CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 76


__ADS_3

Sekarang,mata yang awalnya tertutup itu kembali terbuka dengan perlahan.mata yang memiliki iris berwarna hitam pekat itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru arah.


Namun nuansa di ruangan ini seakan terlihat familiar baginya.Shafira yang tengah berbaring itu terus menggali ingatannya.seakan teringat sesuatu ia langsung duduk dari tidurnya dan seketika itu rasa sakit di kepala melandanya.


Refleks tangan kanan cantiknya memegang kepala sebelah kanan dan bibirnya mendesis sedikit.


"sshh... kepalaku sakit sekali" tuturnya dengan mata yang memicing.


Tok tok tok


saking terlena dengan sakit yang melanda kepalanya,Shafira tak sadar bahwa ada orang yang mengetuk pintu kamar.


"Sudah bangun nona?" suara itu,suara yang sangat Shafira rindukan kini terdengar di telinganya.entah apakah ini nyata atau hanya khayalannya saja Shafira juga tak tau.

__ADS_1


Dengan tanpa sadar Shafira langsung memeluk tubuh kekar yang berdiri di sampingnya itu.pelukan itu sangat nyaman karena posisi yang juga mendukung dengan shafira dalam keadaan duduk di ranjang dan Alan berdiri tegak di samping ranjang menghadap Shafira,itu juga yang membuat wajah Shafira tertanam di perut berotot Alan.


"Aku merindukanmu...." suara itu keluar dari mulut Shafira bagaikan cicitan kecil seekor burung,namun telinga Alan terlalu tajam sehingga ia dapat mendengarnya.


Alan berdiam kaku,ia juga tak tau harus merespon seperti apa.namun tanpa sadar kedua tangannya bergerak untuk memeluk tubuh mungil seorang gadis,yang mungkin namanya sudah bersemayam di dalam hatinya.tangan kanan yang kekar itu kemudian membelai rambut Shafira sedangkan yang satunya memeluk tubuh itu dengan erat.


Kemudian terdengar dengkuran halus dari shafira.ya,karena terlalu nyaman berada dalam pelukan seseorang yang di cintai Shafira tertidur kembali dengan lelapnya.


kemudian dengan senang hati dan senyuman yang tulus terpatri di bibir merahnya,Alan menidurkan Shafira kembali ke kasur king size itu.lalu memperbaiki selimut yang di kenakan Shafira.


selanjutnya,Alan berjalan keluar setelah dengan sengaja mencuri ciuman di jidat Shafira,lalu menutup pintu kamar dengan perlahan agar tidur gadisnya tak terganggu.


****************

__ADS_1


Di ruang tamu yang luas itu, Raffles sudah menunggu kedatangan tuannya.berdiri dari duduknya Raffles memberi hormat dengan membungkuk kan badannya sedikit pada Alan.


"Bagaimana? apa yang informasi yang kau dapatkan Raffles" ujar Alan setelah mendudukkan tubuhnya di sofa empuk itu.


"informasi pria itu sudah saya dapatkan tuan" Raffles berkata sambil memberikan amplop coklat yang dalamnya berisi informasi lengkap seseorang.


"setelah ini,ketatkan keamanan mansion.tak ada seorang pun yang boleh masuk ke mansion tanpa izin dariku,tambahkan bodyguard yang menjaga pintu belakang,samping,maupun gerbang depan" titah Alan dengan suara yang tegas dan lantang,dirinya memang tidak suka bila ada seseorang yang berani mengusik atau merebut miliknya.


"Baik tuan" tak bisa membantah, Raffles menganggukkan kepalanya dengan senang hati,ia juga sangat tidak suka jika orang yang ia sayangi merasa terancam.


"mulai sekarang,tugasmu bukan hanya mengabdi padaku,tapi juga harus melindungi Shafira" sekali lagi,Alan memberi titah pada Raffles yang tentu saja di iyakan dengan senang hati oleh manusia kutub itu alias seorang Raffles yang terhormat.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2