
Sebuah ruangan yang dengan nuansa putih terlihat di mata Shafira. ia menatap ke sekeliling ruangan dengan gurat wajah yang tidak bisa di baca.tampak banyak sekali buku yang berjejer rapi di rak yang terbuat dari kayu.
Shafira berjalan mengelilingi ruang kerja Alan.ya,ini memang ruang kerja Alan yang ada di mansion.setelah ia berbicara dengan bik Sumiarti di taman beberapa waktu yang lalu,Shafira yang bosan pun memutuskan untuk berkeliling mansion,namun entah mengapa nalurinya membawanya untuk masuk ke dalam ruangan ini.
Tidak ada yang istimewa di ruangan ini menurut Shafira.hanya saja di ruangan ini terdapat ratusan buku yang membuat Shafira tertarik untuk berlama-lama di sini,karena bisa membaca banyak buku.Dari dulu Shafira memang gemar sekali membaca buku,baik itu buku pelajaran sekolah ataupun buku Novel.
Setelah lama mengelilingi rak buku,matanya menangkap sebuah buku yang sudah agak usang dan menurutnya buku ini adalah buku yang paling aneh di antara buku-buku yang lain.
Dirasa menarik,Shafira langsung menjulurkan tangannya untuk mengambil buku itu.tetapi karena letak buku itu sedikit tinggi,dan tubuhnya yang pendek tidak bisa menjangkaunya.maka terpaksa Shafira berinisiatif untuk menarik kursi yang ada di dekat meja kerja Alan untuk mempermudahnya mengambil buku itu.
Setelah mendapatkannya,Shafira langsung membawa buku serta kursi yang tadi di ambilnya untuk di bawa ke meja kerja Alan.
Shafira mendudukkan dirinya di kursi yang ada di meja kerja milik Alan.Dengan rasa penasaran yang tinggi,Shafira langsung membuka halaman depan buku dan matanya langsung disuguhi dengan selembar foto.
Foto itu menampakkan seorang anak laki-laki yang kurus dan ada sedikit memar di wajahnya. anak kecil itu hanya berdiri tegak tanpa menunjukkan raut wajah yang bahagia melainkan wajah itu terlihat gurat kesedihan yang mendalam.
Shafira yang melihat foto itu,sempat merasa kasihan.namun ia juga penasaran dengan anak laki-laki itu.
Tak ingin berlama-lama menatap foto itu,Shafira meletakkannya kembali dan tangannya kembali membalik ke halaman berikutnya.Tak di sangka ia menemukan sebuah tulisan tangan,namun tidak terlalu jelas karena tulisan itu bukanlah tulisan orang dewasa.
__ADS_1
Meski begitu sedikit demi sedikit ia bisa membacanya dan merangkai kata kata itu.
"siapapun tolong aku!! aku sangat menderita"
Shafira sangat terkejut dengan kalimat itu,bagaimanapun juga ia sangat yakin jika kalimat itu di tulis oleh orang yang sama dengan anak laki-laki yang di foto yang ia temukan.
************
Sedangkan saat ini,Alan baru saja tiba di halaman mansionnya.selama Alan di perusahaan,ia sama sekali tidak bisa bekerja dengan baik.otaknya yang selalu memikirkan Shafira dan hatinya sama sekali tidak tenang.
Bahkan saat di perusahaan ia mengacaukan semuanya,pekerjaan yang harusnya selesai hari ini malah tambah berantakan.
Setelah memarkirkan mobil di sembarang tempat,ia langsung masuk ke dalam mansion.namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara wanita paruh baya yang menyambut kedatangannya.
"Selamat sore tuan" sapa bik Sumiarti dengan menunduk hormat.
"sore juga bik" jawab Alan dengan ketus.
"oh ya bik..... di mana nyonya Shafira?" Alan bertanya dengan suara bass-nya dan terkesan terburu-buru.
__ADS_1
"maaf tuan.... sepertinya nyonya saat ini sedang berada di ruang kerja anda" jawab bik Sumiarti dengan wajah yang takut. pasalnya tidak ada orang yang berani masuk ke ruang itu walaupun itu pelayan sekalipun.karena Alan sangat tidak menyukai jika orang masuk ke dalam ruangan pribadinya maupun itu kamarnya atau ruang kerjanya.
Setelah mendengar itu,Alan langsung melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya tanpa menjawab ucapan bik Sumiarti.Sedangkan bik Sumiarti langsung bergegas ke dapur setelah kepergian Alan.
Alan terus melangkahkan kakinya dan berhenti di sebuah pintu berwarna putih.tangannya tergerak memutar kenop pintu dan mendorong pintu supaya terbuka lebar.
Matanya dapat menangkap sosok perempuan yang tengah sibuk membaca buku di meja kerjanya.kemudian Alan melangkah dengan hati-hati karena ia ingin mengagetkan Shafira yang tengah membaca buku.
"Apa yang kau lakukan?" masih dengan suara bass-nya,seperti biasa.
Shafira yang sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Alan langsung pura-pura kaget saat mendengar suara Alan.
"ahhh....... maaf tuan,saya tidak sengaja masuk ke ruangan ini dan melihat banyak buku.saat itu saya tertarik membaca buku di sini.sekali lagi maafkan saya tuan" Shafira langsung beranjak dari duduknya dan membungkukkan badannya.
"Oh benarkah! tidak apa-apa jika kamu ingin membaca buku disini tapi ingat ruangan ini harus bersih dan tidak berantakan" kalimat yang di ucapakan Alan itu tentu saja membuat Shafira kaget.bagaimana bisa Alan membiarkan orang lain masuk ke dalam ruangan pribadinya.Shafira tau dari bik Sumiarti bahwa Alan sangat tidak suka jika ruangannya dimasuki orang lain.tentu saja saat di taman mereka sedikit menggosipkan sang atasan.karena itulah Shafira sedikit mengerti tentang sifat dan apa yang di benci oleh seorang Alan.
"Benarkah!! kalau begitu terima kasih tuan" ucap Shafira dengan tulus dan senyuman yang mengiringi setiap katanya.
Alan yang melihat senyuman tulus dari Shafira, tiba-tiba saja ia kembali merasakan jantungnya yang berdetak kencang.sekarang ia mengerti jika saat ini ia sepertinya memang mulai menyukai Shafira.Ralat,ia bukan hanya menyukai gadis itu melainkan ia sudah jatuh cinta sedalam-dalamnya terhadap gadis yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
Bersambung.