
Sudah 1 Minggu berlalu
Arya menyuruh Bram untuk menghubungi Nadira untuk datang ke perusahaannya untuk membicarakan tentang rancangan desain baju yang kurang.
Dan di sinilah sekarang Nadira ia sedang berada di ruangan Presdir,dia hanya berdua saja bersama Arya,sebenarnya desain yang Nadira buat itu baik baik saja tidak ada yang kurang itu hanya akal akalan Arya saja untuk bertemu Nadira.
Nadira merasa canggung dengan tatapan Arya yang menjurus kepadanya,ia menghela napas lalu mencoba bersikap tenang.
"Baik tuan desain di bagian mana yang kurang tuan"tanya Nadira.Tapi Arya hanya diam saja memandangnya,Nadira lalu memanggil manggil nama nama tuannya tapi tidak ada sahutan juga ia pun kenal lalu menggebrak meja,
Brakkkkkkk......
Arya langsung terperanjat kaget mendengar gebrakan di hadapannya.
"Kenapa anda memukul meja nona"tanya Arya dengan wajah tanpa dosanya.
"Habisnya dari tadi tuan tidak menyahuti saya,jadi saya menggebrak meja saja"ucap Nadira,padahal Nadira dalam hati ingin tertawa melihat kekagetan Arya,karna wajahnya yang begitu lucu saat kaget.
"Bisakan kamu tidak memanggilku tuan"panggil saja saya dengan sebutan nama saja,saya tidak betah"pinta Arya
"Maaf tuan saya tidak bisa,saya terasa canggung jika panggil nama"
__ADS_1
"Baiklah kalau gitu kitabatalkan saja kontrak kerja sama kita"ancam Arya
"Kok gitu pak knp bisa"tanya nadira
"Bisa karna kamu tidak mau panggil saya dengan nama"
"Baiklah Arya,sudah saya sudah panggil bapak eh Arya"ucap Nadira sambil bergerutu ia tadi sempat berpikir bagaimana tentang kontrak kerjasama nya,hanya cuma karena ingin di panggil nama,ada ada saja.
"Good"ucap Arya
Lalu mereka melanjutkan pekerjaan.
Tak lama pintu terbuka nampak lah wanita paruh baya siapa lagi kalau bukan rose mamahnya Arya.
"Arya mom datang"ucap rose sambil menghampiri Arya dan memeluknya,rose tak sadar bahwa disana ada Nadira yang sedang memperhatikan iteraksi ibu dan anak itu.
"mah lepas ada tamu di sini,kenapa momy main nyerobot aja,di mana Bram knapa tidak mencegah momy"ucap Arya sambil melepaskan pelukan mamanya
rose lalu melihat ke arah Nadira satu kata yang ia ucap"cantik",lalu ia melihat Nadira dengan intens,
"kamu siapa apakah kamu pacarnya anak saya"tanya rose...
__ADS_1
""tidak nyonya saya bukan pacarnya Arya eh tuan eh Arya"Nadira salah tingkah mendapat pertanyaan dari rose.
mom"ucap Arya sambil melotot ia tidak enak terhadap Nadira atas ucapan momynya.
maaf tuan, nyonya saya pamit dulu karna urusan saya sudah selesai"ucap Nadira sambil membungkukkan badan tanda hormat lalu pergi meninggalkan ruangan
tinggalah tersisa Arya dan rose,lalu rose duduk di atas sova di pojok ruangan
"itu tadi siapa nak,momy lihat kamu tadi senyum senyum ke arah wanita itu"
"tidak mom mana ada aku seperti itu"
sebenarnya rose sudah dari tadi berada di luar ruangan Arya tetapi ia urungkan karna Arya sedang ada tamu dan Bram menghalanginya,tetapi Bram tidak kuasa bila berhadapan dengan rose karna rose adalah ibunya Arya sang bos,
tetapi rose malah berdiam diri di balik pintu dan mengintip ke dalam,ia melihat anaknya yang curi curi pandang ke arah wanita itu dan sesekali tersenyum"lalu rose pun langsung menerobos masuk saat ia lihat pembicaraan di dalam sudah selesai,sebelum masuk ia menghadap Bram yang berada di belakangnya.
"Bram kamu berhutang penjelasan pada ku"ucapnya.lalu rose pun masuk ke dalam.
bersambung....
jangan lupa vote like dan komen☺️
__ADS_1