Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam
Malam panas


__ADS_3

Dengan perasaan malu Kartika memberanikan diri keluar dari kamar dan mendapati Kevin yang sudah membuatkannya dua cangkir teh manis untuk menghangatkan tubuh mereka yang kedinginan.


Tangan Kartika berusaha menutupi bagian dada yang sedikit terbuka.


Kevin yang paham dengan rasa canggung Kartika mengambil selimut dan memakaikannya di tubuh Kartika. Wanita itu tersenyum melihat perhatian yang di berikan Kevin kepadanya. Kartika merasa dirinya sangat di hargai dengan perlakuan Kevin yang begitu sopan padanya.


Bibir ranum Kartika begitu membius dan mempesona. Kevin membaringkan tubuhnya di sebelah Kartika keduanya saling memiringkan tubuh. Walaupun di rasa canggung tapi ini hal baru untuk ke duanya yang masih sama-sama lajang.


Kevin memajukan wajahnya perlahan detak jantung keduanya tak beraturan. Perlahan-lahan Kevin semakin mendekatkan wajahnya hingga hidung keduanya beradu, Kevin perlahan memagut bibir ranum Kartika. Kartika tidak menolak seolah menikmatinya dan menginginkan hal lebih bukan sekedar berciuman. Kartika mengambil tangan Kevin dan meletakkannya di dadanya.


Kevin yang paham seolah di beri lampu hijau, tangannya mulai bergerilya menyentuh setiap inci dari tubuh Kartika. Kartika mendesah dan menggeliat menikmati sentuhan dari jemari Kevin.


perlahan Kevin melucuti pakaian Kartika hingga tidak ada sehelai benangpun di tubuhnya. Dengan cepat Kevin melepaskan pakaiannya. Kevin mencumbu tubuh Kartika dengan penuh gelora dan nafsu.

__ADS_1


dua gunung kembar Kartika yang sudah membengkak karena terangsang di hisapnya bergantian, Kartika hanya bisa mengaduh, memekik, dan merancau kesakitan. Namun, Kevin tidak mempedulikannya ia semakin terbakar gairah


Kevin mengungkung tubuh Kartika, mengusap rerumputan milik Kartika dan berusaha memasukkan benda pusaka miliknya yang sudah menegang dan berdiri sempurna.


Kartika mendesah dan memeluk tubuh Kevin kuat-kuat wanita itu merasa takut jika lubang kenikmatan akan sobek.


"Tenanglah aku akan melakukannya pelan-pelan supaya tidak ada rasa sakit," bisik Kevin lembut di telinga Kartika. Sehingga membuat bulu-bulu halus di tubuhnya meremang.


Kevin semakin merasa bersemangat ******* bibir Kartika dengan rakusnya dan menghentakkan tubuhnya lebih cepat dari sebelumnya. Teriakkan terdengar dari mulut Kartika dan memegang sprei kuat-kuat.


"Aaaaa ..., sakit."


Kevin berhasil menjebol gawang, Kartika yang ketakutan mendorong tubuh Kevin untuk menjauh dari tubuhnya. Namun, Kevin memeluknya, berbisik di telinga Kartika.

__ADS_1


"kita teruskan, setelah ini kamu pasti akan ketagihan."


Kartika hanya mengangguk, memejamkan kedua matanya. Berusaha untuk menikmati permainan Kevin di atas tubuhnya.


Benar ucapan Kevin kini ia merasa bisa menikmati rasa nikmat yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Kevin semakin dalam memasukan pusakanya tiba-tiba Kevin memeluk tubuh Kartika dengan sangat erat. Kevin berhasil melepaskan pelepasannya. tubuhnya lunglai memeluk tubuh Kartika dengan keringat yang bercucuran begitupun dengan Kartika. tubuhnya terasa remuk seolah telah di pukuli berkali-kali.


Perlahan Kevin mengangkat wajahnya menatap wajah Kartika yang berada di bawahnya. Kevin ******* bibir Kartika dan mencium keningnya.


Kartika memberanikan diri membalas ciuman Kevin. Kemudian memeluk tubuh Kevin yang akan mencabut pusakanya.


Kartika masih ingin memeluk dan berlama-lama seperti itu. Kevin tersenyum balas menekuk Kartika. Tanpa di sadari keduanya tertidur dengan lelapnya.

__ADS_1


__ADS_2