Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam
Tidak disangka


__ADS_3

"Kartika lekas masuk ke dalam mobil"


Pria berjas itu memaksanya untuk masuk. Kartika menurut walau dalam hati bertanya. Kenapa dia menyuruh dirinya untuk masuk.


Bukankah dia Awan orang kepercayaan Dahlan. Kartika menurut masuk dan duduk di sebelah Awan.


Mobil melaju kembali di jalan raya, Kartika bingung kenapa jalan yang di lalui tidak mengarah ke rumah. Kartika mencoba bertanya.


"Kau akan membawaku ke mana?" wajah Kartika mulai cermas walaupun dia mengenal orang yang membawanya. Tapi dia tak sedikitpun menjawab pertanyaan Kartika. pria itu tetap bungkam.


Hingga tiba di persimpangan mobil yang di tumpangi Kartika di hadang oleh mobil lain.


Masing-masing pengemudi turun. Kartika mengenal orang yang menghadang mobilnya rupanya dia Halim.


"Serahkan dia padaku, Awan!"

__ADS_1


"Aku Percayakan dia padamu."


Kartika memandangi kedua pria di hadapannya. Ada apa sebenarnya? mengapa dirinya di oper ke sana kemari.


Awan menghampiri mobilnya membuka pintu mobil. Menyuruh Kartika untuk ikut dengan Halim. Kartika menurut tanpa banyak bicara. Sesat kemudian Wanita berambut pirang sudah ada di dalam mobil Halim. Mobil melaju meninggalkan Awan yang masih memandangi mobil yang di naikin Kartika dan Halim.


"Sebetulnya ada apa?" selidik Kartika pada Halim.


"Menikah atau pergi bersamaku ke manapun kau mau. Aku siap melindungi mu."


Kartika semakin tidak paham dengan ucapan Halim yang tiba-tiba. Bukankah sudah beberapa kali ia menolak. Mengapa masih saja menginginkannya. Dirinya sudah tidak suci lagi rasanya ia tidak pantas jika mendampingi dan menerima ajakannya lagi karena sepupu an. Tak pernah terbersit sedikitpun untuk menyukainya walaupun itu dalam mimpi.


Belum bisa tergantikan. Air mata tak terasa menetes dari sudut matanya.


Kartika terisak, Halim melihat orang yang di kasihinya menagis mengusap buliran air mata yang menetes. Memegang tangan Kartika seolah menguatkan. Namun, Kartika kian terisak dan menunduk.

__ADS_1


"Aku akan melindungi mu, menikahlah denganku. Aku mohon."


Kartika tidak menjawab pertanyaan Halim tiba-tiba ada mobil yang menyalip dan menghadang mobilnya.


Cekit ....


Kartika mengalihkan pandangan menatap mobil yang ada di depannya. Halim pun melakukan hal yang sama. Setelah melihat siapa orang yang berada di dalam mobil.


Halim mengeluarkan pistol dan langsung di arahkan pada salah satu pria di hadapan mobilnya.


Kartika menurunkan pistol yang diarahkan Halim. Membuka pintu mobil menatap pria yang dulu di kasihinya. Namun, sekarang ia membencinya. Walaupun tak di pungkiri rasa cinta masih ada dalam hatinya. Kartika turun dari mobil berjalan menyusuri jembatan yang di bawahnya mengalir air bening. begitupun dengan pria di depannya.


Air mata dari keduanya membasahi pipi, ia tak menyangka bisa di pertemukan kembali setelah hari itu. Hari dimana mereka di persatuan dalam sebuah ijab kabul yang suci. Kevin sangat bersyukur bisa melihat istrinya kembali. Ia ingin segera merangkul dan mendekapnya dalam pelukannya. Membawanya kembali bersamanya. Rindu. Ya itu yang dirasakan oleh keduanya.


Semakin dekat langkah kaki keduanya hampir bertemu. Ilham yang menyaksikan pertemuan kedua insan tak dapat menahan haru air mata menetes dari sudut matanya.

__ADS_1


Kartika merentangkan kedua tangan begitupun dengan Kartika. Namun, tangan Kevin tidak bisa menggapai tubuh Kartika yang sudah melompat ke bawah jembatan. Kevin terkejut, tanpa berpikir panjang Kevin pun menjatuhkan dirinya. Kartika sengaja menjatuhkan dirinya dia lelah. Mungkin dengan ini hidupnya bisa tenang dan berakhir.


Disisi lain Kevin kecewa dengan tindakan Kartika. Yang membakar rumah tempat mereka menghabiskan malam pertama. Kini Dia menceburkan diri ke sungai. Semua memang atas kesalahannya tapi Kevin tidak ingin Kartika tiada. Hatinya akan bertambah sesak jika itu terjadi.


__ADS_2