Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam
Prang ...!


__ADS_3

Kartika sedang berpikir, Kevin memerintahkan untuk mempersiapkan alat. Seolah dirinya paham akan tindaakan pembedahan.


"Masak air di dalam panci, siapkan pisau, perban dan beberapa kain bersih. Cari di lemari itu!"


Kevin menunjuk lemari yang ada di sudut ruangan.


Kevin bangkit dari duduknya, melangkah ke arah lemari yang di tunjuk Kevin. Membuka lemari membawa beberapa kain bersih seperti yang di minta.


Menuangkan air ke dalam di panci dan memasaknya di atas kompor. Setelah matang Kartika membawanya, menata alat yang di perlukan ke dekat Kevin yang terbaring.


"Panaskan pisaunya terlebih dahulu supaya steril."


Kartika melakukan yang di perintahkan. Memanaskan pisau di atas kompor hingga membara beberapa menit. Setelah di rasa cukup dia mengambilnya. Kartika mengambil kain untuk mengelap darah yang mungkin akan mengalir dan menghentikan perdarahan.


"Tusuk lukanya sampai peluru keluar, selama belum ketemu pelurunya jangan mencabut pisaunya. Paham!"

__ADS_1


Kevin menatap wajah Kartika yang kini pucat, cermas harus melakukan tindakan yang belum pernah sekalipun ia lakukan. Jantungnya berdetak tidak karuan tangannya berkeringat, gemetar memegang pisau panas membara merah menyala.


Kevin mengambil lap bersih menyumpal mulutnya sendiri, supaya tidak menggigit lidahnya ketika pembedahan dilakukan dan tidak berteriak yang akan membuat Kartika panik.


Kartika memberanikan diri menancapkan pisau, mulai mengorek di mana peluru yang bersarang di dada Kevin. Pria dihadapannya menjerit menahan sakit, keringat mengalir bersamaan dengan air mata yang terus mengalir. Walaupun tidak tega menyaksikan Kevin menahan sakit. Kartika terus berusaha. Kevin menutup matanya menahan sakit.


Prang....!


Kevin mendengar bunyi nyaring di atas baskom, kemudian pria itu tidak sadarkan diri.


Segera membersihkan luka dengan air panas dan membalut luka dengan perban. Kevin masih tidak sadarkan diri mungkin Karena kelelahan, menahan rasa saki yang teramat sakit. Kartika membenarkan posisi berbaring Kevin untuk tidur dengan nyaman.


Wanita itu duduk disisi pria yang tak sadarkan diri. Kartika pun merasa lelah sangat sehingga tidak ada tenaga untuk berdiri dan berpindah tempat. Hingga pada akhirnya Kartika pun terlelap di sisi pria yang baru saja di tolongnya. Sementara alat-alat belum sempat di rapihkan masih berserakan di lantai.


Kartika terbangun ketika tangan hangat menyentuh pipinya. Ia membuka matanya perlahan. Menatap wajah Kevin yang memerah. Buru-buru Kartika menempel kan punggung tangan di kening Kevin. Kartika merasakan hawa panas dari kening Kevin. Rupanya Kevin demam karena reaksi dari tubuhnya yang terluka.

__ADS_1


Kevin mengigau memanggil-manggil namanya terus seolah takut jika dirinya pergi meninggalkannya. Kartika tersenyum se takut itukah Kevin di tinggal oleh dirinya.


Buru-buru Kartika bangkit, menyelimuti Kevin. Kartika menghampiri lemari untuk mencari kotak obat barangkali ada obat panas untuk menurunkan demam.


Untunglah Kartika menemukan obat yang di butuhkan. Ia segera mengambil air minum  membawanya untuk di berikannya pada Kevin.


Kartika membantu Kevin untuk duduk dan meminum obat penurun panas.


Setelah selesai ia kembali ke dapur berniat untuk membuatkan bubur. Karena tak mungkin jika ia harus keluar meninggalkan Kevin yang sedang lemah seperti itu.


Kevin menolak di tinggalkan. Namun, Kartika memberi penjelasan jika dirinya tidak akan kemana-mana. Ia tidak akan kabur untuk meninggalkan dirinya. Ia hanya ingin pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk mereka makan.


Kevin paham mengijinkan Kartika meninggalkan dirinya sendiri di dalam kamar.


Sebetulnya Kartika belum pernah memasak karena ibunya tidak mengijinkannya untuk turut ikut di dapur. Jadi ia hanya tahu cara meracik bumbu dan cara memasaknya saja. Baru kali ini ia benar-benar memasak secara sempurna. Sebelum diserahkan pada pada Kevin, Kartika mencicipinya terlebih dahulu untuk mengetahui rasanya sudah pas atau malah kurang bumbu. Ketika mencicipinya menurut dirinya sudah pas entah jika  menurut Kevin. Yang penting dirinya telah berusaha jika Kevin tidak mau memakan masakannya biar saja pria itu puasa, gerutu Kartika di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2