Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam
Ada siapa di dalam kamarmu?


__ADS_3

Kevin pergi ke tempat lain yang tidak jauh dari tempat Kartika berdiri, hanya terhalang oleh tembok.


Tangan Kevin meraih high heels untuk Kartika, warnanya senada dengan gaun yang di pakainya.


Setelah membayar dengan kartu kredit Kevin segera kembali ke tempat di mana Kartika menunggunya.


"Pakai ini!"


Kartika menerima dust yang di berikan Kevin kepadanya. Setelah di buka isinya ternyata high heels. Berwarna merah senada dengan gaun yang dikenakan Kartika.


Kartika melepas sepatu yang di kenakan nya mengganti dengan yang baru saja di berikan Kevin. Ternyata ukurannya pas di kaki Kevin.


Pria itu mengajak Kartika untuk keluar dari butik tersebut setelah sebelumnya membayar dengan kartu kredit.


Kevin berniat untuk mengajak Kartika makan malam romantis.


Niatnya ingin memanjakan Kartika dan untuk membuat Kartika percaya bahwa niatnya untuk kembali bukanlah main-main.


Tiba di sebuah resto Kevin menarik kursi untuk Kevin. Suasana remang dan alunan musik menghangatkan suasana malam.


Kartika menatap sekeliling ruangan yang hanya ada beberapa pasangan di sana yang sedang menikmati suasana romantis sepertinya.


Pelayan datang dengan membawa hidangan yang telah di pesan Kevin, meletakkan dua buah piring berisi steak daging dengan aroma yang sangat menggoda dengan di sisinya tertata sayuran buncis, wortel, brokoli dan jagung yang telah di potong-potong. Ada kentang juga sebagai pengganti karbohidrat ditambah saus barbeque yang wanginya menggugah selera. Tak lupa sebotol wine menghiasi meja makan mereka.


Kevin menuangkan wine ke dalam gelas mengajak Kartika untuk bersulang dengan menempellan kedua gelas.


Setelah itu keduanya menikmati makan malam, sesekali pandangan keduanya beradu dan saling melempar senyum.


Ponsel Kevin berbunyi, pria itu tidak mengangkatnya membiarkannya saja. Namun, ponselnya tetap saja berdering sehingga terpaksa meminta ijin pasa Kartika untuk mengangkat ponselnya.


[Ada apa Ilham?]


[Yuli menyuruhku supaya kau mengembalikan Kartika karena di sini Renata di culik oleh Halim sebagai Sandra. Jika kamu tidak mengembalikan Kartika, Halim pun tidak akan mengembalikan Renata]


[Apa, si Halim bedebah itu lagi] gerutu Kevin yang kesal akan ulah Halim.


Kartika sedikit menguping pembicaraan di telpon. Namun, pura-pura tidak tahu dan tetap fokus menikmati hidangan yang tersaji di meja.

__ADS_1


Tidak lama Kevin kembali duduk untuk melanjutkan makan malamnya.


Kevin mengambil tangan Kartika yang berada di atas meja menggenggamnya lembut.


"Ceritakanlah kembali ketika pertama kalinya kita bertemu dan akhirnya bertemu kembali hari ini. Aku akan mendengarkan."


Kartika menatap Kevin dan mulai bercerita. Setelah usai bercerita Kevin menghapus buliran bening di mata Kartika. Wanita itu menatap Pria yang ada di depannya dengan mata sayu nya.


Kevin merasa bersalah momen kali ini akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk memperbaiki semua yang hal buruk yang pernah dilakukan pada Kartika.


"Maukah kamu menikah denganku lagi?"


Kartika terdiam bingung harus menjawab apa, ketika teringat pada Renata yang dalam bahaya terpaksa Kartika mengiyakan permintaan Kevin dengan mengangguk.


"Tapi ---."


"Tapi, apa?"


"Aku ingin tinggal bersama keluargaku karena aku tidak mau jauh dari Ayah, ibu dan mentari yang menyayangiku."


"Baiklah jika itu keinginanmu, aku akan menyanggupinya."


Akibat ulah Kevin banyak orang dari kedua belah pihak menderita mungkin dengan menerima kembali pinangan Kevin kedua belah keluarga akan damai. Hanya itu harapan Kartika agar tidak ada orang lain yang menderita lagi karena perbuatan Kevin..


Kartika menurut saja ketika Kevin membawa dirinya kerumah Salamah. Pria itu menempatkan dirinya di kamar yang sama seperti waktu pertama kalinya di sekap di rumah itu. Karena hari telah larut malam ketika keduanya sampai. Hanya pengawal yang melihat keduanya.


Royadi mendapat kabar dari pengawal yang mengintai Kevin dan Kartika bahwa keduanya pulang ke rumah Salamah. Namun, tidak bisa langsung membebaskan Kartika. Sebagai orang tua Royadi memperhitungkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi jika bertindak gegabah.


Royadi tidak ingin bertindak gegabah yang akan berimbas pada kehidupan Kartika nantinya.


Royadi berharap mampu mengembalikan Kartika dalam keadaan hidup tanpa ada satu goresan apapun di badan dan hatinya.


Royadi sadar untuk menyelamatkan Kartika dirinya harus meredam amarah yang membara di hati Kevin terhadapnya.


Pagi-pagi sekali Kevin sudah berdiri di depan pintu kamar Kartika dengan sebuah nampan berisi makanan di tangannya. Pria itu mengetuk pintu, seluruh anggota keluarga heran melihat Kevin yang bersikap seperti itu di depan kamarnya sendiri.


Pintu terbuka dari dalam, Kevin segera masuk tidak keluar kembali. Semua orang di ruang makan keheranan menatap ke arah kamar Kevin.

__ADS_1


Ada siapa di dalam? Mungkinkah Kartika kembali atau Renata?


Tidak lama Kevin keluar duduk di meja makan. Salamah menatapnya dengan tajam. Sambil meletakkan gelas wanita tua itu pun bertanya,


"Siapakah yang ada di dalam kamarmu?"


"Kartika, aku membawanya pulang."


"Jadi yang di dalam bukan Renata?" tanya Yuli pada Kevin.


"Bukan, memangnya dia pergi kemana? Sepagi ini belum kembali!"


"Gara-gara ulahmu menculik Kartika, kini Renata dalam bahaya. Jadi tahanan dan aku tidak tahu kondisinya seperti apa sekarang ini."


"Jadi yang di katakan Ilham kemarin itu ternyata benar."


"Kembalikan dia pada keluarganya dan jemput Renata."


"Aku sudah tidak peduli pada Renata. Karena dia sudah bukan tanggung jawabku lagi."


"Tapi --- lihatlah kelakuan cucumu Salamah. Dia lupa dan ingkar pada janjinya dulu.


Salamah baru sadar kini Kevin sudah terjerat cinta, ia tidak bisa terus memanfaatkan cucunya. Tapi Salamah juga tidak ngin di benci oleh Kevin. Jika suatu hari nanti Kevin tahu akan kebenarannya. Salamah harus cepat bertindak untuk mencari rencana baru.


Apa lagi kini di dalam rumahnya ada Kartika. Seharusnya dirinya bisa memanfaatkan wanita itu. Tapi bagaimana caranya Salamah berpikir keras untuk meneruskan rencana balas dendamnya yang masih berkobar di dalam hatinya.


Hari Minggu yang cerah. Kevin dan Kartika berniat akan pergi ke rumah Kartika untuk membicarakan Keinginan Kevin untuk meminangnya kembali. Baru saja akan masuk ke dalam rumah, para pengawal Dahlan sudah menghadangnya di depan pintu gerbang. melarang masuk keduanya.


Sehingga membuat Kartika berteriak,


"Ibu, Ayah. Aku pulanggg ....!"


Titin dan Royadi yang mendengar suara putrinya berteriak langsung berdiri dari meja makan, berjalan cepat setengah berlari menghampiri pintu gerbang. Kedua pengawal membukakan pintu. Terlihat Kartika sedang berdiri dengan tangannya di genggam oleh Kevin. Royadi dan Titin kaget melihat pemandangan yang baru saja di lihatnya.


Sehingga keduanya beradu pandang seolah bertanya ada apa dengan mereka berdua?


Kartika berlari ke dalam pelukan Titin. Wanita itu mencium pipi dan kening putrinya. Sembari bertanya, "kau tidak apa-apa, Nak?"

__ADS_1


Titin melepaskan pelukan melihat dengan baik, putrinya yang berdiri di depannya.


"Aku baik-baik saja, Ibu. Aku membawa kabar baik untuk kita. Aku akan menikah dengan Kevin kembali. Ya kan, Kevin ...?"


__ADS_2