Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam
Kenapa ...!


__ADS_3

"Kartika ..., Tika ...."


Kevin memanggil Kartika yang hanyut kian jauh dari tubuhnya. Air sungai sangat deras sehingga ia tak dapat berenang untuk menggapai tubuh Kartika. Kevin pun terombang ambing oleh derasnya air sungai dan tidak sadarkan diri.


Ketika sadar dirinya telah terdampar di sisi sungai. Badannya terasa remuk. Pakaian yang dikenakannya basah. Kevin melepas pakaian yang di kenalannya. Membuangnya begitu saja, untuk membuat langkahnya menjadi ringan.


"Kenapa ...! kenapa ...."


Kevin menjambak rambutnya menyesali tindakan Kartika.


"Tika ..., Tika ...," panggil Kevin berteriak memanggil Kartika.


"Jawablah jika kau masih hidup x


Kevin berjalan menyusuri sungai berharap segera menemukan tubuh Kartika. Hari mulai gelap. Namun, Kevin terus berjalan mencari tubuh Kartika. Dari kejauhan samar Kevin melihat sosok yang terdampar di pinggir sungai. Kevin mempercepat langkah kakinya menghampiri orang tersebut.


Dari pakaian yang di kenakan Kevin hapal jika itu pakaian yang di kenakan Kartika. pria itu segera bergegas menghampiri wanita yang terbaring di pinggir sungai. Jantungnya berdetak tak karuan Kevin cemas. Namun, Kevin membuang rasa gundah yang tiba-tiba muncul. Semoga Kartika masih bisa tertolong.


Kevin membopong tubuh Kartika supaya menjauh dari aliran sungai. Membaringkan tubuh Kartika di rerumputan. Tangan Kevin meraba detak nadi di pergelangan tangan Kartika. Syukurlah masih berdenyut walaupun lemah. Kevin memegang wajah Kartika yang terasa sangat dingin. Kartika harus segera diberikan pertolongan pertama. Pertama Kevin harus bisa membebaskan jalan napasnya. Supaya Kartika bisa bernapas dengan normal. Karena tadi hanyut pasti Kartika meminum banyak air yang membuat paru-parunya terisi air.

__ADS_1


Dengan tangan yang canggung dan gemetar Kevin meletakkan ke dua tangannya di dada Kartika. Menekannya beberapa kali hingga Kartika terbatuk- batuk memuntahkan air dari mulutnya.


Kevin bernapas lega ia segera memeluk tubuh Kartika. Ia bersyukur bisa menyelamatkan Kartika, ucapan hamdalah terucap beberapa kali dari bibirnya.


Kartika terkejut, melepaskan pelukan Kevin dengan kasar.


"Kenapa menyelamatkanku. Biarkan saja aku mati. Bukankah itu yang kau inginkan?"


"Tidak, itu tidak benar."


"Mengapa tidak benar! Bukankah kau tak sedikitpun mencintaiku?"


Tubuh Kartika menggigil ke kedinginan karena seluruh tubuh dan bajunya basah. Di tambah hari telah gelap menambah dingin semakin menusuk persendian, kulitnya.


"Ayo, kita mencari tempat untuk istirahat," ajak Kevin pada Kartika.


Kartika terdiam sungguh takut, Ia tak ingin menurutinya.


Matanya menatap tajam mata lelaki yang ada di hadapannya. Seolah mencari ke sungguhan dari ucapannya.

__ADS_1


Kartika bangkit berdiri hendak menghindar berlari dari Kevin. Namun, Kevin mencekal pergelangan tangannya dan menariknya.


"Ikutlah denganku, jika tidak aku akan membunuhmu!"


"Bunuh saja itu lebih baik."


"Diamlah Jika kamu menurut itu akan lebih baik. Aku tidak ingin menyakitimu," ucap Kevin lembut.


Dengan berat hati Kartika mengikuti langkah pria di depannya yang terus menarik tangannya. Hingga mereka tiba di satu rumah.


Kevin membuka pintu, mengajak Kartika masuk.


Kartika duduk di kursi menatap nanar rumah yang baru saja di masuki nya. Kevin mengajaknya duduk di kursi. Kevin mencari tali untuk mengikat tangan Kartika. Supaya tidak melarikan diri. Kartika tidak bisa berbuat apa-apa. ia akan menunggu pria itu lengah untuk melarikan diri.


Kevin meninggalkan Kartika yang bersandar pada kursi. Karena cuaca sangat dingin Kevin berniat untuk membuatkan dua cangkir susu jahe. Kevin Melangkah ke dapur kemudian tidak berapa lama kembali dengan dua buah gelas di tangannya.


Melihat Kartika tertidur pria tegap meletakkan cangkir yang berisi teh di atas meja.


Kevin duduk di sebelah Kartika menatap setiap jengkal dari wajah cantik di depannya. Tangannya reflek menyibak rambut yang menghalangi wajah Kartika dengan jarinya dengan hati-hati. Jantung Kevin berdetak tak beraturan. Kevin mendekatkan wajah hingga berjarak beberapa sentimeter saja. Hasrat dalam diri berontak ingin ******* bibir ranum Kartika.

__ADS_1


__ADS_2