
Di suatu klab malam, Bintang Candra Kusuma sedang menikmati minumannya sambil mendengarkan musik yang keras menghentak.
Nampak dia sedang duduk bersama temannya Anton yang sekaligus asisten pribadinya. Ya, Bintang adalah seorang Direktur di perusahaan milik ayahnya, Bagas Candra Kusuma. Sudah menjadi kebiasaannya menghabiskan malam Minggu di tempat ini untuk melepas penat selama seminggu penuh bekerja.
"Bin, pulang yuk, gue udah ngantuk nih" kata Anton
"Baru juga duduk bro, udah ngajak pulang aja lo. Apa elo ada janji lain?" tanya Bintang tanpa menoleh ke Anton
"Gak juga sih. Cuman gue bener-bener capek Bin, rapat selama 5 jam tadi sangat menguras tenaga dan pikiran"
"Oke lo balik duluan aja, gue masih pengen disini"
"Okelah kalau gitu, tapi ingat jangan sampai mabuk lho Bin, ntar gue yang kena semprot bokap lo" peringatnya
"Iya gue tau, dasar bawel lo, kalau ngomong kayak emak-emak komplek" ucap Bintang
Anton langsung melesat meninggalkan Bintang yang sedang menikmati minumannya sendirian.
Bintang segera menghabiskan minumannya dan akan beranjak dari tempat itu, namun di pintu keluar ruangan yang dia tempati tadi tiba-tiba dia dikejutkan oleh seseorang yang menabrak tubuhnya.
Brukk...
Tabrakan tidak terelakkan dan gadis itu jatuh diatas tubuh Bintang.
__ADS_1
"Sepertinya dia mabuk berat" gumam Bintang lalu mencoba mengangkat tubuh yang ternyata seorang gadis itu.
Bintang menepuk bahunya berharap agar gadis itu segera sadar, namun nihil. Gadis itu malah meracau tidak jelas dan memukuli bahu Bintang.
"Hey Nona, sadarlah... jangan seperti ini" kata Bintang mencoba mengajak gadis itu bicara lagi.
Bintang ingin meninggalkan gadis itu, namun dia tidak tega, dia berpikir bisa saja ada seseorang yang mengambil kesempatan dari keadaan gadis itu, Bintang juga bukan orang yang jahat hingga harus berbuat demikian.
Bintang berinisiatif untuk membawa gadis itu saja, karena dia juga terlalu lelah hari ini, jadi tidak bisa memikirkan hal lainnya. Biar besok dia menanyakan alamat gadis ini dan mengantarkan nya pulang.
Bintang pun menggendong gadis itu menuju parkir mobilnya yang terletak tidak jauh dari klub. Setelah mendudukkan gadis itu di kursi penumpang dan memasang safety belt, Bintang lalu melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang menuju apartemennya.
Sesampainya di parkiran basement, Bintang berusaha membangunkan gadis itu lagi, namun sepertinya dia tertidur.
Akhirnya dengan terpaksa Bintang menggendongnya lagi masuk ke dalam apartemennya yang berada di lantai 5 gedung ini.
Setelah melepaskan sepatu dan meletakkan tas yang melingkar di pundak gadis itu, Bintang lalu menyelimutinya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
15 menit kemudian Bintang keluar dari kamar mandi, dia hanya memakai sehelai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.
Sebelum menuju ke arah lemari bajunya, dia sekilas melihat pergerakan dari gadis itu. Bintang pun mendekati dan mencoba bertanya tentang kondisinya.
Belum sempat Bintang membuka suara, gadis itu sudah terlebih dahulu memeluknya dan meracau lagi.
__ADS_1
"Andi, kenapa kamu tega sama aku? Apa kurangku hingga kamu tega berselingkuh dengan temanku?" tanya gadis itu sambil menangis dan belum menyadari jika laki-laki di depannya ini bukanlah Andi yang dia sebut tadi.
"Rupanya dia frustasi karena pacarnya selingkuh hingga mabuk-mabukan begini" gumam Bintang dalam hati
"Apa karena aku tidak mau diajak berhubungan int*m hingga kamu tega ninggalin aku?" tanya gadis itu lagi
Namun Bintang belum sempat mengucapkan kata-kata untuk menjelaskan pada gadis itu, tiba-tiba gadis itu menempelkan bibir mungilnya ke bibir Bintang dan menekan tengkuknya agar ciuman mereka semakin dalam.
Bintang yang kaget pun tidak bisa mengelak lagi, diapun mulai memag*t bibir yang lembut itu dan mulai memberikan hisapan-hisapan kecil. Gadis itu nampaknya belum lihai melakukan kegiatan itu, jadi Bintang sedikit menggigit bibir bawah gadis itu agar dia mau membuka mulutnya, sehingga Bintang bisa mengakses ke dalam bibir yang rasanya sangat manis bagi Bintang.
"Aku siap melakukannya denganmu kali ini Andi, asal berjanjilah jangan tinggalkan aku" ucap gadis itu mengagetkan Bintang.
Namun belum sempat lagi Bintang menjelaskan, gadis itu sudah menarik handuk yang melilit tubuh Bintang dan terlihat kejantanan Bintang yang sudah menegang disana.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan gadis kecil" ucap Bintang dengan seringai liciknya.
Dan akhirnya malam itu mereka melakukan pergumulan panas itu meski tidak mengenal satu sama lain. Bintang tidak menyangka jika dia akan merebut mahkota gadis yang sama sekali tidak dikenalnya itu.
Ada rasa bersalah sekaligus bahagia setelah Bintang melakukannya. Bersalah karena dia mengikuti permainan yang diciptakan gadis itu, seharusnya dia tahu jika gadis itu menyangka dia adalah Andi pacarnya dan harusnya dia menolak. Namun pesona gadis cantik ini tidak bisa ia abaikan begitu saja. Dan bahagia karena dia adalah orang pertama yang merenggut mahkota gadis itu dan dia juga baru pertama kali melakukan hal ini. Ternyata rasanya sangat nikmat seperti yang diceritakan oleh teman-temannya yang sudah biasa melakukannya bersama wanita yang mereka kencani.
Bintang berjanji dalam hati akan mempertanggungjawabkan perbuatannya jika sampai gadis ini hamil.
Sebenarnya dia ingin mengajak gadis ini bergulat sekali lagi, mengingat tubuhnya yang molek dan sangat manis, sehingga membuat candu bagi Bintang. Namun dia tidak tega melakukannya karena gadis ini kembali tertidur pulas setelah kegiatan panas mereka tadi.
__ADS_1
Bintang menyelimuti tubuh mereka berdua yang tanpa sehelai benangpun lalu dia tidur dengan terus memeluk gadis itu.
Biarlah besok dia akan menceritakan semua yang terjadi malam ini, sungguh dia sangat lelah ditambah lagi dengan pergulatan tadi membuatnya langsung tertidur tanpa mematikan lampu kamar sebelumnya.