
"terimakasih dokter" ucap Shafira sambil mengantar dokter itu sampai depan pintu ruangan.
Dan saat Shafira membalikkan badannya ia terkejut dengan apa yang ia lihat.matanya membulat tak percaya dengan penglihatannya,sungguh jika sekarang ia mempunyai kantong ajaib Doraemon maka ia akan mengeluarkan pintu kemana saja untuk menghilang dari ruangan ini tapi sekarang tidak ada yang bisa ia lakukan selain menutup matanya rapat-rapat.
"apa yang anda lakukan tuan Alan" teriakan Shafira menggema di seluruh sudut ruangan ini.
"apa yang aku lakukan! aku tidak melakukan apapun" jawab Alan dengan santainya.
"Yakk tuan Alan,anda pikir anda anak kecil ha!kenapa anda bertelanjang dada di hadapanku" Shafira kembali berteriak dengan sangat kencang hingga Alan dan Raffles refleks menutup kedua telinga mereka menggunakan tangan.
"hei tenangkan dirimu! ini semua salahmu bukan salahku nona shafira" ucap Alan dengan menekankan nama Shafira.
"Yakk tuan Alan yang terhormat,kenapa anda menyalahkan ku? jelas-jelas ini salahmu" jawab Shafira dengan matanya yang mengintip sedikit di celah-celah jarinya.
"yasudah ini bukan salahmu dan bukan juga salahku,sekarang tolong berikan pakaianku" titah Alan pada Shafira dan Shafira yang mendengar itu langsung terkejut dengan apa yang di perintahkan Alan dan mau tak mau ia harus menuruti titah Alan karena ini juga bagian dari pekerjaannya.
kemudian Shafira membuka matanya dan langsung melangkahkan kakinya menuju sebuah lemari kecil yang ada di samping sofa untuk mengambil pakaian Alan.setelah mendapatkan apa yang ia cari,Shafira langsung menghampiri Alan yang tengah berdiri dengan kedua tangan yang ada di pinggang dan handuk melilit di pinggangnya.kemudian Shafira memberikan pakaian kepada Alan dengan pandangan matanya yang ia alihkan ke arah lain.
setelah menerima pakaian dari Shafira,Alan langsung masuk lagi ke dalam kamar mandi untuk memasang pakaiannya.sedangkan Shafira langsung melangkahkan kakinya untuk menuju sofa.
__ADS_1
Tanpa di sadari sedari tadi pertengkaran itu kembali di saksikan oleh Raffles yang sedari tadi diam tanpa berniat melerai dua orang yang berbeda jenis kelamin itu.
"tuan Raffles saya permisi keluar sebentar ya" ucap Shafira kepada Raffles.
"Anda mau kemana nona? bagaiman jika nanti tuan Alan membutuhkan mu nona" jawab Raffles yang sedang duduk di brankar.
"aku tidak akan lama,aku hanya ingin membelikan tuan Alan makanan di kantin rumah sakit,karena sejak semalam tuan Alan belum makan apapun" ucap Shafira.
"Baiklah tapi ingat jangan terlalu lama" titah Raffles pada Shafira dan Shafira yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju dan kemudian ia melangkahkan kakinya berjalan ke arah pintu ruangan dan pergi keluar.
Sesaat setelah Shafira keluar dari ruangan,Alan juga baru saja keluar dari kamar mandi dan ia tidak melihat Shafira di manapun,Alan mengedarkan pandangannya seolah mencari sesuatu.Raffles yang melihat itu langsung tahu siapa yang sedang di cari tuannya itu.
"Anda mencari nona Shafira tuan" ucap Raffles
"di mana dia" jawab Alan
"tenang saja nona Shafira hanya keluar sebentar membeli makanan untukmu" jelas Raffles dan Alan hanya mengangguk dan hatinya sedikit tenang saat mendengar apa yang di ucapkan Raffles.
*************
__ADS_1
Sedangkan Shafira saat ini tengah berjalan keluar dari rumah sakit dan menuju jalan yang ada di seberang rumah sakit.
sebenarnya tadi Shafira hanya ingin membeli makanan di kantin rumah sakit tapi berhubung makanan yang ia inginkan tidak ada di sana maka Shafira terpaksa untuk keluar dari rumah sakit.makanan yang inginkan adalah sate ayam tapi makanan itu tidak ada di kantin dan dengan terpaksa Shafira pergi ke jalan seberang rumah sakit karena ia melihat ada orang yang menjual sate.
Namun,tanpa ia sadari ada mobil hitam yang sedari tadi mengintai dirinya.di dalam mobil hitam itu ada tiga orang pria berbadan kekar serta menggunakan masker dan topi.
"Bagaimana,apa kita bisa menculiknya sekarang?" tanya seorang pria yang duduk di belakang.
"lihat kondisi dulu,saat ia lengah kalian bisa menculiknya" ucap pria yang sedang duduk di belakang kemudi mobil.
Tepat saat kondisi tidak terlalu ramai dan Shafira yang lengah,saat shafira ingin menyebrang kembali ke rumah sakit setelah membeli sate ayam, tiba-tiba sebuah mobil hitam datang menghampirinya dan dua orang pria yang tiba-tiba turun dan langsung menyekap hidung dan mulutnya menggunakan sapu tangan.
"hmmm"
"hmm "
Shafira sempat memberontak dan berteriak tetapi tenaganya tidak berguna karena kedua pria itu mendekapnya dengan sangat kuat dan teriakannya juga tidak berguna sama sekali karena mulutnya di bekap dekan sapu tangan dan kemudian dirinya mulai melemah dan langsung pingsan karena sapu tangan itu sudah di beri obat pingsan oleh kedua pria itu.
Bersambung.
__ADS_1