Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam
Dia bukan cucuku


__ADS_3

Tak perlu menunggu lama orang yang di panggil Dahlan sudah ada di depan pintu. Lelaki dengan setelan jas berwarna navy mengangkat tangan mengetuk pintu.


Dahlan yang sudah menunggu segera membukakan pintu. Dedy segera masuk dan menutup pintu kembali.


Keduanya saling berhadapan, saling menatap.


"Ayah ada hal penting apa? Sehingga memanggilku ke kamarmu?"


"Aku pusing dengan Kartika, bisakah kau menyingkirkannya?"


"Maksud Ayah bagaimana?"


"Lenyapkan dia!"


"Tidak, bukankah dia cucumu. Bagaimana mungkin aku melenyapkannya?"


"Kamu lupa saat Titin menjadi pengantin dia telah hamil. jadi Kartika bukan cucuku."


Dedy terdiam ia tak sanggup untuk membantah. Memang benar saat Titin datang tak berapa lama dia melahirkan bukankah itu aneh. Padahal usia pernikahan baru lima bulan tapi dia telah mahirkan.


"Lenyapkan dia, supaya dia tidak membuat kepalaku pusing dan mempermalukan keluarga ini lagi."


"Baiklah."

__ADS_1


"Kerjakan secepatnya jangan sampai Royadi tahu. Kerjakan tanpa meninggalkan jejak."


Dedy membalikan tubuhnya melangkah keluar dari kamar ayahnya. Baru saja keluar dari pintu ia terperanjat karena mendapati Royadi tengah berdiri mematung di depan pintu. Jangan-jangan dia mendengar percakapanku dengan ayah. Dedy mencoba bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa. Dia menatap Royadi sesaat dan melangkah pergi meninggalkan Kakaknya. Namun, Royadi menahan pergelangan tangannya.


"Tega sekali kau ingin melenyapkan anakku! Bukankah kau ini pamannya?"


Pertanyaan meluncur begitu saja dari bibir Royadi. Bagaimana mungkin adiknya tega melenyapkan keponakannya sendiri.


"Bukan begitu Kak ..., Kakak ...."


Tangan Royadi menepis tangan Dedy yang memegang pundaknya ia meninggalkan adiknya.


"Huhhh."


°°°


Royadi tiba di rumahnya setelah mengetuk pintu yang di bukakan istrinya, ia langsung menanyakan ke keberadaan Kartika anak sulungnya.


"Dimana Tika?"


"Dia tidak ada di rumah, entah dia pergi kemana. Memangnya ada apa? Raut wajahmu tampak cermas."


"Ayah ingin melenyapkan anak kita. Kita harus menyelamatkan nyawanya."

__ADS_1


"APAAA!"


Titin menutup mulutnya dengan tangannya, ia tak menyangka akan mendengar berita yang buruk dari Suaminya. Memang sejak awal menikah ia kurang suka jika harus tinggal bersama dengan mertuanya. Namun, karena baktinya sebagai seorang istri terpaksa menuruti Suaminya untuk tinggal di rumah ini.


"Ya Allah cobaan apa lagi ini." Titin tak dapat membendung air mata yang meluncur dari sudut matanya.


"Lekas cari Kartika jangan sampai ayah dan Deddy menemukannya?"


"Baiklah, aku pergi dulu. Berdoa dan tenangkan dirimu."


Lengan Royadi merangkul istrinya dan mengecup kening Titin lembut setelah itu dia melangkahkan meninggalkan rumah dengan tujuan mencari keberadaan anaknya yang tidak terlihat di rumah.


Titin melepas kepergian suaminya yang baru saja pulang kerja, yang harus pergi kembali untuk mencari putrinya yang pergi dari pagi entah kemana.


Walaupun sebenarnya Kartika bukan darah dagingnya tapi ia sangat menyayangiinya melebihi dirinya sendiri. Apapun akan di lakukan olehnya asalkan putrinya tidak celaka.


°°°


Di tempat lain di sebuah bukit, Kartika sedang duduk di bale-bale gubuk bambu tempat favorit yang hanya di ketahui Kartika dan Kevin. Namun, kini hanya dirinya sendiri di tempat itu. Ia Menagis, menjerit menumpahkan semua rasa sakit dan kecewa. Mengapa Allah tidak adil padanya. Mengapa dia terus saja menderita, apa dosanya yang telah ia perbuat sehingga ia mendapatkan hukuman yang berat seperti ini. Rasanya Kartika sudah tak sanggup. Lembayung jingga mulai tampak, Kartika menyeka buliran air mata yang membasahi pipinya. Paru-paru yang tadi terasa sesak kini sudah mulai membaik. Ia memandang sekeliling. Indah.


Tapi ia tak bahagia tetap saja batinnya luka. Kartika turun dari bale-bale kakinya terasa berat untuk melangkah jika bisa ingin rasanya ia tetap di sini. Namun, jika itu ia lakukan pasti ibu dan ayahnya akan cemas dan mencarinya. Ia pun segera melangkah menuruni bukit sampai di persimpangan jalan ada mobil yang melintas dan berhenti di depannya.


Seorang laki-laki turun dan menghampirinya.

__ADS_1


__ADS_2