
"jangan terlalu lama,karena cepat atau lambat nona Shafira akan mengetahui segalanya" ujar Raffles.menurutnya Shafira harus tau tentang semua kehidupan Alan baik itu di dunia kerja atau dunia hitam.
"ya,aku tahu Raffles tapi aku takut setelah aku memberi tahu semuanya Shafira tidak mau lagi menjadi asistenku" jawan Alan dengan seadanya.Alan saat ini tengah gundah akibat masalah yang sedang ia hadapi sekarang ini.ia terlalu takut jika Shafira harus meninggalkan dirinya,Alan tidak tau kenapa pikirannya hanya tertuju pada Shafira.
"aku mengerti perasaanmu tuan" batin Raffles yang terlihat mengkhawatirkan Alan.dirinya juga tidak tau apa masalah Alan saat ini,karena Alan tidak pernah bercerita kepadanya padahal selama ini Alan selalu bercerita sekecil apapun masalahnya tetapi entah kenapa saat ini Alan tidak mau bercerita.
Saat ini mereka hanyut dengan pikiran masing-masing,Alan yang memikirkan perasaannya terhadap Shafira dan Raffles yang memikirkan alasan Alan yang tidak mau bercerita pada dirinya.
Saat mereka sibuk melamun dengan pikiran masing-masing,Alan maupun Raffles di kejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar.ketukan pintu itu juga diiringi dengan suara seseorang yang mereka yakini itu adalah suara Shafira asisten pribadi Alan tentunya.
Tok Tok Tok
"permisi tuan Alan,apa boleh saya masuk?" tanya Shafira dari luar pintu.
__ADS_1
"masuklah" jawab Alan sambil tangannya menyimpan handphone yang Raffles berikan padanya beberapa saat yang lalu ke dalam saku celananya.
Setelah mendengar jawaban dari dalam,Shafira langsung membuka pintu dan dapat dilihatnya Alan dan Raffles yang sedang duduk berhadapan.Alan yang duduk di sebuah kursi kayu berwarna putih sedangkan Raffles duduk di sebuah kursi kayu juga tetapi berwarna hitam kecoklatan.kemudian dengan langkah perlahan Shafira berjalan mendekat ke arah mereka berdua.Alan maupun Raffles menatap lekat-lekat Shafira ketika Shafira tengah berjalan dengan anggunnya.sedangkan Shafira yang di tatap seperti itu oleh kedua pria tampan yang ada di hadapannya merasa salah tingkah di buatnya.dan kemudian tibalah ia di hadapan Alan dan Raffles.
"ada apa?" tanya Alan pada Shafira dengan nada suara yang santai.
"maaf saya mengganggu waktu anda tuan,saya membutuhkan tanda tangan anda di surat ini tuan" jawab Shafira sambil ia meletakkan satu berkas di atas meja depan Alan.sedangkan Raffles hanya melihat interaksi di antara mereka berdua tanpa berniat mengganggunya.
"Ya,anda benar tuan.anda tinggal menandatanganinya dan perusahaan kita resmi bekerja sama dengan perusahaan mereka" jelas Shafira panjang lebar.
"kerja bagus,beberapa bulan terakhir terjadi peningkatan baik itu pengunjung maupun keuangan perusahaan ini.terimakasih atas kerja keras kalian dan tentunya ini berkat campur tangan darimu Raffles" ucap Alan ketika ia selesai membubuhkan tandatangannya di atas berkas itu,sedangkan Raffles yang merasa namanya terpanggil langsung menatap ke arah Alan yang sudah tersenyum lebar.
"Ya,saya bekerja keras untuk anda tuan dan saya akan memberikan yang terbaik untuk anda, karena saya tidak akan mengecewakan atasan saya" jawab Raffles dengan tersenyum juga tentunya.Shafira yang melihat kedua pria yang biasanya tidak berekspresi itu langsung terkesima melihatnya.
__ADS_1
"Aku baru sadar tuan Alan sangat manis ketika tersenyum seperti itu" batin Shafira.senyuman Raffles memang indah namun Shafira lebih menyukai senyuman Alan yang terlihat lebih indah dan juga sangat manis tentunya.seketika itu,jantung yang tadinya aman langsung berdetak kencang seakan ingin copot dari dalam dada Shafira.
Alan memang terlihat sangat tampan dengan senyuman yang indah dan itu membuat Shafira terkesima melihatnya.waktu terhenti,seakan mengizinkan Shafira untuk melihat Alan lebih lama.
"kenapa ini,kenapa jantungku tidak mau berhenti berdetak? oh jantung,tolonglah berhenti berdetak" batin Shafira yang seakan memberi perintah pada jantungnya agar berhenti berdetak dengan kencang.tetapi semuanya sia-sia dan sekarang jantungnya benar-benar tidak aman lagi,jangan sampai ia terkena serangan jantung di ruangan ini.entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini,Shafira juga tidak paham.
Bersambung.
Note:Visualnya sesuai dengan pemikiran author ya,jika kalian tidak setuju kalian boleh berimajinasi sesuai dengan pemikiran kalian masing-masing.
Happy Reading 🖤
__ADS_1