CINTA SANG CEO

CINTA SANG CEO
episode 74


__ADS_3

Shafira terus memikirkan Alan dan mencoba untuk menurunkan sedikit egonya.


Di rumah Aaron,Shafira terlihat baik-baik saja dan selalu ditemani oleh Aaron.walaupun ada Aaron disinya tetap saja Shafira terus teringat pada tuannya yang diam-diam membuatnya jatuh cinta.


Pernah suatu hari ia meminjam handphone milik Aaron untuk menghubungi keluarganya.tetapi Aaron tidak mau meminjamkannya karena ia tahu Shafira akan pergi dari sisinya,dan ternyata Aaron menyukai Shafira atau mungkin sangat terobsesi pada Shafira.


Awalnya Shafira tidak menyadari perasaan Aaron namun seiring berjalannya waktu akhirnya shafira menyadarinya,karena perlakuan Aaron terhadapnya sangat diistimewakan.


Shafira juga tahu alasan di balik Aaron tidak ingin dirinya memegang handphone walaupun hanya sedetik karena Aaron tidak ingin Shafira menghubungi keluarganya dan akhirnya meninggalkannya.


Shafira tidak ingin tinggal diam,dia melakukan segala cara agar ia bisa menghubungi Alan atau raffles.ia meminjam handphone milik seorang pelayan tua di mansion Aaron.namun sayangnya itu juga tidak berhasil,Aaron memergoki dirinya saat itu dan tanpa belas kasihan Aaron melemparkan ponsel itu hingga layarnya retak dan ponselnya mati.


Akhirnya,disinilah ia sekarang,berbaring terlentang di tempat tidur yang besar ini,Shafira menghela nafas kasar dan perlahan bangkit kemudian duduk di tepi kasur.mengedarkan pandangannya ke segala arah demi mencari sedikit celah agar ia bisa keluar dari tempat ini.


"Huft,Tidak ada celah sama sekali" gerutu Shafira dengan kesal.


Memang,selain ventilasi dan pintu tidak ada apapun lagi setelah itu bahkan jendela pun tidak ada.lama Shafira berdiam diri di sini,tidak bergerak sedikitpun sampai pada saat pintu kamar nya terbuka dan sosok laki-laki tinggi pun muncul dengan wajah yang tak kalah dinginnya dengan Alan.


Ya,itu adalah Aaron,laki-laki yang akhir-akhir membuat Shafira kesal.jika saja bisa,mungkin Shafira sudah lama mencakar wajah yang sok tampan itu.


"Apa yang sedang kau lakukan Shafira?" Dengan tersenyum bodoh Shafira menatap Aaron.

__ADS_1


Kau tidak lihat kalau aku sedang duduk? batin Shafira meronta.


"Tidak ada,hanya duduk" tentu dirinya tak berani berkata kasar pada Aaron,lebih baik cari aman dari pada membangunkan harimau yang sedang tidur.


"Kau mau keluar?" Laki-laki yang mendominasi itu berkata dengan wajah dinginnya.


"Haa?apa?" Tentu saja Shafira terperangah dengan perkataan orang yang ada dihadapannya ini, tidak ada angin tak ada hujan tiba-tiba mengajaknya keluar.serius? atau aku salah dengar? Batin Shafira dengan tangan menggosok kupingnya kalau-kalau kupingnya bermasalah.


"Aku bertanya padamu,mau keluar atau tidak? Kebetulan hari ini tidak ada pekerjaan jadi aku mau jalan keluar sebentar..tapi kalau kamu tidak mau-"


"Ya,aku mau ayo jalan-jalan keluar" Shafira dengan cepat memotong perkataan Aaron. Ia pikir inilah kesempatan untuk kabur dari pria ini,tentu saja dirinya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini.seperti kata pepatah,kesempatan tak datang dua kali,jadi jangan sampai Shafira melewatkannya.


"Baiklah ayo,tapi jangan harap kau akan bisa kabur dariku!" Lenyap sudah harapan Shafira untuk kabur saat kata-kata itu keluar dari bibir pria ini,sungguh sangat tidak berperikemanusiaan.tapi jangan harap bahwa dirinya akan menyerah begitu saja,tentu saja tidak akan semudah itu.tekadnya ingin kabur sangat besar hingga melenyapkan rasa takut di hatinya.


***********


Disinilah mereka,sebuah mall terbesar yang memiliki ratusan bahkan ribuan pelanggan,Shafira menatap kagum bangunan besar ini,bukan karena dirinya tidak pernah ke mall,namun mall yang selama ini ia kunjungi tidaklah sebesar ini.


Mereka sangat menikmati waktu berdua,lebih tepatnya Aaron yang sangat menikmati waktunya dengan Shafira,sedangkan wanita itu terlihat sedikit enggan.namun Aaron tidak mempermasalahkan itu,menurutnya bisa jalan-jalan dengan Shafira saja itu lebih dari cukup.


Banyak yang mereka lakukan,mulai dari pergi ke mall,main wahana,hingga pergi ke wisata taman bawah laut.lalu sekarang mereka tengah makan malam di sebuah restoran terkenal.ya,memang hari sudah malam karena mereka tidak menyadari bahwa hari sudah gelap karena terlalu asik jalan-jalan.

__ADS_1


Aaron maupun Shafira memakan hidangan di meja mereka dengan khidmat,tidak ada suara selain dentingan sendok dan piring yang saling bersahutan.


"Aku ke toilet dulu ya" ucap Shafira


"Jangan lama-lama ya,aku tunggu disini,dan ingat jangan pernah berpikir untuk kabur dariku" orang bucin memang berbeda,tidak ingin di tinggal lama dengan pujaan hati,Shafira sampai memutar bola matanya jengah melihat kelakuan pria ini.wajahnya memang tampan tapi lebih tampan lagi tuan Alan,pikir Shafira meronta.


"Hmm,tidak akan tuan Aaron yang baik hati" jijik sekali hati Shafira berkata seperti itu,tapi dirinya terpaksa harus bersikap baik demi kedamaian dirinya sendiri.


***********


Di toilet wanita yang ada di restoran,Shafira membasuh kedua tangannya sambil menatap wajahnya di cermin.


Sebenarnya ia sudah teramat lelah mengahadapi Aaron setiap hari,ingin rasanya Shafira bunuh diri saja namun ia masih teringat dengan tuannya yang dingin seperti es itu.ia rindu dengan Alan namun apalah daya dirinya tidak bisa keluar dari kandang macan itu.


"Huft....,aku tidak bisa seperti ini terus,aku harus mencari cara agar bisa kabur dari Aaron si macan itu" Shafira bergumam menatap wajahnya sendiri di cermin.


"Aku terlihat sedikit kurus,lihat wajah kusam ini, aah mungkin karena aku terlalu stres"


"Ya Tuhan,aku rindu tuan Alan...,bisakah kau pertemukan kami lagi?" Shafira terus berbicara sendiri sampai-sampai tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seorang pria yang mendengarkan keluh kesahnya di depan pintu toilet.


"Tidak salah lagi,wanita inilah yang selama ini bos cari" gumam pria itu,lalu ia berniat mengetuk pintu sebelum pergelangan tangannya di genggam seseorang.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2