CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
part 13


__ADS_3

di perusahaan


"Tuan sebaiknya kita mencari tambahan desainer untuk bekerja sama dengan kita untuk meningkatkan kualitas pakaian yang sedang perusahaan anda kelola"usul bram


perusahaan AS COMPANY bergerak di bidang batu bara,pakaian,hotel dan properti lainnya,


dan sekarang Arya sedang memikirkan bagaimana supaya di bidang pakaian merambat naik,karna akhir akhir ini sedang anjlok turun.


"benar pendapat mu,tolong Carikan saya desainer yang bagus dan mempunyai banyak ide ide cemerlang"ucap Arya


"baik tuan nanti akan saya Cari"


"sekarang jam berapa"tanya Arya


"jam 17:30 tuan"


Arya lalu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya lalu ia bangkit dari duduknya.


"saya akan pulang cepat karna hari ini akan pulang ke mansion"


"baik tuan"


huh kenapa tanya jam berapa kalau ada jam di pergelangan tangannya dasar aneh"gerutu bram dengan pelan sambil mengikuti bos nya.


Arya berhenti dengan mendadak,Bram yang tak pokus membentur punggung Arya,Arya pun berbalik


"apa kau sedang menggerutu tentang ku?"tanya Arya


"ti...ti...dak tuan saya tidak menggerutu kan anda"jawab Bram dengan gugup


Arya pun kembali melanjutkan jalannya,iya pun pergi meninggalkan perusahaan bersama bram.


\*\*\*\*\*


sampailah Arya di depan gerbang mansion megah bangunan yang menjulang tinggi dengan pilar pilar yang besar,bergaya Eropa yang membuat rumah bak kerajaan,dengan cat putih dan di depannya mempunyai taman yang cukup besar.


ia sampai ke mansion dengan waktu 30 menit


para pekerja membukakan pintu gerbang untuk tuan mereka.


Arya keluar dari mobil di bantu Bram untuk membukakan pintu.

__ADS_1


"Bram pulang lah saya akan menginap di sini,besok pagi kamu jemput seperti biasa"ucap Arya


"baik tuan"jawab nya


Arya pun langsung menuju ke dalam mansion meninggalkan Bram,lalu Bram setelah tuannya masuk ia langsung pergi pulang.


"momy"ucap arya saat menuju ruang keluarga di sana sudah ada rose mamanya Arya,


rose yang berumur 50 tahun,tapi masih terlihat muda menghampiri Arya lalu memeluknya.


"mama kangen kamu nak"ucap rose sambil memeluk Arya


"aku juga kangen"ucap Arya membalas melukan mamanya


"kenapa kamu datang jam segini ini kan masih sore mama belum siapin buat makan malam"


"apa aku gk boleh datang lebih awal dari biasanya"ucap Arya datar


"tidak bukan seperti itu nah"


baik lah aku akan ke atas dulu untuk membersihkan badan"lalu Arya beranjak menuju kamarnya,meskipun ia tidak tinggal di mansion tapi ia mempunyai kamarnya sendiri untuk sesekali menginap di sana.


saat Arya turun beni pun datang baru pulang dari kerjanya lalu mengecup rose dengan sekilas lalu ia menatap Arya yang melihat ke arahnya.


"ciiiiih" ia langsung memalingkan wajahnya dan langsung pergi ke ruang makan.


beni adalah papa tiri arya,papanya Arya meninggal karna kecelakaan saat arya berumur 10 tahun selang 2 tahun rose menikah lagi dengan teman baiknya beni,beni adalah ayah tiri yang baik tidak seperti ayah tiri lainnya,ditambah ia tidak memiliki anak dengan rose di karnakan ia mandul tetapi rose menerima beni,beni pun menyayangi Arya seperti anaknya,beni selalu mencari cara untuk mendekati Arya tapi hasilnya nihil arya selalu menjaga jarak dengannya,Arya tidak menyukai beni karna Arya berpikir tidak ada siapa pun yang bisa menggantikan papanya,


rose menghela napas lalu mengusap punggung suaminya,rose mengerti situasi itu


"mas"


"tidak papah sayang mas juga mengerti"lalu beni meminta izin untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu


lalu rose menghampiri Arya di ruang makan lalu rose menyiapkan semuanya di bantu art,saat sudah siap baru lah beni datang dan duduk di dekat rose.


beni menoleh ke arah Arya


"bagaimana kabar kamu nak"tanya beni


"baik" jawab Arya datar

__ADS_1


lalu mereka makan dengan tenang tanpa mengeluarkan sepatah kata pun


saat sudah makan mereka pergi ke ruang keluarga untuk sekedar berbincang.


"bagaimana dengan perusahaan mu"tanya beni


"sangat baik"


beni juga mempunyai perusahaan sendiri perusahaannya bergerak di bidang perhotelan.


"apa kamu sudah mempunyai kekasih,mama sudah tak sabar ingin menggendong cucu,umur kamu sudah 28 dan mama sudah mulai tua mama juga ingin melihat kamu menikah dan mempunyai anak nak"ucap rose menimpali.


"mah jangan bahas tentang itu,aku belum mau menikah,dan belum menemukan wanita yang cocok,mungkin aku tidak akan menikah seumur hidup"ucap Arya


"Arya kamu tidak boleh ngomong begitu lupakan masa lalu itu,kakak kamu juga sudah tenang di atas sana"ucap rose dengan sedikit emosi


Arya tidak mengucapkan apa pun ia lalu meninggalkan rose dan beni menuju kamarnya.


sebenarnya Arya mempunyai seorang kakak laki laki yang terpaut usia 2 tahun dengannya


tetapi sang kakak meninggal 5 tahun yang lalu karna depresi di tinggalkan oleh kekasihnya


dulu ia dan sang kakak menyukai wanita yang sama mereka berjuang berlomba lomba untuk mendapatkannya tetapi Arya sadar sang kakak lebih mencintai wanita itu di bandingkan dirinya lalu Arya mengalah mundur untuk mendapatkannya


dan sang kakak pun berhasil mendapatkan wanita pujaannya tetapi wanita itu menghianati sang kakak dengan pria lain,lalu setelah itu sang kakak depresi dan bunuh diri,dan sekarang Arya tidak tau keberadaan wanita itu di mana,sejak saat itu Arya menutup hatinya rapat untuk wanita


tetapi terakhir hatinya bergetar kepada wanita cantik yang ia lihat di lampu merah.


"mah sudah papa katakan jangan mengungkit hal itu,supaya Arya betah di sini"ucap beni


"pah Arya tuh udah umur 28 tahun udah waktunya Arya menikah dan aku juga udah pengen cepat cepat menimang cucu,"ucap rose


"iya papa juga mengerti apa maksud nama tapi sebaiknya mama gk usah terlalu nuntut sama Arya nanti kita bakalan lebih jauh lagi sama Arya lihat sekarang Arya tidak tinggal sama kita kan lebih memilih tinggal di apartemen apalagi kalo mama menyangkut pautkan semuanya,Arya itu sudah dewasa dia tau yang terbaik untuknya sendiri"tutur beni dengan panjang lebar.


"tau lah pokoknya mama gk setuju sama pemikiran papa,mama pngen menantu,pngen cucu,mama kan malu kalo lagi arisan orang orang pada ngomongin cucu mereka sedangkan aku hanya diam saja karna tak ada yang biasa di omongin".


aku kesel sama papa"ucap rose meninggalkan beni di ruang keluarga


beni pun menghela napas,lalu menyusul rose yang sedang kesal ke dalam kamarnya.


bersambung......

__ADS_1


jangan lupa vote,like,komen,supaya aku semangat lagi bikin kelanjutannya.


__ADS_2