
Kevin mengambil dagu wanita di depannya, keduanya saling menatap, wajah mereka semakin dekat hanya berjarak beberapa senti. Jantung keduanya berdetak tak karuan. Hingga wajah Kartika memerah, menunduk. Ridwan tidak melewatkan kesempatan melihat bibir basah dan ranum hasrat lelaki dalam dirinya bangkit. Ia perlahan mendekatkan wajahnya, Kartika tetap diam Kevin mendekatkan bibirnya hingga hidung mereka saling beradu.
Pertama kalinya Kevin berlaku seperti itu pada seorang wanita, Renata istrinya pun belum tersentuh olehnya. Entah mangnet apa yang bisa menarik dirinya berlaku demikian. Yang pasti ia sungguh tak mengerti sepertinya ia terjebak cinta yang bukan pada tempatnya. Niatnya hanya ingin membalas dendam dan Kartika adalah alatnya tidak lebih hanya untuk mencampakkan setelah menghisap madunya. Namun, apa yang baru saja terjadi, itu di luar kendalinya dan terjadi begitu saja.
Mendapat pujian dari lelaki gagah dihadapannya Suci semakin tak menentu. Ia merasa dirinya melayang tinggi di awan. Seperti ia tidak usah cemas dengan Ati saudaranya yang mengharapkan pria di sampingnya karena dia tak ada perasaan apa-apa terhadap sepupunya. Pria tampan di depannya hanya menginginkan dirinya. ciuman itu menjadi ciuman pertamanya.
Ridwan meminta pada Yuli dan Renata untuk mengantar Kartika memilih baju pengantin dan baju untuk acara selamatan. Renata memegang tangan Ridwan mencoba untuk menahan pria yang berstatus suaminya supaya tidak pergi meninggalkan dirinya.
"Aku mohon batalkan pernikahannya. Hatiku sungguh sakit." Renata menatap dengan air mata yang berderai bagaikan badai.
"Tidak, kau harus turuti jika tidak aku akan menceraikan mu."
__ADS_1
Hancur lebur hati Renata mendengar jawaban dari bibir suaminya.
"Baiklah, jika kau ingin melanjutkan. Aku yang akan membatalkannya." Renata menghapus air mata dari pipinya dengan kasar. Wanita itu berjalan menuju pintu. Namun, baru saja sampai di depan pintu Salamah yang tidak sengaja mendengar perdebatan keduanya. menghampiri mendekati Renata mengayunkan tangannya, mendarat tepat di pipi mulus Renata. Renata tersungkur jatuh ke lantai memekik kesakitan.
"Awww .... Aduh."
"Itu, akibatnya jika melawanku."
"Turuti saja, toh Ridwan bilang hanya untuk satu hari," bisik Yuli di telinga Renata menuntun putrinya untuk kembali ke kamarnya. Melirik Salamah dengan sudut matanya. Sebetulnya ia tidak menyukai besannya yang bersikap kasar tapi apalah dayanya yang tak punya kekuatan dan kekuasaan untuk menentang wanita tua yang menjadi besannya.
Mobil sudah di depan pintu rumah Dahlan. Ridwan turun untuk menjemput Kartika yang sudah bersiap dari tadi, menunggu di dalam rumah. Begitu mendengar suara mobil milik Kevin, Kartika segera berlari ke luar.
__ADS_1
Seperti biasa Kartika berpakaian sopan dengan mengenakan baju tunik panjang di bawah lutut, berlengan panjang dengan motif bunga kecil, rambutnya di biarkan terurai begitu saja sehingga angin memainkan rambutnya.
Kevin membukakan pintu mobil untuk Kartika
Kartik duduk di samping kemudi di belakang bersama Yuli dan Renata, keduanya hanya saling berpandangan melihat Kartika duduk bersama. Tak sepatah kata pun terlontar dari mulut ibu dan anak disampingnya.
Setelah sampai di butik langganan keluarga Kevin mereka turun.
Sang pemilik bertanya ingin model baju sepeti apa? bisa dilihat-lihat contoh bajunya.
Kevin mempersilahkan Kartika untuk mencoba beberapa gaun pengantin dengan memilihkan dua buah yang pertama berwarna merah dan yang kedua berwarna putih.
__ADS_1
Kartika sanggat senang dan menunjukan pakaian yang dipilihkan Ridwan untuknya, dikenakan dan di tunjukan pada keduanya.