CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 50


__ADS_3

Esok harinya seperti biasa,sebelum berangkat ke perusahaan Alan, Raffles serta Shafira sarapan terlebih dahulu.mereka sarapan dengan tenang dan tanpa ada pembicaraan sedikitpun,Shafira yang sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini hanya bisa menghela nafas pasrah.sebenarnya dirinya masih agak canggung dengan suasana yang seperti ini,tetapi ia harus menjalaninya.


"Selesaikan makan-mu terlebih dahulu Shafira,jangan hanya melamun karena kita harus segera tiba di perusahaan" ucap Alan yang sedari tadi memperhatikan kegiatan Shafira yang tidak lain hanya melamun.sebenarnya Alan masih bingung dengan perasaannya terhadap Shafira,apakah perasaan yang ia rasakan sekarang ini adalah perasaan cinta dan nyaman dengan lawan jenis atau hanya sekedar perasaan nyaman sebagai rekan kerja,entahlah Alan juga tidak tau.


Pusing memikirkan itu, akhirnya Alan menyudahi aktivitas sarapannya dan langsung beranjak dari duduknya setelah ia meminum air putih.sebelum pergi, Alan terlebih dahulu mengucapakan sesuatu pada Shafira dan Raffles.


"kalian berdua cepatlah,saya tunggu di luar" ucap Alan dan kemudian ia pergi meninggalkan Alan dan Shafira yang masih menyelesaikan sarapannya masing-masing.


*************


Di perusahaan,tepatnya di ruangan pribadi Alan,dirinya dan Raffles tengah sibuk membahas sesuatu yang sangat penting dan tidak boleh di ketahui oleh siapapun.


"Jadi,kejadian beberapa waktu lalu yang menimpa kita itu disebabkan oleh Holmes?" tanya Alan pada Raffles setelah ia mendengarkan cerita yang di sampaikan oleh Raffles.

__ADS_1


"iya,aku rasa dia menaruh dendam padamu" jawab Raffles sambil memberikan sebuah handphone yang sudah agak rusak kepada Alan.itu adalah handphone salah satu pria yang ia siksa semalam.


"apa ini?" tanya Alan.


"ini handphone salah satu pria yang di temukan oleh bawahanku saat mereka membereskan mayat pria-pria itu.cek email yang ada di handphone itu dan kau akan tau jawabannya" ujar Raffles.


Tak ingin berlama-lama,Alan langsung membuka handphone itu dan terlihat ada beberapa pesan email yang terlihat sangat privasi.email itu berisi pesan singkat dari seseorang yang tidak di ketahui siapa pengirimnya karena tidak ada nama pengirim.pesan itu berisi kata-kata yang terlihat seperti pesan ancaman untuk pemilik handphone ini.


"aku sudah melacak no email pengirim pesan itu dan ternyata memang Holmes-lah yang menggunakan email itu" ujar Raffles setelah lama terdiam.


"kau tenang saja,aku sudah menyuruh seluruh orang kita untuk menemukan pria itu dan mereka tidak akan mungkin mengecewakanmu" ucap Raffles dengan suaranya yang dingin.


"tentu saja mereka tidak akan mengecewakan,jika sekali saja mereka mengecewakanku aku yakin,mereka tidak akan melihat hari esoknya lagi karena kau sudah terlebih dahulu menghabisi nyawa mereka" jawab Alan dengan kedua alisnya yang terangkat ke atas seolah menggoda Raffles.

__ADS_1


"ya, kau tau itu" jawab Raffles dengan sedikit senyuman.


"kapan kau akan mengatakan kebenarannya kepada nona Shafira?" tanya Raffles pada Alan.


"aku pasti akan memberitahunya tapi tidak dengan hari ini" jawab Alan sambil menyenderkan punggungnya di sandaran sofa.


"jangan terlalu lama,karena cepat atau lambat nona Shafira akan mengetahui segalanya" ujar Raffles.menurutnya Shafira harus tau tentang semua kehidupan Alan baik itu di dunia kerja atau dunia hitam.


"ya,aku tahu Raffles tapi aku takut setelah aku memberi tahu semuanya Shafira tidak mau lagi menjadi asistenku" jawan Alan dengan seadanya.Alan saat ini tengah gundah akibat masalah yang sedang ia hadapi sekarang ini.ia terlalu takut jika Shafira harus meninggalkan dirinya,Alan tidak tau kenapa pikirannya hanya tertuju pada Shafira.


"aku mengerti perasaanmu tuan" batin Raffles yang terlihat mengkhawatirkan Alan.dirinya juga tidak tau apa masalah Alan saat ini,karena Alan tidak pernah bercerita kepadanya padahal selama ini Alan selalu bercerita sekecil apapun masalahnya tetapi entah kenapa saat ini Alan tidak mau bercerita.


Saat ini mereka hanyut dengan pikiran masing-masing,Alan yang memikirkan perasaannya terhadap Shafira dan Raffles yang memikirkan alasan Alan yang tidak mau bercerita pada dirinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2