tidak berniat menggoda Shafira,namun saat mengingat wajah memerah lucu milik Shafira dirinya menjadi ketagihan.


Puas tertawa Alan langsung beranjak dari duduknya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sedangkan di luar pintu kamar Alan,Shafira masih terdiam dengan tangan kanannya yang berada di dadanya,merasakan debaran jantung yang berpacu sangat cepat.

__ADS_1


"ahhh.... bisa-bisa aku mati muda kalau tuan Alan terus menggodaku seperti ini" batinnya.


Bersambung.


__ADS_2