Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam
Harapan Kartika


__ADS_3

"Bagaimana dengan yang ini?"


"Hem."


Yuli menatap ke arah Renata putrinya. Meminta pendapat dengan matanya. Namun, Renata tetap cuek. seolah tak peduli asyik dengan ponselnya.


Dalam hati Renata berkata, "aku tak peduli mau seperti apa bajumu, lebih cepat lebih baik. Sudah cukup aku bersandar."


Kartika pun masuk ke kamar ganti untuk melepas gaun yang sudah di cobanya.


Setelah selesai Kartika Menghampiri mereka. Kemudian Yuli membayar semua yang telah di pilih Kartika, gaun, sepatu, pakaian dalam dan yang lainnya.


Setelah selesai Kevin mengantar Kartika pulang sampai di pintu gerbang. Kartika turun dan melempar senyum ke arah mereka kemudian masuk ke dalam rumah membawa kantong belanjaan yang cukup banyak di tangannya.


"Ibu, tak menyangka kau sudah dewasa dan akan meninggalkan rumah ini." Titin membelai rambut putrinya. Kartika memeluk ibu yang duduk disampingnya.


"Aku akan sering mengunjungi ibu, ibu jangan bicara seperti itu. aku kan jadi sedih."

__ADS_1


Kartika menyandarkan kepalanya di bahu sang ibu. Titin mengusap pipi anaknya dan menciumnya.


Titin tak dapat membendung air matanya yang menetes begitu saja. Kartika menjadi ikutan sedih kedua wanita beda usia itu saling menangis, saling mengusap air mata. Seolah keduanya akan berpisah lama.


Tak dapat di pungkiri setelah menikah seorang wanita memang harus ikut dengan suaminya kemanapun ia akan membawanya.


Itu sebabnya Titin sangat sedih pun Kartika.


Sore yang cerah ketika Ridwan sampai di rumah Kartika. Ia sengaja datang untuk mengajak gadis pinangannya berjalan - jalan supaya Kartika lebih yakin jika dirinya betul bersungguh-sungguh menginginkannya untuk menjadi istrinya.


Berapa pengawal Kevin berusaha menyelesaikan gubuk yang di inginkan Kevin. dengan cepat. Gubuk bambu pun selesai dengan memuaskan.


Wajah Kartika terlihat berbinar, menatap Gubuk yang sudah selesai berdiri.


"Duduk di sini." pinta Kevin pada Kartika dengan menepuk kursi yang terbuat dari kayu di sebelahnya.


"Disini tenaga dan damai. jadi betah berlama-lama disini. Andai bisa bermalam di sini? namun, sayang kakekku galak pasti tidak akan mengijinkan."

__ADS_1


"Tentu saja tidak akan di ijinkan karena di sini ada harimau."


"Apa, tidak mungkin selama yang kutahu tidak pernah ada harimau di sini."


"Haha ..., bohong kamu percaya saja dengan perkataan ku. jika pun ada aku pasti akan menolong mu?"


"Bagaimana caranya jika aku di terkam, kamu benar akan menolongku. jangan-jangan kamu malah membiarkannnya ku di makan harimau dan kamu lari tunggang-langgang karena takut."


"Tidak aku akan berusaha melepaskan mu dari harimau itu. jika pun dia ingin menyantap mu, aku akan bernegosiasi jika bisa di gantikan olehku saja."


mendengar jawaban Kevin, Kartika merasa lucu dan tertawa.


Tatapan mereka beradu. Kartika mencari kebenaran dalam ucapan Kevin.


Begitu banyak harapan dalam hati Kartika, terutama ingin keluar dari rumah Dahlan. Agar bisa hidup bahagia bersama pendampingnya kelak.


Apakah dengan ini Allah telah mengabulkan harapanku?

__ADS_1


__ADS_2