Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam
Kacau


__ADS_3

Kevin dan Kartika tidak menyangka jika mereka mendapatkan piala favorit. Padahal tadi peragaan busananya gagal total karena Kartika terjatuh. Sorak-sorai dan tepuk tangan para penonton mengiringi pembagian hadiah dan piala, serta buket bunga dan simbolis penyerahan uang tunai.


Kartika merasa harinya penuh dengan kejutan, kegembiraan dan kebahagiaan.


Kevin betul-betul membuatnya jatuh hati untuk yang kedua kalinya. Pria itu mampu meluluhkan hatinya lagi dan lagi. Hingga Kartika melupakan rasa benci pada pria itu.


Kartika akan mempertimbangkan ajakannya untuk bersama lagi. hingga mempunyai banyak anak dan tutup usia bersamanya. Namun, masih ada keraguan dalam hati Kartika. Betulkah Kevin sudah melupakan tentang balas dendam yang telah di tanamkan Neneknya sedari kecil ke padanya. Kartika harus bisa menjauhkan Kevin dari Salamah jika ingin terus bersamanya.


Kartika pulang ke rumah kontrakkan yang di berikan Kevin, Kevin tidak suka jika Kartika harus satu rumah dengan Halim, walaupun dia itu sepupu Kartika. Namun, Kevin tahu dari sorot mata lelaki itu terpancar rasa cinta dan kasih untuk Kartika.


Kartika membuka tas pakaian yang di bawanya, meletakkan di atas ranjang hendak mencari baju ganti. Sebuah Poto terjatuh dari dalam tas ketika tudsk sengaja Kartika mengacak-acak baju. Sementara Kevin menunggunya di ruang tamu.


Kartika tertegun duduk di sisi ranjang menatap foto yang terjatuh. Kartika lupa jika membawa foto itu untuk di tunjukan pada Kevin.


Sebuah foto wanita mengenakan gaun pengantin yang berbahagia. Namun, bukan fotonya melainkan foto Kevin dengan wanita lain yang Kartika tahu di perkenalkan sebagai adiknya sebelum menikah palsu dengan dirinya.


Kartika urung untuk mengganti pakaian, melangkah menghampiri lelaki yang sedang bersantai di atas sopa dengan kaki yang luruskan menyentuh ujung meja.


Wajah Kartika muram dengan tangan yang terkepal. Wanita itu menghampiri berdiri tepat di depan Kevin. Memberikan selembar foto yang dibawanya. Sekaligus menolak untuk pergi bersama nya lagi.


"Keluarrrr ..., sudah cukup aku tak ingin melihat wajahmu lagi!" terisak Kartika marah.


Seharusnya ketika bertemu dengannya Kartika tidak menggubrisnya lagi. Namun, Kartika lupa dengan ketampanan dan sikap romantis yang di tawarkan Kevin kepadanya membuat dirinya terbius. Tapi kali ini cukup aku tidak akan tergoda lagi. Dia sudah mempunyai istri dan aku hanya pemuas nafsunya saja. 


Tidak aku tak mau seperti itu. Itu murahan lebih baik menjauh untuk selamanya dari pada harus terus disebut perebut suami orang atau gundik oleh orang lain.


Kevin menatap heran melihat Kartika yang tiba-tiba saja mengusir dirinya setelah seharian bersamanya. Kevin membuka foto yang di berikan Kartika. Kevin tertegun melihat isi dari foto tersebut. Dalam hati Kevin sangat marah pada Renata. Pasti dia yang memberikan Poto tersebut dan membongkar identitas dirinya.


"Keluarrrrrr ...!"


Sekali lagi Kartika berteriak mengusir Kevin dari rumahnya.


Kevin terpaksa bangkit dari duduknya melangkah pergi. Kevin tahu hati Kartika sedang terluka. ia harus mengalah.

__ADS_1


Kevin terpaksa melangkah keluar pergi dari rumah Kartika. Kevin sadar Kartika sedang tidak bisa untuk di bujuk. Baiklah Aku harus menyelesaikan ini dulu dengan Renata.


Kevin menaiki mobil mengendarakan dengan cepat, pikirannya kalut mengapa harus di saat bahagia masalah itu muncul lagi. ini tidak benar aku harus meluruskannya supaya Kartika mempercayainya lagi.


Ini semua karena Renata. usahaku untuk terus bersama Kartika menjadi gagal.


Sampai di garasi Kevin langsung turun melangkah tergesa sambil berteriak memanggil nama Renata dengan kencang. Sehingga membuat orang rumah keluar dari kamarnya masing-masing dan bertanya-tanya ada apa gerangan dengan Renata sehingga membuat Kevin sangat marah.


"Renata ..., Renata ...!"


Renata keluar dari kamar dengan gaun tidur berwarna putih dan transparan, kemudian melangkah menghampiri Suaminya yang sedang berkacak pinggang.


"Ada, apa? Kau memanggilku semarah itu?" tanya Renata mengerutkan kening tidak paham dengan sikap Kevin yang seperti itu, perasaan dirinya tidak melakukan kesalahan.


"Hari ini, detik ini juga aku menceraikan mu!" 


Setelah berkata seperti itu Kevin memutar tubuhnya untuk segera melangkah pergi, Namun, kakinya di tahan oleh Renata yang berlutut dan meminta maaf.


Tangis Renata pecah, Kevin tidak menghiraukan tangisan Renata, pria itu menarik kakinya dengan paksa sehingga membuat tubuh Renata tersungkur ke lantai.


Yuli melihat menantunya memperlakukan putrinya dengan kasar segera menghampiri Renata dan memapahnya untuk kembali ke kamar.


"Memang apa yang sudah kamu lakukan, sehingga Kevin marah seperti itu?"


"Aku tidak ingat, Bu!"


Renata tertegun duduk di tepi ranjang. Wanita itu mengingat kembali apa yang telah di lakukan pada Kevin.


"Ah, apa mungkin karena foto itu!" 


"Foto apa?"


"Aku memberikan foto pernikahan ku pada wanita itu dan menyuruhnya untuk pergi dengan Halim, supaya dia tidak mendekati Kevin lagi."

__ADS_1


"Mungkinkah dia sudah bertemu sehingga Kevin sehingga Kevin berani menceraikan mu?"


"Sepertinya. Dasar perebut suami orang."


Renata terluka dengan sikap Kevin yang terlalu peduli pada Kartika sehingga harus menceraikan dirinya. Renata menangis di tempat tidur dengan membenamkan wajahnya di bantal. Sementara Yuli tidak bisa berbuat banyak hanya mengelus kepala putrinya. Karena takut anaknya berbuat yang tidak-tidak terpaksa menemani putrinya tidur di sebelahnya. Membiarkan putrinya menangis sepuasnya.


Kevin keluar dari rumah hendak menemui Kartika kembali, untuk memberinya penjelasan bahwa dirinya baru saja menceraikan Renata.


Kevin mengemudi dengan cepat supaya kendaraannya cepat sampai di rumah Kartika.


Setelah sampai di depan rumah Kartika segera memencet bel, satu kali tidak ada jawaban, coba sekali lagi pikiran tetap tidak ada jawaban. Wajah Kevin berubah gelisah karena tidak sabar jika harus menunggu lagi.


Kevin pun mendobrak pintu dengan paksa karena pintu rusak. Tidak ada suara pekikan dari dalam rumah. Kevin mulai merasa curiga, bergegas masuk. Namun, tidak menemukan wanita yang di carinya. Sepertinya Kartika melarikan diri lagi. Kevin mengepal tangannya meninju tembok hingga tangannya memar. Kevin kesal pada Renata yang menyebabkan Kartika pergi dan meninggalkannya lagi.


Sudah susah payah dirinya menemukan Kartika, kini harus kehilangannya lagi. 


Kevin menjambak rambutnya frustasi. 


Kevin memukul tembok berkali-kali dengan tinjunya, sakit di jarinya tidak di rasakan.


Kemana lagi Ia harus mencarinya lagi. Jika dia hanya berjalan mungkin tidak akan jauh meninggalkan tempat ini. 


Baiklah aku harus coba mencari kembali.


Kevin memutuskan untuk meninggalkan tempat itu untuk mencari Kartika di sekitar rumah. Harapannya besar untuk menemukan Kartika kembali.


Pria itu keluar menghampiri mobilnya yang terparkir di luar pagar. Setelah berada di depan kemudi. Kevin melajukan mobil dengan perlahan berharap akan menemukan wanita yang dicarinya.


Setelah satu putaran penuh Kevin ternyata tidak bisa menemukan Kartika. Kevin menghentikan tangannya masih di atas stir mobil kepalanya di letakan. Lelah rasanya Kevin tidak ngin berkendara lagi pikirannya kacau.


Dering ponsel mengejutkannya, dengan malas ia mengangkat panggilan.


"Ya, Halo."

__ADS_1


__ADS_2