
"Tolong jangan bunuh aku, baiklah aku akan diam."
Renata memberanikan diri menatap pria yang terus menodongkan pistol pada dirinya.
Halim duduk kemudian mulai menyetir tujuannya adalah vila di daerah Bogor dekat bukit pelangi. Di daerah itu ada satu vila milik keluarganya.
Renata memposisikan dirinya di dalam mobil agar nyaman. Ia tahu Halim tidaklah jahat. Ia hanya menginginkan Kartika. Renata tahu sejak kejadian di villa strawberry. Mereka berdua bekerja sama. Dia dan dirinya sama-sama mencintai orang yang mencintai orang lain.
Renata memperhatikan wajah Halim, walaupun wajahnya terlihat lebih tua tapi dia terlihat gagah dan lumayan tampan dengan setelan jas berwarna Abu-abu. Rambutnya yang di jambul kan menambah dirinya terlihat lebih macho.
Ah apa yang kupikirkan? Renata mengalihkan tatapannya ketika tidak sengaja bertemu tatap dengan Halim melalui kaca spion.
Halim pun sebenarnya mengagumi kecantikan Renata dengan setelan baju dress putih berenda di bagian lengan, lehernya yang Jenjang tampak anggun dan menggoda.
Halim pun tahu sebetulnya Renata tidak jahat hanya memperjuangkan perasaannya pada orang yang di kasihinya yaitu Kevin. Namun, perasaannya hingga saat ini tidak berbalas sama seperti perasaannya pada Kartika
Keduanya bernasib sama.
Mobil telah sampai di pekarangan villa
Halim membukakan pintu mobil untuk Renata. Menyuruhnya untuk masuk dengan masih menodongkan pistol.
Renata paham hanya bisa menurut, wanita itu percaya Halim pasti tidak akan berbuat jahat kepadanya.
"Buatkan aku kopi?"
Satu kata yang terucap ketika baru saja memasuki rumah.
"APA! aku bukan pelayanmu, buat saja sendiri."
"Aku lelah setelah seharian menyetir."
Halim meletakkan bokongnya di kursi meluruskan kakinya pada pinggir meja.
"Aku pun sama lelahnya, setelah seharian duduk, sekarang harus bersama dengan orang aneh sepertimu."
Renata duduk di kursi tidak jauh dari kursi Sebelahnya, melipat kedua kakinya yang terekspos putih mulus.
Sementara Yuli tidak tinggal diam melihat putrinya di Sandra oleh Halim. wanita paruh baya itu segera menyusul Halim ke rumah Dahlan. Yuli berpikir mungkin lelaki itu membawa putrinya ke sana. Namun, kenyataannya pria yang membawa putrinya tidak ada di sana. Yuli pun menangis meraung-raung mengkhawatirkan keadaan Putri semata wayangnya. Kemana pria itu membawa putrinya.
Sementara itu Royadi yang mengetahui jika Kartika di culik kembali oleh Kevin merasa geram. Royadi tidak akan membiarkannya kali ini.
Kartika dan Kevin sedang berada di dalam mobil, entah kemana tujuan Kevin selanjutnya. Wanita itu meminta untuk di turunkan tidak ingin ikut dengannya.
__ADS_1
"Aku tak akan pernah melepaskan mu untuk kali ini."
"Aku sudah mengikhlaskan kamu untuk Renata, jadi bebaskan Aku!"
"Aku sudah mengakhiri pernikahanku dengannya."
"Kau bohong saat menikah denganku kau adalah Suaminya."
"Tapi aku sudah menceraikannya dan lagi itu hanya pernikahan di atas kertas. Tidak sekalipun aku pernah menyentuhnya. Hanya kamu yang pernah aku sentuh. Itu untuk pertama kalinya. Apakah kamu tidak tahu rasa canggung ku malam itu?"
Kartika menatap Kevin, terpaksa Kartika harus mengingat kejadian malam itu kembali, walaupun perih. Karena kejadian itu menimbulkan luka yang sangat dalam hatinya. Ketika mahkotanya yang berjaga ia berikan dengan percuma pada pria di depannya. Pria itu waktu itu meninggalkannya dirinya begitu saja.
"Kumohon ikutlah kembali bersamaku. Kali ini aku akan menikahi mu dengan benar."
Kartika diam. Sebetulnya dirinya tersanjung dengan permintaan Kevin tapi masih ragu.
"Pertimbangkanlah lagi, jika dalam waktu satu hari kamu tidak menemukan dan merasakan betapa tulusnya rasa yang ku punya untukmu. Kamu boleh pergi dariku dan aku pun tidak akan pernah lagi menemui mu untuk selamanya."
Kartika terdiam, wanita itu membuang napas kasar. Merasa ragu dengan ucapan Kevin tapi Kartika juga tidak ingin menyesal.
Kevin paham dengan sikap Kartika. mengemudikan mobil, membawa Kartika untuk menikmati suasana malam di sebuah restoran. Rencananya Kevin ingin mengajak makan malam yang romantis. Tapi sebelumnya Kevin mengajak Kartika untuk mengganti pakaian yang di kenakan nya ke sebuah butik elit di kota Bandung.
Kartika tidak mengetahui bahwa dirinya akan di perlakukan istimewa hari ini.
Kevin mengajaknya kesini tapi untuk apa?
"Yuk masuk!"
Kevin menarik tangan Kartika dan bertanya pada pemilik butik gaun seperti apa yang sedang trend. Seorang pelayan mengambilkan dua stel gaun dengan warna yang berbeda, tapi modelnya sama.
Terusan berlekuk memperlihatkan bentuk tubuh yang di bagian dada dan paha sedikit terbuka. Terlihat modis dan seksi bagi yang memakainya.
"Cobalah ini, mana yang kau suka?"
Kartika menatap gaun yang di berikan padanya. Wanita itu menerima gaun yang di berikan pelayan butik padanya. Kartika mengintip harga yang tertera di balik baju itu. Kartika membulatkan bibirnya ternyata harganya wow sangat. Nolnya sangat banyak, jika berhutang tentu ia tidak akan sanggup untuk membayarnya.
"Maaf aku tak bisa memakai ini, ini terlalu mahal untukku."
"Bolehkan aku memanjakan istriku sesekali."
Wajah Kartika merona mendengar sanjungan Kevin ke padanya.
"Sudahlah Mbak terima saja, Tuan Kevin sanggup kok membayarnya."
__ADS_1
Memang sanggup tapi untuk apa gaun semahal itu, sayang buang-buang uang saja. Jika pakai logika.
Karena Kevin belum juga beranjak dari tempat semula akhirnya Kevin mengambil gaun dari tangan Kartika, menarik tangan Kartika untuk masuk ke ruang ganti.
"Sudahlah, masuk dan cobalah. Aku ingin lihat!"
Kartika tidak bisa mengelak karena Kevin sudah menutup ruang ganti dan menunggunya keluar.
Kartika melepas pakaian yang di kenakan, menggantinya dengan gaun berwarna hitam pilihan Kevin.
Kartika memperhatikan pantulan dirinya di cermin. Tubuhnya sangat sempurna dan aduhai, Kartika muji lekuk tubuhnya sendiri. Senyum sempurna pun menghiasi wajah cantiknya menambah penampilannya menjadi sempurna.
Perlahan Kartika keluar memperlihatkan pakaian yang di kenakan nya. Sebetulnya Kartika merasa tidak pede karena harus menunjukkan belahan di dada dan di paha yang membuatnya tidak nyaman.
Sehingga tangannya tidak mau diam sesekali terlihat membetulkan belahan di dadanya.
"Kamu merasa tidak nyaman?"
"Ah, iya. Maaf."
"Pelayan!"
"Ya, Tuan."
"Apa ada model lain yang bagian dada dan pahanya tidak ada belahannya?"
"Ada, sebentar saya cari dulu."
Setelah ketemu, pelayan tersebut menyerahkan gaun yang diinginkan Kartika.
"Ganti dengan yang ini, sehingga dirimu lebih nyaman. Aku tunggu disini."
Kartika menerima baju yang diberikan Kevin, segera masuk kembali ke ruang ganti untuk mengganti baju yang membuatnya tidak nyaman.
tidak berselang lama Kartika keluar dari ruang ganti. Kevin terkesima melihat penampilan Kartika yang sempurna walaupun tertutup gaun tetapi lekuk tubuhnya tetap terlihat seksi menambah kesan seksi dan modis.
"Tunggu di sini."
Kevin menyuruh Kartika untuk menunggunya sesaat dekat ruang ganti. Dia pergi entah kemana.
Kartika meras cemas karena di tinggalkan Kevin. Apakah Kevin akan kembali lagi ke padanya? Bagaimana jika tidak?
Kartika menunggu dengan penuh rasa gelisah dan cemas. Jemarinya di mainkan dalam pangkuannya untuk menutupi hatinya yang gundah.
__ADS_1