Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam
Cincin


__ADS_3

Tiba di pemakaman Kevin terkejut melihat Royadi sedang berada di sana meletakkannya seikat bunga lili di atas nisan ibunya.


Kevin melangkahkan kakinya dengan tergesa menghampiri Royadi.


Sambil menunjuk hidung Royadi, Ridwan berkata,


"Orang yang membunuh ibuku tidak berhak ada di pemakaman."


Royadi tersentak dengan ucapan Kevin rupanya Djaja telah meracuni pikirannya dari kecil dan memfitnah dirinya.


"Aku tak pernah melenyapkan ibumu, aku kebetulan orang yang ada di saat kejadian itu terjadi."


"Aku tidak percaya, menyingkir tinggalkan pemakaman atau aku tembak!"


Kevin mengeluarkan pistol dari saku jasnya. Melihat hal itu Kartika panik melihat keduanya saling menodongkan senjata.


"Kartika tetap di tempatmu, biar Ayah selesaikan ini."


Kartika terdiam dengan mulut yang di tutupi tangannya.


"Bagaimana ini, bagaimana ini," gumamnya dalam kepanikan.


Kevin dan Royadi saling beradu mulut  keduanya terus kejar-kejaran. Beberapa kali Kevin meluncurkan tembakan. Namun Royadi berhasil mengihindar. Hingga Royadi terjebak di atas tebing, Evi yang bersembunyi di balik pohon mendorong tubuh Royadi hingga terjatuh berguling di rerumputan. Mendengar bunyi benda jatuh Kevin segera menghampiri Royadi yang terjatuh dari tebing, Kartika yang baru tiba kaget mendapati ayahnya telah berada di bawah. Ia pun beradu mulut dengan Kevin.


"Kamu, kamu tega sekali telah melenyapkan ayahku?"


"Tidak seperti itu kejadiannya, dia tahu-tahu sudah berguling di bawah."


"Mana mungkin, jelas-jelas posisimu tepat di atas tebing tadi."


Kartika menelpon ambulan di sela Isak tangisnya.


Kartika terus menangis melangkah mendekati ayahnya yang terbaring terlentang tidak sadarkan diri. Wanita itu meraih tubuh ayahnya ke dalam pangkuannya. Menepuk-nepuk pipinya supaya Royadi terbangun, darah dari pelipisnya terus saja mengalir membasahi tangan Kartika. Nihil usahanya sia-sia saja. Kevin menghampiri Kartika berniat ingin mengangkat tubuh Royadi dan membawanya ke atas. Namun, Kartika menolak.


"Enyah kamu dari sisi ayahku, siapa yang membunuh siapa sudah jelas. Kamu tidak ada niat untuk tulus padaku! Ayah ..., bangun Ayah ...."


Lagi-lagi Kevin terjebak masalah di saat dirinya ingin benar tulus menyayangi Kartika kembali ujian demi ujian silih datang berganti tanpa henti menimpanya.


Karena tidak tega meninggalkan Kartika akhirnya Kevin tetap menemaninya walaupun Kartika tetap tidak mau ditemani.

__ADS_1


Kevin mengingat kejadian tadi kembali, setahunya disekitar tidak ada orang selain mereka bertiga. Apa mungkin Royadi terpeleset dan jatuh. Saat itu jarak dirinya dengan Royadi memang cukup jauh karena kejar-kejaran dan saling menodongkan pistol.


Ambulan datang petugas ambulan segera mengevakuasi Royadi, Kartika ikut naik untuk menemani ke rumah sakit.


Royadi mengalami luka yang sangat serius sehingga kehilangan banyak darah, setelah di tangani oleh para medis di ruang UGD.


Dokter yang menangani Royadi mengatakan jika pasiennya membutuhkan transfusi darah karena kehilangan banyak darah sedangkan stok darah A di Laboratorium rumah sakit habis. Hanya ada stok darah yang lain. Sedangkan transfusi yang di butuhkan Royadi adalah  golongan darah A.


Setelah berembug beberapa anggota keluarga mencari darah yang di butuhkan Royadi di bank darah terdekat. Namun, di sana juga tidak ditemukan golongan darah yang sama.


Dokter pun menyarankan jika Royadi bisa menerima golongan darah O tapi akan membahayakan jiwanya jika respon tubuhnya tidak mau menerima.


Kartika terduduk lemas di lantai saat mengetahui penjelasan dari Dokter. Ia tak ingin Ayahnya meninggalkan dirinya dalam waktu dekat terlebih itu karena dirinya.


Andai tidak menikah dengan Kevin mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Kartika meruntuki dirinya sendiri seolah semua yang terjadi adalah atas kesalahannya.


sementara Ridwan yang menguping pembicaraan Kartika dengan dokter. Memberanikan diri untuk memeriksakan darahnya.


Ia berniat untuk menolong mertuanya jika golongan darahnya sama.


Kevin berdiri di depan Laboratorium, kemudian bertanya pada petugas jika ia ingin mengetahui golongan darahnya.


Petugas meminta tangan kanan Kevin, Kevin memberikannya. Petugas mengambil jari tengah Kevin bagian kanan untuk ditusuk setelah sebelumnya di oles kapas alkohol. Darah yang keluar di teteskan pada kertas yang sudah ada lingkaran 4 buah. Setelah itu Kevin di persilahkan untuk menunggu beberapa saat. Karena pemeriksaan pengecekkan golongan darah tidak begitu lama hanya membutuhkan beberapa menit saja.


Selang beberapa menit petugas keluar dengan kertas tes golongan darah di tangannya. petugas memberikan hasil tes darah, di terima oleh Kevin.


Pria itu melihat hasil tes tersebut, kaget dengan hasil yang baru saja di lihatnya.


Rupanya hasil tes tersebut memperlihatkan jika dia pun memiliki golongan darah A yang artinya golongan darahnya sama dengan golongan darah yang sedang di butuhkan oleh Royadi.


Kevin mendatangi Kartika yang sedang menemani ayahnya di dalam kamar perawatan, Kevin mengatakan jika dirinya bersedia menjadi pendonor untuk Royadi. Kevin juga menjelaskan jika bukan dia pelaku kecelakaan pada ayah Kartika


Walaupun Kartika tidak percaya tapi dirinya mau menerima tawaran Kevin demi nyawa ayahnya selamat. Kevin meyakinkan Kartika dirinya akan menyelidiki siapa tersangka sebenarnya di balik kecelakaan Royadi. Kartika setuju asalkan Kevin menyembunyikan statusnya yang menjadi pendonor untuk ayahnya. Setelah sepakat keduanya mendatangi dokter yang merawat Royadi.


Anggota keluarga Royadi tidak di beritahu jika Royadi mendapatkan pendonor dari Kevin.


Kartika hanya mengatakan ada seseorang yang tidak mau di sebutkan nama ingin mendonorkan darahnya secara sukarela.


Semua anggota keluarga mengucapkan hamdalah, karena ada orang baik yang mau menolong kesusahan mereka.

__ADS_1


Sementara di tempat lain Kevin tengah berbaring di atas blancar untuk mendonorkan darahnya. Selang telah di pasang pada nadinya darah mulai memenuhi tabung darah yang sudah di sediakan.


Kevin menatap langit-langit kamar rumah sakit yang berwarna putih polos. Ia tak habis pikir mengapa darahnya bisa sama apa ini hanya kebetulan saja.


Setelah bag darah selesai Kevin di persilahkan istrirahat beberapa saat untuk menghilangkan rasa pusing karena darah dalam tubuh telah dikeluarkan.


Darah yang di ambil dari tubuh Kevin segera di bawa petugas ke tempat Royadi karena Royadi memang sangat membutuhkan transfusi tersebut.


Tetes demi tetes darah mengalir dalam tubuh Royadi.


Beberapa jam kemudian Royadi terlepas dari masa kritisnya berkat transfusi darah dari Kevin.


Pagi harinya di saat Kevin dan Kartika menjenguk Royadi. Royadi kaget melihat Cincin yang melingkar di jari Kartika.


Cincin itu mirip sekali dengan Cincin yang dulu pernah ia berikan pada seseorang.


Karena rasa ingin tahunya Royadi pun menanyakan perihal cincin di jari Kartika.


"Dari mana kau memperoleh cincin itu?"


Kartika merasa heran dengan ayahnya yang ingin mengetahui cincin yang melingkar di jari manisnya. Kartika pun menjawab


"Cincin ini pemberian Kevin."


"Hemmm, boleh ayah lihat sebentar!"


"Silahkan, Ayah."


Kartika melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya. kemudian memberikannya pada Royadi.


Setelah cincin tersebut di tangannya Royadi memperhatikan, sepertinya ia teringat akan sesuatu. Kemudian ia bertanya pada putrinya,


"Dari mana kamu mendapatkan cincin itu?"


Royadi berusaha untuk duduk dan bersandar. Sedangkan cincin masih di pegang dengan jarinya.


"Ini cincin pernikahan yang di berikan Kevin padaku."


Royadi terdiam, Bukankah itu cincin yang dulu ia berikan pada seseorang 27 tahun silam. Berarti Ridwan itu anakku. Royadi menelisik cincin yang di pakai Kartika.

__ADS_1


"Dari mana dia mendapatkan cincin itu?"


__ADS_2