
demi membuyarkan suasana Nadira mengambil ukuran yang tadi sempat terjatuh,saat Arya memeluk dirinya
"mari aku ukur lagi supaya cepat beres"lalu Nadira mengukur bagian tubuh yang tadi sempat tertunda.
setelah itu Nadira menyuruh Arya untuk memilih modelnya,setelah Arya memilih model yang ia suka ia memesan 5 jas dengan model yang berbeda,memang Arya juga suka akan desain desain baju yang Nadira buat sungguh indah dan unik,tak ayal butiknya pun dapat berkembang pesat.
"terimakasih atas pesanannya,nanti aku akan konfirmasi jika bajunya sudah jadi yah"
"baiklah"arya tersenyum hangat ke arah nadira.
setelah itu Arya dan Bram meninggalkan butik.
Cika langsung saja menatap Nadira dengan tatapannya dan menggerak gerakan alisnya terlihat tatapan itu mengartikan pertanyaan"dari kapan"begitulah kira kira.
Nadira menghela napas,lalu duduk di atas diva
"dia pernah menyatakan cinta padaku tetapi aku belum mengatakan apapun karena aku masih trauma cik,dan dia meminta kesempatan untuk menyembuhkan rasa luka dan trauma ku
Cika melorotkan matanya mendengar ucapan Nadira
"seriusly dia nembak kamu,ah nad kenapa kamu tidak terima saja,dia tampan dan juga sangat mapan"
memang Cika Belum mengetahuinya karena Arya tidak pernah datang ke butik karena larangan Nadira dan mereka di saat jalan berdua disaat hari Nadira tidak sibuk.
__ADS_1
"rasanya aku belum sembuh saja dari rasa traumaku"ucap Nadira sedikit muram
Cika lalu mendekat ke arah Nadira dan memeluknya
"nad coba lupakan trauma mu itu dan buka lah lembaran baru akan hidupmu,aku pasti akan mendukung sahabatku ini"ucap Cika.
Nadira hanya terdiam
"aku pun tidak ingin sakabat ku menjadi perawan tua"
"haish....ucapan mu ini"lalu Nadira mencubit perut cika
"aw... nad kamu selalu tau saja kelemahan ku"memang Cika tidak kuat akan cubitan
"baiklah"
lalu mereka membereskan semuanya yang tadi sempat berantakan.
****************
tak lama setelah itu datang lah Maya ke sana, sesuai janjinya Maya ingin melihat butik Nadira siang itu,Cika sangat kegirangan karena ia sudah lama tidak bertemu dengan Maya,Cika memeluk Maya dengan posesif seakan dia adalah ibunya.
"cik dia mama ku kenapa kamu memeluknya dengan begitu,aku kan ingin peluk juga ucap Nadira manja"
__ADS_1
mode manja Nadira keluar ketika selalu berhadapan dengan mamanya,
"biarin blee"Cika menjulurkan lidahnya lalu mereka memperebutkan Maya layaknya anak kecil
"sudah sudah kalian selalu saja begini"lihat apa yang mama bawa
Maya membawakan bekal makan siang untuk mereka,mereka pun makan bawaan Maya mamanya.
Maya tersenyum melihat nadira dan Cika berebut makanan dan saling toyor layaknya saudara
dalam hati Maya"terimakasih Cika sudah membuat anakku seceria ini lagi"
tak terasa setitik air mata jatuh dari pelupuk mata maya,buru buru ia menghapus air mata itu,takutnya Nadira dan Cika melihatnya.
bersambung.....
jangan lupa like vote dan komen supaya aku jadi tambah semangat untuk melanjutkan ceritanya.π€βΊοΈ
hai guys aku mau ngenalin novel kedua aku nih judulnya"TAKDIR CINTA"jangan lupa mampir yah
salam sayang dari author π
__ADS_1