CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
Episode 35


__ADS_3

Tepat pukul lima sore,Shafira baru saja tiba di depan rumah Alan.dirinya memang sangat tepat waktu dan disiplin karena dirinya berpikir membuang-buang waktu adalah kesalahan terbesar dalam hidup.setelah pintu mobil di bukakan oleh pak Jefri,Shafira langsung keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah.saat ia masuk,seluruh pelayan yang ia lewati termasuk bik sumiarti menunduk hormat padanya.semua pelayan memang menghormati Shafira walaupun status Shafira bukan majikan mereka melainkan asisten sang tuan Alan.


"selamat sore nona" ucap bik sumiarti sambil membungkuk hormat saat Shafira melewati dirinya yang sedang mengatur pekerjaan para pelayan.bik sumiarti adalah kepala pelayan wanita dan pelayan tertua di rumah Alan oleh karena itu ia sangat di hormati oleh pelayan yang lainnya.


"sore juga bik,bagaimana keadaan bik Sumiarti?apa bibik baik-baik saja!,jika lelah sebaiknya beristirahat sebentar" inilah kenapa alasan semua pelayan sangat menghormati Shafira, kepribadiannya yang ramah dan sopan santun terhadap semua pelayan membuat ia di cintai oleh semua pelayan yang bekerja di rumah Alan.


"bibik baik-baik saja nona,tidak usah mengkhawatirkan saya sebaiknya nona membersihkan diri sebelum makan malam" jawab kepala pelayan bik sumiarti.


"oh baiklah kalau begitu.oh ya bik,kue ini tolong di masukkan ke dalam lemari es ya" ucap Shafira yang meminta tolong pada bik Sumiarti untuk memasukkan kue yang sudah ia beli dalam perjalanan pulang menuju rumah beberapa saat yang lalu.sesuai dengan janjinya kepada Alan,Shafira memang mampir sebentar ke toko kue untuk membelikan Alan kue.


"Baiklah nona,akan saya laksanakan" jawab bik sumiarti sambil tangannya bergerak mengambil kue yang Shafira sodorkan padanya.

__ADS_1


"terimakasih bik" ujar Shafira dan setelah itu ia melangkahkan kakinya menuju anak tangga untuk masuk ke dalam kamarnya.sedangkan bik sumiarti langsung membungkukkan badannya untuk memberi hormat pada Shafira sebelum ia melangkahkan kakinya untuk menuju dapur utama.


Shafira menaiki satu persatu anak tangga untuk menuju kamar yang ia tempati,saat kakinya berada di anak tangga terakhir saat itulah ia mendengar suara yang familiar di telinganya.


"ekhemm,baru pulang kamu" ucap Alan yang berdiri tidak jauh dari Shafira dengan kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana yang membuat ia tampak lebih keren.


"iya tuan,saya tepat waktu kan?" jawab Shafira dengan seadanya dan melanjutkan langkahnya mendekati Alan.


"Baiklah,kamu memang tepat waktu dan...." ujar Alan dan di ujung kalimat ia sengaja menggantungkan kalimatnya.


"dan kue yang kamu janjikan pada saya" ucap Alan yang menagih janji Shafira padanya.

__ADS_1


"oh soal itu.anda tenang saja tuan,saya nggak ingkar janji kok.kuenya udah ada dan nanti setelah makan malam saya akan menyajikannya untuk anda tuan" ucap Shafira dengan rasa percaya dirinya sambil menatap Alan dengan senyuman yang manis.


"oh benarkah! baiklah kalau begitu,akan saya tunggu" ujar Alan sambil menatap Shafira.


"sebaiknya kamu bersihkan diri kamu,bau keringatmu sangat menyengat" lanjut Alan dan kalimatnya itu tidaklah benar,ia hanya ingin menggoda sang asisten saja.


"ha! masa sih tuan aku bau keringat" jawab Shafira sambil mengendus bau ketiaknya sendiri.


"iya saya serius,udah cepat sana mandi yang bersih" timpal Alan dan tambah bersemangat menggoda Shafira.hahahah padahal aku kan hanya bercanda,pikir Alan dan ia bersusah payah menahan tawa yang sebentar lagi akan meledak.


"yaudah kalau begitu,saya masuk ke kamar dulu ya tuan" ucap Shafira dan tanpa mendengar jawaban Alan ia langsung berlari meninggalkan Alan yang masih berdiri.sedangkan Alan yang melihat tingkah Shafira yang merasa malu,langsung mengeluarkan tawanya yang sudah tidak bisa lagi ia tahan.Alan tertawa terpingkal-pingkal sampai-sampai ia memegang perutnya yang sakit karena tertawa.

__ADS_1


"setelah sekian lama,baru kali ini aku melihatmu tertawa lagi seperti itu" ucap seseorang yang sedari tadi melihat setiap adegan percakapan antara Shafira dan Alan.


Bersambung.


__ADS_2